Sponsors Link

Pengertian Trauma Ginjal – Diagnosis – Pengobatan – Komplikasi

Sponsors Link

Trauma merupakan sebuah kondisi yang bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh atau organ tubuh karena penyebab yang berasal dari bagian luar tubuh. Salah satu jenis trauma yang bisa terjadi tersebut adalah ginjal yakni salah satu dari macam macam penyakit ginjal dimana trauma ginjal terjadi rata rata 1 hingga 5% dari semua trauma yang biasanya kaum laki laki lebih beresiko terkena trauma ini dibandingkan dengan wanita. Meski trauma ginjal bisa mengancam jiwa, akan tetapi umumnya trauma ginjal bisa dikelola secara konervatif.

ads

Proses Terjadinya Trauma Ginjal

Proses terjadinya trauma pada organ ginjal bisa terjadi karena dua faktor yakni trauma tumpul dan juga trauma tajam. Trauma tumpul umumnya terjadi karena kecelakaan berkendara, olahraga dan sebagainya. Sedangkan untuk trauma tajam biasanya terjadi karena luka tembak atau luka tusuk sehingga gangguan ginjal terjadi.

Diagnosis Trauma Ginjal

Beberapa ganggua yang biasanya ditemukan dalam pemeriksaan trauma ginjal diantaranya adalah:

  • Hematuria
  • Ekimosis flank
  • nyeri flank
  • Anrasi flank
  • Fraktur costa
  • Abdominal tenderness
  • Distensi abdomen dan,
  • Massa abdomen.

Diagnosis yang dilakukan untuk pasien trauma ginjal umumnya ada;ah menangani jalan nafas, mengontrol pendarahan yang terjadi dan juga penanganan syok akibat ginjal rusak. Sedangkan untuk pemeriksaan fisik lebih lanjut biasanya akan dilakukan jika pasien sudah dalam kondisi yang stabil. Apabila memang dicurigai sudah terjadi trauma ginjal, maka beberapa pemeriksaan akan dilakukan untuk diagnostik lebih lanjut seperti:

  1. Pemeriksaan Laboratorium

Urin pasien yang dicurigai terkena trauma ginjal nantinya akan diperiksa secara makros atau memakai dipstick. Sedangkan untuk pemeriksaan meatokrit serial akan dilakukan jika terjadi kehilangan darah namun tidak bisa dipastikan hal tersebut terjadi karena trauma ginjal atau disebabkan karena trauma lainnya. Sementara untuk pemeriksaan kreatinin akan dilakukan untuk melihat penurunan fungsi ginjal karena trauma.

  1. Pemeriksaan Radiografi

Pasien dengan trauma tumpul ginjal dan hematuri makros atau mikroskopik disertai dengan hipotensi nantinya juga harus menjalani pemeriksaan radiografi. Pemeriksaan radiografi ini nantinya akan direkomendasikan untuk pasien dengan riwayat trauma deselerasi. Semua pasien dengan hematuri akibat trauma tumpul atau trauma tajam juga akan membutuhkan imaging pada ginjal.

Pengobatan Trauma Ginjal

Untuk pasien trauma ginjal stabil yakni trauma tumpul antara grade 1 sampai 4 dan tidak memperlihatkan ciri ciri penyakit ginjal kronis, maka akan ditangani secara konservatif yakni bed rest, pemberian antibiotik dan juga monitoring tanda tanda vital. Sedangkan untuk pasien stabil yakni trauma tajam antara grade 1 hingga 3, maka akan ditangani secara elektif meliputi tindakan operasi dengan indikasi seperti:

  • Hemodinamik tidak dalam keadaan stabil
  • Eksplorasi trauma yang menyertai
  • Hematome yang semakin luar pada saat eksplorasi
  • Trauma grade V
  • Keadaan ginjal pre trauma yang membutuhkan tindakan bedah
  • Rekonstruksi ginjal yang perl dilaksanakan untuk mengendalikan pendarahan dan juga jumlah parenkim dengan ciable cukup. 
    Sponsors Link

Komplikasi Operasi Trauma Ginjal

Fungsi ginjal nantinya juga bisa mengalami penurunan fungsi sesudah rekonstruksi dilakukan. Berkurangnya fungsi ginjal tersebut terjadi karena cedera pembuluh darah dan parenkim ginjal, trauma penyerta yang kronis dan juga shock yang terjadi karena darah terlalu banyak hilang. Untuk pasien yang dirawat secara konservatif nantinya bisa mengalami komplikasi dalam waktu cepat ataupun tertunda.

Komplikasi biasanya terjadi dalam waktu 4 minggu sesudah trauma berbentuk pendarahan tertunda, abses, ekstravasasi urin, fistel urin, hipertensi dan juga sepsis. Sedangkan untuk komplikasi lambat umumnya berupa hipertensi, pembentukan batu ginjal, hidronefrosis, pielonefritis dan juga nyeri yang bersifat kronis. 

Sponsors Link

Untuk komplikasi berupa pendarahan tertunda yang terjadi beberapa minggu sesudah trauma atau operasi nantinya bisa berakibat fatal sehingga dibutuhkan antisipasi dan juga harus dilakukan tindakan. Pemeriksaan IVP nantinya akan dilakukan 3 bulan sesudah trauma ginjal berat untuk memeriksa adanya hidronefrosis, atrofi ginjal, proteinuria dan juga kelainan anatomi lain yang mungkin saja terjadi sekaligus untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya. Selain itu, beberapa pemeriksaan juga akan dilakukan seperti memeriksa tekanan darah, pemeriksaan fisik, urinalisis dan juga kreatinin serum secara teratur setiap 3 bulan sekali.

Sponsors Link
>
, , ,