Sponsors Link

Tes Urine Penyakit Ginjal yang Biasa Dilakukan

Sponsors Link

Ginjal adalah organ tubuh dalam sistem ekskresi yang bertugas untuk menyaring darah dan membuang limbah dari darah dalam bentuk urine (Proses Terbentuknya Urine). Ginjal bisa juga terganggu dan menciptakan berbagai penyakit ginjal. Tentunya penyakit ginjal harus didiagnosis secepatnya agar bisa mendapatkan pengobatan yang tepat. Ginjal yang terganggu biasanya didiagnosis dari tes urine mengingat urine adalah hasil akhir dari proses yang ada di ginjal. Berikut beberapa tes urine penyakit ginjal yang perlu diketahui.

ads

Tes Urine untuk Deteksi Penyakit Ginjal

Tes urine merupakan salah satu prosedur yang sering dilakukan untuk mengetahui mengenai beberapa kondisi di tubuh. Tes urine sederhana mungkin biasa dilakukan misalnya untuk mendeteksi kehamilan melalui urine. Namun, tidak hanya itu, tes urine dilakukan juga untuk mendeteksi adanya penyakit ginjal dari .Perbedaan Urine Normal dan Abnormal.

Tes urine semacam ini dilakukan dengan mengambil beberapa sampel urine. Sampel tersebut perlu dikoleksi selama 24 jam penuh dan ini biasanya disebut tes urine 24 jam. Tujuannya adalah agar mendapatkan hasil yang lebih akurat. Selain itu untuk mengetahui juga berapa banyak urine yang dikeluarkan dalam satu hari. Beberapa tes urine yang dimaksud adalah dengan metode tertentu, yaitu sebagai berikut

  • Urinalisis

Urinalisis dilakukan dengan memeriksa sampel urine secara mikroskopis dan uji dipstick. Uji dipstick adalah pengolahan secara kimia dari sampel urine yang didapatkan. Uji ini akan menunjukkan perubahan warna sehingga warna itu bisa mengindikasikan kelainan tertentu dari urine. Perubahan warna pada uji dipstick ini dapat mengindikasikan beberapa penyakit dari sistem kemih, termasuk gagal ginjal, infeksi saluran kemih, batu ginjal, diabetes, dan sebagainya.

  • Protein urine

Tes urine penyakit ginjal lainnya adalah protein urine. Tes ini dilakukan juga berdasarkan bagian tes dari uji dipstik. Namun juga bisa dilakukan secara terpisah dari uji dipatick. Tes protein ini dilakukan untuk mendeteksi kelebihan protein di dalam urine atau yang disebut sebagai kondisi proteinuria (Urine Mengandung Protein). Tes ini dilakukan secara kuantitatif seperti mendapatkan rasio dari kreatinin albumin.

  • Mikroalbuminuria

Tes selanjutnya untuk mendeteksi gangguan pada ginjal adalah dengan tes mikroalbuminuria. Tes ini merupakan tes yang lebih spesifik dan lebih sensitif dari tes dipstick. Tujuannya adalah untuk mendeteksi protein di dalam urine yang lebih spesifik. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi gangguan ginjal, terutama bagi pasien yang memiliki riwayat hipertensi atau diabetes. Mereka perlu menjalani tes ini jika tes dipstick standar menunjukkan proteinuria negatif.

Sponsors Link

  • Perbandingan kreatinin

Perbandingan kreatinin merupakan tes urine dengan tujuan membandingkan kreatinin di dalam sampel urine pasien. Tes ini menggunakan tes sampel urine 24 jam. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informaai mengenai berapa banyak darah yang disaring oleh ginjal per menitnya. Hal ini akan menunjukkan mengenai apakah ginjal bekerja dengan normal atau tidak. Karena Akibat Kreatinin Tinggi juga bisa menyebabkan gangguan berbahaya bagi tubuh.

Itulah beberapa tes urine penyakit ginjal yang bisa dilakukan untuk mendeteksi gangguan ginjal. Ketahui juga beberapa Penyakit Ginjal yang bisa terjadi. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan