Sponsors Link

Prosedur Tes Protein Urin 24 Jam dan Fungsinya

Sponsors Link

Tes protein urin 24 jam berguna untuk memeriksa berapa banyak penyebab adanya protein dalam urin dan membantu untuk mendeteksi penyakit atau masalah lain. Tes ini terbilang sederhana dan tidak invasif di mana sampel urin akan dikumpulkan dalam satu atau lebih wadah dalam waktu 24 jam. Wada tersebut harus disimpan dalam lingkungan yang dingin dan kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis serta protein dalam urin akan diperiksa oleh spesialis.

ads

Pada saat jumlah urin mengandung protein lebih tinggi dari normal ada di urin, maka hal ini disebut dengan proteinuria yang sering menjadi tanda dari kerusakan dan penyakit ginjal khususnya pada anak anak. Tingkat protein mungkin akan lebih tinggi ketika siang hari dibandingkan dengan malam hari. Beberapa faktor lain seperti olahraga ekstrem juga bisa berpengaruh pada hasil tes urin tersebut.

Fungsi Tes Urin 24 Jam

Tes urin 24 jam ini diberikan ketika pasien memiliki gejala glomerulonefritis atau sindrom nefrotik. Jenis penyakit ginjal lain atau kondisi lain yang bisa mempengaruhi ginjal juga menjadi alasan kenapa tes ini akan dilakukan, termasuk:

  • Diabetes tidak terkontrol.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Lupus.
  • Skrining preeklampsia selama kehamilan.

Tes urin 24 jam terdiri dari beberapa sampel urin yang diambil selama 24 jam. Ini berbeda dengan tes rasio protein ke kreatinin yang hanya memakai satu sampel urin saja. Tes protein urin 24 jam bisa diberikan sebagai tindak lanjut dari tes rasio protein ke kreatinin positif.

Bagaimana Tes Ini Diberikan?

Tes ini tidak membutuhkan apa pun selain buang air kecil normal serta tidak ada risiko yang juga terlibat sama seperti tes urine penyakit ginjal. Tes ini bisa dilakukan di rumah sakit di mana pasien akan diberikan satu atau lebih wadah untuk mengumpulkan urin dan menyimpan urin selama 24 jam.

Umumnya pengumpulan urin akan dimulai pagi hari dan pasien tidak akan menyimpan urin selama perjalanan pertama ke kamar mandi. Sebaliknya, siram dan mulai melacar waktu dan akan mengumpulkan sisa urin selama 24 jam berikutnya.

Urin akan disimpan dari periode waktu 24 jam di lingkungan yang sejuk. Urin tersebut bisa disimpan di lemari es atau di atas es dalam pendingin. Wadah akan diberi label dengan nama, tanggal dan waktu pengambilan urin. Sesudah 24 jam pengumpulan urin, maka sampel harus dibawa ke laboratorium untuk dianalisis. Jika pasien di rumah, maka penyedia layanan kesehatan akan memberi tahu cara membawa urin tersebut.

Persiapan Diri untuk Ujian

Dokter nantinya akan memberi tahu pasien bagaimana cara untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian termasuk untuk pemeriksaan protein urin positif pada ibu hamil. Pasien mungkin harus berhenti minum obat tertentu yang bisa mengganggu hasil tes urin. Pasien juga harus memberi tahu tentang semua resep, suplemen dan obat obatan bebas yang sedang dikonsumsi.

Beberapa faktor lainnya juga bisa mengganggu hasil tes. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah berapa banyak massa otot yang dimiliki seseorang. Sebagai contoh, jika seseorang sedang sakit, maka mereka mungkin tidak membuat sebanyak protein otot kreatinin. Sedangkan di sisi lain, jika seorang binaraga dan sedang meningkatkan massa otot, maka ini juga bisa berpengaruh pada hasil tes urin 24 jam.

Terkadang, olahraga yang keras juga bisa meningkatkan jumlah protein yang dibuat seseorang dan mengalir bersama urin pada hari hari tertentu.

Sponsors Link

Arti Hasil Tes Urin 24 Jam

Hasil tes seharusnya sudah ada sesudah beberapa hari tergantung dati jadwal laboratorium. Hasil tes normal akan menujukkan kurang dari 150 miligram protein per hari namun hasil tes juga mungkin agak sedikit berbeda antara laboratorium, untuk itu tanyakan pada dokter tentang arti sebenarnya dari hasil tes urin 24 jam tersebut.

Protein dalam urin bisa menjadi tanda tanda ginjal rusak atau penyakit. Tingkat protein juga bisa naik sementara karena beberapa faktor seperti infeksi, stres atau olahraga yang terlalu berlebihan.

Apabila protein disebabkan karena ginjal rusak, maka hasil tes akan membantu untuk menentukan tingkat kerusakan. Jumlah protein juga bisa digunakan untuk memantau perkembangan penyakit atau mengukur respon seseorang terhadap terapi.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan