Sponsors Link

Ureteroskopi – Pengertian, Cara Kerja, Komplikasi dan Perawatan

Sponsors Link

Ginjal adalah organ tubuh yang harus dijaga kesehatannya. Hal ini karena ginjal memiliki fungsi yang vital dan tidak bisa digantikan oleh organ apapun juga. Namun ironisnya banyak jenis penyakit ginjal yang bisa mengancam kesehatan ginjal. Salah satunya adalah penyakit batu ginjal, yaitu kondisi dimana muncul material keras menyerupai batu yang ada di dalam ginjal. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengobati batu ginjal, salah satunya adalah dengan operasi. Salah satu jenis operasi batu ginjal yang bisa dijalani adalah ureteroskopi. Inilah penjelasan tentang ureteroskopi yang wajib untuk diketahui.

ads

Pengertian Ureteroskopi

Ureteroskopi merupakan prosedur medis untuk memeriksa saluran kemih. Tujuannya adalah untuk mendeteksi berbagai penyakit yang mungkin menyerang saluran kemih seperti penyakit infeksi saluran kemih atau bahkan kanker kandung kemih. Ada banyak penyebab infeksi saluran kemih yang harus diwaspadai, salah satunya adalah infeksi ginjal, baik infeksi ginjal kiri atau sebelah kanan. Bakteri yang menginfeksi ginjal telah menyebar dan menyebabkan infeksi pada saluran kemih. Ureteroskopi sangat bermanfaat untuk menghilangkan batu yang ada di dalam ginjal. Jika ada tumor yang tumbuh di dalam ginjal, ureteroskopi bisa membantu menghilangkannya. Jika batu ginjal telah bergerak menuju ureter, maka bisa disembuhkan dengan cepat dengan metode ini.

Ureteroskopi dilakukan dengan bantuan endoksop, sebuah tabung kecil yang bentuknya mirip teleskop fleksibel. Pada ujung tabung ini terdapat kamera mikro yang akan membantu mendeteksi penyakit. Alat ini kemudian dimasukkan ke dalam ureter hingga ke kandung kemih pasien. Ureteroskopi juga dapat disebut dengan endoskopi saluran kemih bagian atas.

Siapa yang Harus Menjalani Ureteroskopi?

Ureteroskopi adalah prosedur yang tidak dijalani sembarang orang. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang harus menjalani ureteroskopi, terutama yang berkaitan dengan saluran kemih. Kondisi tersebut antara lain adalah:

  • Pasien batu ginjal.
  • Infeksi saluran kemih pada wanita dan pria.
  • Hematuria
  • Adanya benda asing yang ditemukan setelah menjalani tes urine.
  • Penyumbatan pada saluran kemih.
  • Ditemukannya polip atau daging tumbuh pada saluran kemih.
  • Ditemukan tumor pada saluran kemih.
  • Kanker saluran kemih.

Cara Kerja Ureteroskopi

Secara umum, ureteroskopi bukanlah sebuah tindakan pengobatan, namun adalah sebuah tindakan diagnostik untuk mendeteksi berbagai macam penyakit yang mungkin muncul pada saluran kemih. Meskipun demikian, tindakan ini banyak dipilih untuk mengobati batu ginjal yang rendah resiko. Cara kerjanya adalah dengan mengeluarkan batu dengan tang atau keranjang kawat ukuran kecil, kemudian dipasang pada alat yang digunakan. Batu ginjal dapat dikeluarkan secara utuh tanpa menimbulkan luka. Namun jika ukuran batu ginjal cukup besar, akan dihancurkan terlebih dahulu sebelum dikeluarkan.

Jika batu ginjal telah bergerak ke saluran kemih atau ureter yang letaknya dengan dengan kandung kemih, metode ini dapat dipilih untuk mengeluarkan batu tersebut. Cara kerjanya adalah dengan mendorong batu masuk kembali ke ginjal, lalu dipecah menjadi bagian yang lebih kecil dengan cara litotripsi. Ini dilakukan untuk mengeluarkan batu ginjal dengan lebih mudah.

Sponsors Link

Komplikasi Ureteroskopi

Ureteroskopi menjadi pilihan penderita batu ginjal karena dinilai aman dan mudah. Bagaimana tidak, ureteroskopi tidak seperti operasi yang melibatkan obat bius dan pembedahan. Dari segi biaya, ureteroskopi juga lebih murah dari operasi batu ginjal. Perawatannya pun juga lebih mudah dan sederhana. Namun bukan berarti metode ureteroskopi 100 persen aman dan tanpa resiko. Dalam pelaksanaan prosedur ini, akan muncul berbagai kemungkinan komplikasi yang mungkin muncul. Inilah berbagai komplikasi yang muncul akibat ureteroskopi:

  • Infeksi saluran kemih yang terjadi karena masuknya bakteri baru dari luar saat batu ginjal akan dikeluarkan.
  • Pendarahan karena dinding saluran kemih terkena alat yang digunakan untuk ureteroskopi.
  • Luka pada ureter yang disebabkan oleh alat atau sebab lainnya.
  • Sakit perut, mual, dan muntah karena masuknya benda asing ke dalam tubuh.

Komplikasi semacam ini memang tidak diharapkan. Namun pasien batu ginjal atau seseorang yang akan menjalani ureteroskopi harus mewaspadai munculnya komplikasi tersebut.

Sponsors Link

Perawatan Ureteroskopi

  • Diet yang tepat

Makan makanan yang baik untuk meningkatkan fungsi ginjal serta membantu memulihkan kondisi kesehatan setelah menjalani ureteroskopi. Seperti memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.

  • Melakukan pemeriksaan secara rutin

Meski batu ginjal sudah terangkat, pasien tetap harus menjalani pemeriksaan secara rutin. Hal ini untuk memastikan tidak ada komplikasi pada ginjal setelah prosedur ini dilakukan.

  • Meminum obat yang diberikan dokter

Setelah uretersokopi, biasanya pasien tetap diberikan obat oleh dokter. Obat ini memiliki berbagai macam fungsi, salah satunya untuk meningkatkan kesehatan ginjal.

Itulah penjelasan lengkap mengenai ureteroskopi yang harus diketahui oleh setiap orang. Menjaga kesehatan ginjal adalah hal penting yang harus dilakukan. Ada banyak cara merawat ginjal yang bisa dilakukan, antara lain dengan cara berhenti merokok dan menghindari minuman beralkohol. Penderita ginjal harus menyadari bahaya alkohol bagi ginjal yang efeknya sangat buruk. Kedua hal tersebut memang kebiasaan buruk yang bisa merusak ginjal, namun sangat sulit untuk dihentikan. Terapkan gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga, istirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi dengan kandungan gizi yang seimbang.

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :