Sponsors Link

Penyebab Urine Terasa Panas dan Pengobatannya

Sponsors Link

Urine merupakan sebuah cara tubuh untuk mengeluarkan air berlebih, garam dan juga senyawa lainnya. Sedangkan bagian ginjal bertanggung jawab atau bertugas untuk mengatur keseimbangan cairan dan juga elektrolit dalam tubuh. Ketika dirasakan kelebihan cairan dan senyawa, maka ini akan dilepaskan. Namun sebelum itu, urin akan disimpan dalam kandung kemih dan membuat air seni bersuhu sama seperti tubuh. Lalu, bagaimana gejala dari urine terasa panas dan kapan sebaiknya harus diperiksakan ke dokter?, berikut ulasan selengkapnya untuk anda.

ads

Gejala Urine Terasa Panas

Dalam proses terbentuknya urine umumnya memiliki suhu yang sama dengan tubuh seseorang. Rata rata, suhunya adalah 38 derajat celcius. Namun untuk beberapa orang memiliki variasi suhu normal yang mungkin sedikit lebih panas sebab suhu tubuh eksternal seseorang juga sering lebih dingin karena udara luar.

Ketika Air Seni Lebih Panas dari Biasanya

Karena suhu urine sama dengan tubuh, maka mungkin ada kalanya jika urine terasa panas melebihi dari biasanya. Ini bisa terjadi pada saat seseorang sedang mengalami demam atau baru saja selesai berolahraga.

Umumnya, tubuh akan membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk kembali ke suhu normal sesudah latihan. Seorang wanita hamil kemungkinan juga memiliki urin yang lebih panas dari biasanya. Ini biasanya terjadi karena suhu tubuh wanita meningkat secara alami selama masa kehamilan akibat metabolisme yang lebih cepat dari normal.

Kapan Harus Menemui Dokter?

Ada perbedaan antara urin yang panas dari perspektif suhu dan urin yang terasa terasa seolah olah seperti terbakar atau saat buang air kecil terasa panas ketika sedang buang air kecil di mana gejala tersebut dikenal sebagai disuria.

Sensasi terbakar bisa menunjukkan adanya penyakit infeksi saluran kemih. Sedangkan gejala yang terkait dengan infeksi saluran kemih diantaranya adalah:

  • Baru saja buang air kecil namun sudah merasa ingin buang air kecil kembali.
  • Urin berwarna keruh.
  • Urin berbau menyengat, busuk atau bahkan keduanya.
  • Urin berdarah atau urine berwarna merah.
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil melebihi frekuensi buang air kecil normal.

Sensasi terbakar ketika sedang buang air kecil juga menjadi pertanda infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia. Apa pun penyebabnya, anda tidak boleh mengabaikan tanda tanda dari disuria. Temui dokter anda jika tetap buang air terlalu sering dibandingkan biasanya.

Jika air seni yang keluar terasa panas, maka anda bisa mengukurnya dengan termometer. Jika suhu tubuh anda meningkat, mungkin bisa terjadi karena sakit sehingga urin juga akan terasa lebih hangat dari biasanya.

Meski anda biasanya bisa mengendalikan demam dengan penurun demam yang dijual bebas, namun pastikan untuk selalu menemui dokter untuk suhu tubuh yang sudah melebihi 39 derajat celcius pada orang dewasa sebab dokter biasanya menganggap hal ini sebagai demam tinggi. Selain itu, jika demam 38 derajat celcius atau lebih tinggi yang terjadi lebih dari 10 sampai 14 hari, maka sebaiknya segera hubungi dokter.

Sponsors Link

Air seni atau urine terasa panas umumnya menjadi cerminan dari suhu tubuh anda. Jika anda kepanasan karena demam, olahraga atau berada di iklim yang lebih hangat, maka kemungkinan suhu urine juga bisa bertambah panas.

Jika buang air kecil disertai dengan sensasi terbakar atau tanda tanda infeksi saluran kemih lainnya, maka segera hubungi dokter. Meski memang urine yang terasa panas biasa disebabkan karena demam, iklim sekitar dan juga olahraga, namun hal ini juga bisa terjadi akibat beberapa penyakit tertentu yang cukup berbahaya sehingga sebaiknya segera ditangani khususnya jika urine yang terasa panas terjadi selama beberapa hari. Semoga ulasan kali ini bisa menambah informasi untuk anda.

Sponsors Link
>
, , , ,