Sponsors Link

Jenis dan Proses Uji Bersihan Kreatinin

Sponsors Link

Uji bersihan kreatinin atau pembersihan kreatinin berguna untuk memberikan informasi penting seputar organ ginjal. Kreatinin merupakan limbah dalam darah yang diperoleh dari metabolisme otot dan sebagian besar diperoleh ketika mengkonsumsi daging. Ciri ciri ginjal sehat tentunya bisa menyaring kreatinin serta limbah yang ada di dalam darah dimana limbah tersebut akan dibuang lewat urin. Kemampuan ginjal dalam menyaring kreatinin dinamakan dengan laju pembersihan kreatinin yang membantu untuk memperkirakan laju filtrasi glomerular yakni laju kecepatan darah yang mengalir ke dalam ginjal.

ads

Apabila ginjal gagal berfungsi, maka kadar kreatinin akan meningkat dan menumpuk di dalam darah dan akibat kreatinin tinggi akan terjadi. Serum kreatinin mengukur kadar kreatinin dalam darah kemudian memberikan kalkulasi tentang seberapa baik ginjal bekerja dalam menyaring. Sedangkan tes urin kreatinin bisa mengukur kadar kreatinin yang ada dalam urin. 2 cara utama yang biasa dipakai dokter untuk tes kreatinin adalah:

  1. Creatinine Clearance

Creatinine clearance atau uji bersihan kreatinin bisa ditentukan secara tepat dengan memakai sample urin yang dikumpulkan 24 jam sebelumnya. Dokter akan meminta urin dalam wadah plastik khusus selama 1 hari yang kemudian diuji kadar kreatinin dalam sample tersebut. Meski cara ini kurang nyaman, akan tetapi harus dilakukan agar diagnosa tentang beberapa kondisi ginjal bisa didapat khususnya penyebab kreatinin ginjal naik.

  1. GFR

GFR bisa dilakukan memakai kadar kreatinin dalam darah yang akan dimasukkan dokter dalam sebuah formula. Formula yang dipakai nantinya berbeda beda menyesuaikan umur, jenis kelamin dan terkadang juga disesuaikan dari berat badan dan etnis pasien. Semakin tinggi kadar kreatinin dalam darah, maka laju filtrasi ginjal dan pembersihan kreatinin juga semakin rendah. Untuk beberapa kondisi tertentu, metode estimasi tes darah untuk GFR biasanya lebih umum dipakai dibandingkan dengan tes sample urin untuk uji bersihan kreatinin.

Waktu Melakukan Uji Bersihan Kreatinin

Uji serum kreatinin untuk mengukur kadar kreatinin dalam darah nantinya bisa menjelaskan apakah ginjal masih bekerja dengan baik. Sedangkan seberapa sering uji bersihan darah ini harus dilakukan akan tergantung pada kondisi yang mendasari kenapa tes darah tersebut harus dilakukan dan juga risiko kerusakan ginjal yang mungkin saja terjadi. Untuk contoh waktu melakukan uji bersihan kreatinin adalah:

  • Apabila memiliki diabetes tipe 1 dan 2, maka dokter kemungkinan akan merekomendasikan tes kreatinin setidaknya 1 kali setahun.
  • Jika memiliki gangguan ginjal, dokter biasanya akan menyarankan untuk rutin melakukan tes kreatinin agar kondisi bisa diawasi.
  • Jika memiliki penyakit lain yang berkaitan dengan kinerja ginjal seperti diabetes atau darah tinggi atau sedang menjalani pengobatan yang berpengaruh pada ginjal, maka dokter akan menyarankan untuk menjalankan tes kreatinin.

Obat yang Harus Dihentikan

Agar tidak mempengaruhi tes, maka petugas medis kemungkinan akan meminta anda untuk menghentikan mengkonsumsi beberapa jenis obat secara sementara waktu seperti: 

Sponsors Link

  • Obat obatan kemoterapi seperti cisplatin.
  • Aminoglikosoda seperti gentamicin.
  • Cimetidine.
  • Obat yang bisa merusak ginjal seperti cephalosporin contohnya cephalexin.
  • Trimethoprim. Nonsteroidal anti inflammatory durgs [NSAIDs].

Proses Uji Bersihan Kreatinin

Tenaga medis yang bertugas nantinya akan mengambil darah pasien dengan menggunakan beberapa langkah, yakni: 

Sponsors Link

  • Melilitkan sabuk elastis di lengan bagian atas untuk menghentikan aliran darah sehingga pembuluh darah di bawah ikatan membesar dan memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke pembuluh.
  • Membersihkan bagian yang akan disuntik dengan alkohol.
  • Menyuntikkan jarum ke pembuluh darah yang kemungkinan butuh lebih dari satu jarum.
  • Memasang tabung ke jarum suntik yang kemudian diisi dengan darah.
  • Melepaskan ikatan dari lengan sesudah pengambilan darah dirasa cukup.
  • Menempelkan kain kasa atau kapas pada bekas suntik sesudah selesai.
  • Memberikan tekanan di bagian tersebut dan memasang perban.

Sabuk elastis yang direkatkan kemungkinan terasa ketat namun ketika jarum suntik masuk maka terasa dan rasa menyengat juga lebih cepat hilang. Nantinya perban bisa dilepas antara 20 hingga 30 menit sesudah tes. Penjadwalan untuk menerima dan mendiskusikan hasil akan dilakukan dan dokter akan menjelaskan tentang hasil yang ditemukan selama tes sehingga aturan dokter harus diikuti.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan