Sponsors Link

5 Penyebab Urine Berbau Manis

Sponsors Link

Jika anda merasakan aroma manis atau seperti buah sesudah buang air kecil, maka ini mungkin sebuah pertanda kondisi medis yang serius. Ada banyak alasan kenapa urine berbau manis bisa terjadi. Bau tersebut dipengaruhi karena tubuh mengeluarkan bahan kimia ke dalam urin yang mungkin berasal dari glukosa, bakteri atau asam amino. Jika memang secara tiba tiba anda merasakan urin berbau harum, maka anda harus segera menghubungi dokter. Berikut ini akan kami berikan beberapa penyebab urine berbau manis yang harus anda waspadai.

ads

1. Infeksi Saluran Kemih

Penyakit infeksi saluran kemih merupakan infeksi yang sangat umum terjadi pada kandung kemih. Jika infeksi tersebut terjadi, maka bakteri harus melakukan perjalanan ke uretra yakni saluran tempat urin mengalir dari kandung kemih ke luar tubuh. Akibat anatomi, maka wanita lebih sering terkena infeksi ini.

Salah satu tanda pertama dari infeksi saluran kemih adalah urin yang berbau harum yang terjadi karena bakteri terbuang lewat urin. Sedangkan gejala lainnya adalah keinginan buang air kecil dan sensasi terbakar ketika buang air kecil atau saat buang air kecil terasa panas.

Dokter akan mendiagnosis ISK tersebut memakai urinalisis. Seseorang yang terkena ISK tersebut bisa membeli penghilang rasa sakit tanpa resep yang bisa membantu untuk mengatasi rasa sakit namun dokter juga bisa meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi.

2. Hiperglikemia dan Diabetes

Hiperglikemia terjadi pada saat seseorang memiliki kadar gula darah tinggi yang tidak normal. Gula darah tinggi merupakan tanda dari diabetes tipe 1 dan juga tipe 2.

Jika seseorang menderita diabetes, maka salah satu gejala yang bisa dialami adalah kencing berbau manis atau buah dan bahkan ada hubungan gagal ginjal dengan diabetes. Ini bisa terjadi karena tubuh sedang berusaha untuk menyingkirkan kelebihan gula darah dan membuang glukosa lewat urin.

Bagi orang yang belum didiagnosis menderita diabetes, gejala ini mungkin menjadi salah satu pertanda jika orang tersebut memiliki penyakit ini. Diabetes bisa didiagnosis dengan urinalisis dan juga tes darah. Bagi mereka yang didiagnosis, ini bisa menjadi tanda jika mereka salah mengatur kondisi.

Perawatan untuk diabetes akan tergantung dari jenis diabetes yang dimiliki. Anda mungkin harus memantau kadar glukosa darah sepanjang hari dan menggunakan suntikan insulin.

3. Ketoasidosis Diabetikum

Diabetic ketoacidosis [DKA] atau ketoasidosis diabetikum merupakan kondisi mematikan yang terjadi karena salah mengelola diabetes. Dalam banyak kasus, perkembangan DKA menjadi tanda bagaimana seseorang mengetahui jika memiliki diabetes.

DKA terjadi pada saat tubuh tidak memiliki glukosa dalam jumlah cukup dan harus membakar lemak untuk energi. Proses pembakaran lemak akan melepaskan keton yang menumpuk di dalam darah dan meningkatkan keasamannya. Pada dasarnya, ini merupakan keracunan darah yang bisa menyebabkan penderita koma dan juga kematian apabila tidak segera dirawat di ruang gawat darurat dengan terapi insulin.

Ketoasidosis diabetik biasanya terjadi pada penderita diabetes tipe 1 dan kondisi ini bisa didiagnosis dengan tes urine penyakit ginjal dan juga strip pengujian keton.

4. Foetor Hepaticus

Foetor hepaticus merupakan kondisi yang menyebabkan napas berbau manis namun juga bisa mempengaruhi urin. Foetor hepaticus merupakan efek samping dari hipertensi portal dan juga penyakit hati. Perawatan untuk penyakit ini bervariasi tergantung dari apa yang menyebabkan foetor hepaticus dan bisa termasuk pada pengobatan dan pembedahan.

Sponsors Link

5. Penyakit Urin Sirup Maple

Secara klinis, penyakit urin sirup maple ini dikenal sebagai ketoaciduria rantai bercabang yakni kelainan genetik langka. Seseorang yang mewarisi gen bermutasi dari masing masing orang tua akan terkena penyakit ini.

MSUD akan menghentikan tubuh dari memecah asam amino yang dibutuhkan untuk menjaga dan mempertahankan fungsi tubuh. Penyakit ini akan didiagnosis dengan menggunakan urinalisis, pengujian genetik dan juga metode skrining bayi baru lahir dengan gejala umum seperti urin berbau manis, kejang, pola makan yang buruk dan terlambat berkembang.

Jika penyakit ini tidak diobati, maka bisa menyebabkan kerusakan otak dan bahkan koma sehingga harus diatasi secepatnya.

Sponsors Link
>
, , ,