Sponsors Link

Fakta Vitamin dan Mineral Menyebabkan Kerusakan Ginjal

Sponsors Link

Ginjal merupakan organ dengan bentuk menyerupai kacang yang memiliki fungsi dasar untuk menyaring limbah dan air berlebih dalam tubuh. Gangguan ginjal akut atau gagal ginjal bisa terjadi karena organ ginjal tidak mampu untuk membuang dan menyaring limbah tersebut yang bisa disebabkan karena beberapa jenis penyakit. Lalu, apakah benar vitamin dan mineral menyebabkan kerusakan ginjal memang merupakan fakta atau hanya mitos belaka?. Berikut ini akan kami berikan penjelasan selengkapnya untuk anda. Setidaknya, ada sekitar tiga jenis vitamin yang paling utama dimana saling berhubungan antara satu dengan yang lain dan dalam kadar tinggi bisa menyebabkan kerusakan ginjal akut dan akan kami ulas dalam kesempatan kali ini.

ads
  1. Vitamin A

Vitamin A adalah vitamin yang sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi, kulit, jaringan skeleteal, jaringan lunak dan juga selaput lendir dalam tubuh. Vitamin A juga bertanggung jawab pada pigmentasi pada retina sehingga bisa meningkatkan penglihatan lebih baik dan tajam. Vitamin A yang direkomendasikan untuk dikonsumsi per hari adalah 700 mikogram untuk wanita dewasa dan juga 900 mikogram untuk pria dewasa. Namun jika vitamin A terlalu banyak dikonsumsi terlalu berlebihan, maka bisa menyebabkan sebuah kondisi yang dinamakan hypervitaminosis A dan nantinya bisa menyebabkan penglihatan kabur, kerusakan organ hati, nyeri pada tulang, masalah pada berat badan dan bahkan muntah. Selain itu, vitamin A yang dikonsumsi terlalu berlebihan juga bisa menyebabkan kalsium semakin meningkat yang kemudian menjadi penyebab dari tanda tanda ginjal rusak.

  1. Vitamin D

Vitamin D adalah jenis vitamin yang larut dalam lemak dan sangat dibutuhkan untuk untuk meningkatkan kesehatan tulang dan mengatur kalsium. Vitamin D bisa didapatkan dari paparan kulit terhadap sinar ultraviolet matahari. Sedangkan untuk toksisitas vitamin D sangat jarang terjadi dan umumnya hanya bisa terjadi ketika mendapat resep vitamin D dosis tinggi. Namun, jika terlalu banyak seseorang mendapatkan vitamin D, maka juga bisa menyebabkan kadar kalsium semakin meningkat sehingga risiko ginjal rusak akan semakin meningkat. 

Sponsors Link

  1. Kalsium

Kalsium merupakan jenis mineral penting untuk meningkatkan kekuatan otot dan tulang. Untuk jumlah kalsium harian yang disarankan adalah 1000 miligram untuk pria dewasa dan juga 1200 miligram untuk wanita dewasa yang bisa ditemukan dalam yogurt, susu, kale, keju, brokoli, ikan dan juga biji bijian. Akan tetapi jika kalsium terlalu banyak dikonsumsi, maka bisa menyebabkan hypercalcemia pada seseorang yang terlalu banyak mengkonsumsi suplemen kalsium. Terlalu banyak kalsium dalam darah nantinya bisa menyebabkan nyeri pinggang, konstipasi, rasa haus berlebihan dan sering, kelemahan, sering buang air kecil, nyeri tulang dan juga kehilangan daya ingat. Hiperkalsemia ini bisa berkontribusi pada endapan kalsium pada ginjal, penyebab gagal ginjal kronis dan juga batu ginjal.

  1. Sodium

Sodium sangat penting untuk memastikan volume darah yang sehat dan jumlah cairan yang cepat. Organ ginjal bertugas untuk menyaring darah dan juga membantu untuk menjaga keseimbangan cairan dalam darah. Namun terlalu banyak mengkonsumsi sodium atau garam juga bisa menyebabkan cairan menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan kandung kemih bengkak sehingga ginjal akhirnya harus bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan cairan. 

Sponsors Link

Fungsi ginjal yang bertambah ini tentunya bisa menyebabkan tanda tanda ginjal rusak dan juga berpengaruh pada kemampuan fungsi dari organ tersebut. Selain itu, asupan natrium terlalu berlebihan juga bisa meningkatkan tekanan darah tinggi dan bisa menyebabkan ginjal terlalu keras dalam bekerja dan akhirnya merusak ginjal. Meski asupan natrium per hari yang disarankan untuk orang dewasa sehat adalah 2300 miligram per hari, namun menurut American Heart Association menyarankan jika asupan sodium ini tidak dikonsumsi melebihi 1500 miligram per hari.

Meski suplemen vitamin sangat baik untuk dikonsumsi, akan tetapi sebaiknya anda berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter agar dosis bisa ditentukan dalam batas aman sekaligus menghindari keracunan vitamin dan mineral serta tidak meningkatkan komplikasi medis seperti masalah ginjal.

Sponsors Link
>
, , ,