Sponsors Link

Tes Fungsi Ginjal Radioisotopik – Manfaat – Prosedur – Efek Samping

Sponsors Link

Tes fungsi ginjal radioisotopik non pencitraan merupakan prosedur diagnostik memakai teknologi kedokteran nuklir yang berguna untuk memeriksa tanda tanda ginjal rusak pasien dengan menggunakan radiofarmasi. Sedangkan radiofarmaka merupakan molekul atau bahan kimia yang melekat pada isotop radioaktif dengan target ginjal untuk memberikan informasi penting yang nantinya akan membantu dokter untuk membuat diagnosis pasien. Tes ini adalah alat yang sangat penting dalam diagnosis penyakit ginjal sebab bisa memberikan informasi yang tidak didapatkan dengan menggunakan alat lainnya.

ads

Manfaat Tes Fungsi Ginjal Radioisotopik

Tes fungsi ginjal radioisotopik ini bisa membantu dalam diagnosis pasien yang diduga menderita salah satu dari macam macam penyakit ginjal seperti:

Selain itu, pasien yang menderita beberapa penyakit kronis lainnya juga memiliki risiko tinggi terkena gangguan ginjal sehingga juga bisa memanfaatkan studi fungsi ginjal ini. Beberapa penyakit kronis yang juga membutuhkan tes ini diantaranya adalah:

  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Diabetes
  • Penyakit kardiovaskular atau jantung
  • Gagal jantung
  • Pembesaran prostat

Pasien dengan keluarga yang menderita ciri ciri ginjal bermasalah kemungkinan juga membutuhkan tes ini untuk melihat resiko mereka terkena ciri ciri ginjal bermasalah.

Tes fungsi ginjal sendiri terdiri dari beberapa jenis dan studi radioisotopik non pencitraan ini adalah salah satunya yang berguna untuk melihat fungsi dari ginjal pasien. Dari tes ini nantinya bisa ditentukan atau diukur mengenai seberapa banyak seseorang buang air kecil, berapa tingkat urea dan kreatinin dan berapa banyak garam yang terlarut dalam urin.

Sebagian pasien yang menjalani studi fungsi ginjal radioisotopik non pencitraan biasanya atas dasar rekomendasi dari dokter umum. Tes ini biasanya akan dilakukan ketika ada tanda atau masalah pada ginjal seperti:

  • Kram otot
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan dan kelemahan
  • Sensasi ingin buang air kecil yang sering
  • Nafsu makan menurun atau menghilang
  • Gangguan tidur
  • Air kencing berdarah atau urin berwarna merah
  • Buang air kecil terasa sakit.

Studi radioisotop akan memberikan beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan metode diagnostik lain seperti operasi eksplorasi. Beberapa keunggulan tersebut diantaranya adalah:

  • Tidak terlalu traumatis jika dibandingkan dengan operasi eksplorasi
  • Memberikan informasi fungsional yang tidak bisa didapat lewat metode diagnostik lain
  • Reaksi alergi pada bahan radioisotop yang dipakai dalam penelitian terbilang jarang dibandingkan dengan bahan pewarna kontras yang biasa dipakai dalam tes pencitraan lain.

Meski begitu, tes diagnostik memakai obat nuklir ini membutuhkan waktu lebih banyak dibandingkan dengan tes diagnostik lain sebab radiofarmaka membutuhkan waktu untuk berjalan menuju ginjal dan sebagian tes membutuhkan waktu sekitar 3 jam sampai selesai. Hasil dari tes nantinya akan ditafsirkan dokter yang kemudian dalam beberapa hari akan dikirim ke pasien. 

Sponsors Link

Prosedur Tes Fungsi Ginjal Radioisotopik

Dalam prosedur ini, sejumlah kecil radiofarmaka akan dimasukkan dalam tubuh pasien lewat injeksi intervena baik menelan atau inhalasi. Dalam penelitian non pencitraan, radioisotop umumnya akan disuntikkan ke pembuluh darah dan radiofarmaka yang dipakai dalam penelitian ini akan secara otomatis ditarik menuju ginjal yang kemudian isotop radioaktif akan melepaskan sedikit radiasi.

Apabila tes menggunakan pencitraan, maka energi radiasi akan dipancarkan dari radioisotop sehingga bisa terdeteksi dari luar tubuh memakai kamera gamma khusus. Kamera nantinya akan menggunakan ini untuk merekam lokasi dan juga pergerakan radioisotop sehingga bisa membuat gambar dua dimensi dan tiga dimensi dari ginjal dan gambar gambar tersebutlah yang nantinya akan dievaluasi untuk membentuk sebuah diagnosis.

Pada studi radioisotopik non pencitraan, prosedur ini tidak memakai kamera khusus dan sesudah radiofarmaka dimasukkan dalam tubuh lewat suntikan, dokter umumnya akan mengambil sampel darah dan juga urin pasien. Hasil dari tes darah untuk penyakit ginjal dan urin tersebut nantinya akan dipakai untuk menganalisis fungsi ginjal untuk membuat diagnosis dan akan digunakan dokter untuk menentukan jenis pengobatan yang sesuai untuk pasien. 

Sponsors Link

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko

Meski dalam tes fungsi ginjal radioisotopik ini memiliki banyak kegunaan, akan tetapi juga terdapat beberapa resiko dan komplikasi yang terkait seperti:

  • Tes ini akan mengekspos pasien dengan radiasi dosis kecil.
  • Dosis yang meskipun dalam jumlah kecil tetap akan memberikan efek merugikan jangka panjang.
  • Tidak dianjurkan untuk wanita hamil
  • Hanya bisa dilakukan jika manfaat yang bisa didapatkan lebih besar dibandingkan dengan resikonya.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan