Sponsors Link

3 Jenis Tes Darah Untuk Transplantasi Ginjal

Sponsors Link

Ada tiga jenis tes darah untuk transplantasi ginjal yang bertujuan untuk mencocokkan apakah pasien dan pendonor memiliki kecocokkan ginjal. Beberapa tes tersebut adalah blood typing, tissue typing dan juga cross matching. Supaya bisa lebih jelas tentang beberapa tes darah untuk transplantasi ginjal tersebut, berikut ulasan selengkapnya untuk anda.

ads

1.Blood Typing

Tes darah untuk transplantasi ginjal yang pertama adalah blood typing. Tes golongan darah ini menjadi tes darah pertama yang akan menentukan apakah darah anda cocok dengan darah pendonor potensial.

Tes ini berguna untuk mengukur antibodi darah yang bereaksi dengan berbagai kelompok darah. Jika golongan darah donor bekerja baik dengan golongan darah anda, maka donor akan mengambil tes darah selanjutnya sehingga efek samping transplantasi ginjal bisa dihindari. Berikut adalah golongan darah yang kompatibel.

  • Donor dengan golongan darah A: Bisa menyumbangkan ginjal pada penerima dengan golongan darah A dan AB.
  • Donor dengan golongan darah B: Bisa menyumbangkan pada golongan darah B dan AB.
  • Donor dengan golongan darah AB: Bisa menyumbangkan ke penerima dengan golongan darah AB saja.
  • Donor dengan golongan darah O: Bisa menyumbangkan pada penerima dengan golongan darah A, B, AB dan juga O sebab golongan darah O adalah universal sehingga cocok dengan golongan darah lainnya.

Jika golongan darah tidak kompatibel, maka donor mungkin masih bisa menyumbang langsung pada anda dengan memakai perawatan yang menurunkan tingkat antibodi darah anda.

Selain itu, donor juga bisa mempertimbangkan untuk menyumbang ginjal lewat program pertukaran berpasangan yang memungkinkan anda bisa memperoleh ginjal dari donor lain yang bukan pasangan yang cocok dengan penerima yang dituju.

2. Tissue Typing

Tes darah untuk transplantasi ginjal berikutnya adalah tissue typing [HLA]. Tes darah ini berguna untuk menentukan tipe jaringan dari pasien dan donor potensial untuk melihat seberapa baik mereka cocok sebab jaringan setiap orang biasanya berbeda dengan yang lain kecuali kembar identik.

Semakin banyak kecocokkan HLA, maka akan semakin sukses proses transplantasi ginjal dalam jangka waktu yang lama. Hal ini disebabkan karena cara kromosom atau DNA diwarisi atau diwariskan dalam keluarga, orang tua dan anak akan memiliki setidaknya 50% peluang untuk cocok, sedangkan untuk saudara kandung bisa mempunyai kecocokkan nol sampai 100%. Sementara donor yang tidak terkait akan lebih kecil kemungkinannya untuk menemukan yang cocok.

Tes darah kedua ini dilakukan hanya untuk pasien dan diulangi cukup sering yang terkadang setiap bulan tergantung dari kebijakan transplantasi dan perawatan pasca transplantasi ginjal. Antibodi HLA bisa berbahaya untuk organ yang ditransplantasikan dan mereka bisa meningkat atau menurun dari waktu ke waktu sehingga bisa diukur sambil menunggu transplantasi segera sebelum operasi transplantasi dan terkadang sesudah transplantasi.

Jika seorang pasien memiliki antibodi HLA dalam darah mereka, maka dianggap sebagai HLA peka dan yang terbaik adalah menemukan donor dengan tipe HLA yang menghindari antibodi HLA dalam darah pasien.

Yang terpenting adalah kadar antibodi HLA bisa berubah sesudah beberapa hal seperti transfusi darah, keguguran, operasi kecil termasuk penggantian gigi atau penggantian fistula dan infeksi parah sehingga harus diberitahukan pada perawat.

Sponsors Link

3. Antibodi Reaktif Persen [PRA]

Ini merupakan istilah lain yang sering anda dengar ketika dievaluasi untuk transplantasi dan termasuk dalam syarat transplantasi ginjal. Pada saat anda terpapar dengan jaringan asing baik lewat transfusi darah, kehamilan atau transplantasi sebelumnya, maka anda bisa mengembangkan antibodi terhadap protein HLA yang berbeda.

Jika anda positif antibodi HLA ketika dites, maka anda akan dianggap peka dan presentase PRA anda akan lebih besar dari 0. Semakin banyak antibodi HLA yang anda miliki dalam darah, maka akan semakin tinggi persentase PRA.

Sangat penting untuk menguji keberadaan antibodi sebelum melakukan transplantasi ginjal. Jika anda mempunyai antibodi HLA yang tinggi, maka mungkin akan lebih sulit untuk menemukan ginjal yang cocok dengan anda. Akan tetapi, prosedur baru seperti plasmapheresis mungkin bisa mengurangi antibodi dalam darah anda. Seperti yang sudah disebutkan di atas, HLA juga bisa bervariasi dari waktu ke waktu dan persen PRA anda juga bisa berubah ubah.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Tips