Sponsors Link

Ureterolithiasis : Penyebab, Gejala, Jenis, Pengobatan, Komplikasi

Sponsors Link

Ada beberapa jenis Penyakit Sistem Kemih. Salah satunya yang menyerang ureter, misalnya ureterolithiasis. Gangguan ini adalah salah satu jenis gangguan batu saluran kemih. Kebanyakan kasusnya adalah batu ginjal yang turun ke ureter. Walau batu di ureter kemungkinan dapat terdorong turun dan keluar bersama urine, namun batu di ureter bisa jadi terjebak di sana. Atau, berhasil turun ke kandung kemih, namun berubah menjadi batu kandung kemih dan membesar di sana. Sehinga, bagaimanapun juga gangguan batu ureter ini perlu ditangani.

ads

Penyebab

Gangguan ureterolithiasis disebabkan oleh adanya penumpukan zat sisa di ginjal yang kemudian mengeras atau mengkristal membentuk batu ginjal. Batu ginjal dalam ukuran kecil bisa terdorong keluar oleh air dan turun ke ureter. Batu di ureter yang tidak dapat turun inilah yang menyebabkan batu ureter. Adapun ukuran dari batu ini juga bervariasi. Ada yang ukurannya sangat kecil, namun ada juga yang ukurannya hingga mencapai centimeter.

Gejala

Gejala dari ureterolithiasis itu sendiri ada bermacam-macam. Jika ukuran batu belum cukup besar, maka kemungkinan gejala ringan yang akan dirasakan. Namun jika batu sudah menyumbat sistem kemih karena ukurannya yang sudah besar, berikut beberapa gejala yang bisa terjadi.

  • rasa sakit yang berlebihan pada pinggang, nausea
  • demam
  • mual dan muntah
  • hematuria
  • urine keruh
  • kesulitan berkemih

Jenis

Adapun Jenis Jenis Batu Ginjal yang menyebabkan gangguan ureterolithiasis dibedakan berdasarkan material penyusunnya, antara lain sebagai berikut.

  • Batu kalsium
  • Batu struvit
  • Batu asam urat
  • Batu sistin
  • Batu xanthine

Faktor Risiko

Pembentukan batu pada sistem kemih diperkuat dengan beberapa faktor risiko, seperti berikut.

  • Faktor genetik
  • Penyakit Infeksi Saluran Kemih
  • Jenis kelamin, dimana pria lebih berpotensi
  • Kurang minum
  • Kurang aktivitas fisik
  • Makanan yang tidak diatur nutrisinya
  • Orang yang tinggal di kota dengan suhu panas lebih berpotensi

Komplikasi

Jika gejala gangguan pada sistem kemih terjadi, ada baiknya segera periksakan ke dokter. Jika penyebabnya adalah ureterolithiasis, maka jika tidak diobati atau diatasi dengan baik dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang seperti:

  • Komplikasi akut, seperti kehilangan ginjal, kebutuhan transfusi, avulsi ureter, sepsis, trauma vaskuler, infeksi saluran kemih, infeksi luka operasi, hematuria, bahkan kematian.
  • Komplikasi jangka panjang, seperti gagal ginjal akut hingga gagal ginjal kronis dan striktur atau penyempitan saluran kemih.
Sponsors Link

Diagnosis

Diagnosis ureterolithiasis tidak jauh berbeda dengan diagnosis penyakit saluran kemih lainnya, dimana pasien akan diperiksa dengan beberapa cara.

  • Urinalisa
  • Tes urine (24 jam)
  • Survei biokimia
  • Kadar klorida dan bikarbonat serum
  • Tes darah lengkap
  • Foto rontgen
  • IVP
  • USG gonjal

Pengobatan

Ada beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan dan perlu disesuaikan dengan ukuran batu ureter.

  • Medikamentosa, dilakukan pada kasus batu yang ukurannya kurang dari 5 mm. Batu diharapkan bisa terdorong dan keluar sendiri dengan banyak minum air dan sejumlah obat diuretik.
  • ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsi), mempergunakan alat pemecah batu saluran kemih agar bisa menjadi kepingan kecil dan bisa dikeluarkan sendiri dengan banyak minum air dan obat diuretik.
  • Ekstraksi Dormia, Mengeluarkan batu ureter dengan menjaring batu ureter dengan keranjang Dormia.
  • Bedah, Jenis Operasi Batu Ginjal bisa dilakukan untuk mengambil batu. Biasanya dilakukan pada kasus yang sudah cukup parah dengan ukuran batu yang besar.

Demikianlah penjelasan ureterolithiasis yang perlu diketahui sebagai informasi penyakit di saluran kemih. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , ,