Sponsors Link

Transplantasi Ginjal: Pengertian, Tahapan dan Resikonya

Sponsors Link

Gagal ginjal merupakan penyakit ginjal yang cukup sering terjadi. Penyebab ginjal rusak atau gagal ginjal biasanya karena racun logam berat yang berlebih di dalam darah, alkohol dan lainnya. Penderita gagal ginjal perlu mendapatkan pengobatan secepatnya. Karena jika terlambat, nyawa pasien bisa terancam. Salah satu ancaman dari penyakit gagal ginjal yang berbahaya bagi pasien adalah kondisi uremia atau kondisi ketika kadar urea nitrogen dalam darah mengalami peningkatan. Kondisi ini bisa memperparah kesehatan pasien dan dampaknya bisa berujung pada kematian. Oleh karena itu, pasien gagal ginjal harus mendapat pertolongan secepatnya. Proses hermodialisis atau cuci darah merupakan salah satu langkah yang dapat diambil untuk melakukan pertolongan pada pasien gagal ginjal. Manfaat cuci darah ada banyak sekali, meskipun begitu, cuci darah tetap tidak bisa menyembuhkan gagal ginjal secara total. Transplantasi ginjal adalah langkah yang tepat dalam menyembuhkan penyakit ginjal rusak. Artikel ini akan membahas tentang Transplantasi Ginjal dan segala aspeknya.

ads

Apa Itu Transplantasi Ginjal?

Transplantasi ginjal adalah proses transfer ginjal yang sehat dari tubuh pendonor ke tubuh orang lain yang ginjalnya mengalami kerusakan. Tidak seperti organ yang lain, seseorang masih dapat hidup dengan hanya satu ginjal. Maka dari itu donor ginjal dapat dilakukan. Donor ginjal biasanya didapat dari keluarga dekat. Hal ini dikarenakan jaringan serta golongan darah dari keluarga dekat masih dianggap cocok dengan penerima donor.

Siapa Saja yang Dapat Mendonorkan Ginjalnya?

Semua orang bisa menjadi pendonor ginjal. Selama ginjal mereka cocok dengan si penerima donor dan telah melakukan persetujuan sebelumnya. Berdasarkan situs transplant.surgery.ucsf.edu ada dua kelompok besar orang yang dapat menjadi pendonor, yaitu orang yang masih hidup dan orang yang sudah meninggal.

1. Pendonor yang Masih Hidup (Living Donor)

Keluarga dekat seperti paman, bibi, orangtua, sepupu, anak (yang usianya di atas 18 tahun), pasangan atau bahkan kerabat terkadang bersedia untuk mendonorkan ginjal mereka. Orang-orang ini disebut pendonor yang masih hidup atau living donor. Mereka harus berada di dalam kondisi yang sehat, mengetahui apa itu transplantasi ginjal dan setuju jika ginjal mereka dijadikan donor.

2. Pendonor yang Berpenyakit Kronis atau Sudah Meninggal (Deceased Donor)

Donor dari jenis ini biasanya berasal dari orang yang mengalami mati otak atau brain death. Mati otak adalah kondisi ketika otak tidak lagi dapat berfungsi secara permanen. Sehingga organ-organ lain perlahan juga akan berhenti bekerja. Kondisi mati otak juga sering dianggap sebagai kematian. Donor ginjal dapat berasal dari pasien penyakit ini. Begitu keluarga pasien brain death setuju memberikan ginjal pasien tersebut kepada yang membutuhkan, selanjutnya dokter akan melepasnya dari tubuh pasien dan menyimpannya hingga menemukan penerima ginjal yang cocok.

Tahapan dalam Melakukan Transplantasi Ginjal

Paling tidak ada tiga tahapan yang harus dilalui oleh pasien dalam melakukan transplantasi ginjal, yaitu tahap sebelum operasi atau pra operasi, tahap operasi dan tahap setelah operasi atau pasca operasi.

1. Tahap Pra Operasi

Tahap ini adalah tahap pertama, ketika pasien yang membutuhkan donor menunggu hasil tes pendonornya. Pendonor baik living donor maupun deceased donor perlu menjalani serangkaian tes untuk mengetahui tingkat kecocokan ginjal si pendonor dengan tubuh pasien. Misalnya saja tes golongan darah. Ketentuan kecocokan golongan darah antara si pendonor dengan yang menerima donor adalah sebagai berikut:

  • Jika penerima donor bergolongan darah A, maka pendonor harus bergolongan darah A atau O
  • Jika penerima donor bergolongan darah B, maka pendonor harus bergolongan darah B atau O
  • Jika penerima donor bergolongan darah O, maka pendonor harus bergolongan darah O
  • Jika penerima donor bergolongan darah AB, maka pendonor dapat dari golongan darah A, B, AB atau O

Selain tes darah, pendonor juga harus menjalani tes lainnya yang disesuaikan pada umur, jenis kelamin, penyebab gagal ginjal dan faktor lainnya, seperti tes kecocokan jaringan dan tes berikut:

Sponsors Link

  • Tes kesehatan secara umum: tes metabolisme, studi pembekuan (coagulation), kolonoskopi, tes kanker serviks pada wanita dan tes prostat pada pria.
  • Pemeriksaan kardiovaskular: elektrokardiogram, tes tingkat stres, echocardiogram
  • Pemeriksaan paru-paru: Sinar-X pada dada, spirometri

2. Tahap Operasi atau Transplantasi Ginjal

Jika serangkaian tes telah dilakukan dan akhirnya mengalami kecocokan, langkah selanjutnya adalah melakukan operasi atau transplantasi ginjal. Anestesi biasanya diberikan terlebih dahulu kepada pasien sebelum melakukan operasi. Transplantasi ginjal dapat berlangsung selama 2 -4 Jam. Jenis operasi ini adalah heterotopik, yang artinya posisi ginjal yang baru tidak berada pada posisi ginjal semula. Ginjal yang baru ditempatkan di dekat pinggul. Ginjal yang lama biasanya tidak dilepas. Namun jika ginjal yang lama dapat menyebabkan masalah yang serius seperti infeksi, tekanan darah yang tinggi serta yang lainnya, maka ginjal yang lama terpaksa dilepas. Komplikasi bisa terjadi setelah operasi seperti:

  • Infeksi atau pendarahan
  • Sirkulasi darah ke ginjal baru yang terhambat dan aliran urin dari ginjal baru yang terhambat.
Sponsors Link

3. Tahap Pasca Operasi

Pada tahapan ini dilakukan pengawasan dan monitoring kepada pasien yang menerima donor ginjal. Pasien perlu diamati karena biasanya setelah operasi, tubuh pasien akan mengalami penolokan terhadap ginjal baru karena dianggap sebagai objek asing. Penolakan ini merupakan hal yang wajar. Sebanyak 30% pasien yang melakukan transplantasi ginjal pernah mengalaminya dan biasanya akan selesai dalam enam bulan.

Demikianlah pembahasan mengenai Transplantasi Ginjal dan segala aspek yang berkaitan dengannya. Jika telah menemukan donor yang tepat, maka transplantasi ginjal perlu segera dilakukan karena berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien. Jika ditunda terus menerus, dapat menyebabkan kematian pada pasien gagal ginjal.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan