Sponsors Link

Penyebab dan Gejala Urgensi Urin

Sponsors Link

Sering buang air kecil menggambarkan peningkatan frekuensi buang air kecil yang lebih sering dibandingkan dengan frekuensi buang air kecil normal. Akan tetapi, sebetulnya tidak ada definisi jelas tentang arti kata dari sering pada saat berhubungan dengan seberapa sering seseorang buang air kecil. Sering buang air kecil atau urgensi urin bisa menjadi masalah pada saat keinginan buang air kecil sudah menyebabkan kesulitan dalam hidup seseorang.

Urgensi urin menggambarkan keinginan segera pergi ke kamar kecil secepatnya yang mungkin juga bisa disertai dengan rasa sakit, tidak nyaman di kandung kemih atau saluran kemih pada saat menahan berkemih.

Seseorang mungkin mempunyai masalah urgensi urin pada saat terkadang tidak bisa menahan buang air kecil sampai tiba di kamar mandi atau keinginan kencing yang tiba tiba dan harus dikeluarkan saat itu juga.

Masalah buang air kecil yang sering dan urgensi urin ini sering terjadi bersamaan dan anda mungkin merasa perlu buang air kecil serta keinginan tersebut yang datang mendesak.

Penyebab Urgensi Urin

Penyakit infeksi saluran kemih menjadi penyebab paling umum dari keinginan buang air kecil mendesak. Selain itu, ada beberapa penyebab lain dari urgensi urin, seperti:

  • Diabetes.
  • Minum terlalu banyak cairan.
  • Minum sesuatu yang mengandung alkohol atau kafein.
  • Pembesaran atau infeksi prostat.
  • Kehamilan khususnya di trimester ketiga pada saat terjadi tekanan di kandung kemih.
  • Kegelisahan.
  • Cistitis interstitial yakni infeksi kandung kemih kronis.
  • Infeksi vagina.
  • Kandung kemih overaktif.
  • Pemakaian obat diuretik yang menyebabkan cairan keluar terlalu banyak.

Selain itu, ada beberapa penyebab lain yang jarang terjadi namun tetap bisa mengakibatkan buang air kecil mendesak, seperti:

  • Tumor.
  • Stroke atau gangguan sistem saraf lain.
  • Kanker kandung kemih.
  • Terapi radiasi ke daerah panggul.
  • Kerusakan atau cedera di saluran kemih.
  • Divertikulitis.

Bahkan, urgensi urin ini juga bisa mengganggu tidur dan menyebabkan anda sering terbangun di malam hari yang disebut dengan nocturia. Nocturia ini biasanya akan terjadi seiring dengan bertambahnya usia sebab tubuh berhenti memproduksi hormon yang mencegah buang air kecil di malam hari dalam proses terbentuknya urine.

Kandung kemih akan kehilangan elastisitas dengan bertambahnya usia sehingga seseorang akan semakin sulit menahan buang air kecil untuk waktu yang lama.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Ada kemungkinan jika seseorang mengalami urgensi urin atau kandung kemih cepat penuh tidak disertai dengan kondisi medis lain dan ini adalah hal normalterjadi. Akan tetapi dalam kebanyakan kasus, buang air kecil sering juga bisa disebabkan karena kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Jika anda mengalami kondisi urgensi urin yang disertai dengan salah satu gejala berikut, maka segera hubungi dokter.

  • Rasa sakit di perut atau pinggang.
  • Masalah kencing yang bisa berpengaruh pada aktivitas.
  • Saat buang air kecil keluar darah.
  • Urin berwarna keruh dan bau tidak sedap.
  • Demam, kelelahan atau kedinginan.
  • Berat badan menurun drastis.
  • Nafsu makan meningkat dan haus berlebihan.
  • Keluar cairan tidak normal dari alat kelamin.

Selain itu, anda juga harus segera periksa ke dokter jika memang bangun lebih dari tiga kali setiap malam hanya untuk buang air kecil atau dengan kata lain sering kencing dan haus.

Penanganan Urgensi Urin

Rencana penanganan awal urgensi urin atau buang air kecil sering akan tergantung dari penyebab yang mendasari. Pemberian antbiotik bisa membantu membasmi bakteri jika memang disebabkan karena infeksi bakteri. Selain itu, perubahan gaya hidup seperti memantau konsumsi cairan dan output urin atau menyesuaikan pemakaian obat bisa membantu untuk beberapa penderita.

Dokter nantinya juga akan memberikan rencana perawatan untuk mengatasi kondisi medis penyebab urgensi urin tersebut.

Sponsors Link
>
, , , ,