Sponsors Link

Terapi Sindrom Nefrotik Teruji dan Terbukti Ampuh

Sponsors Link

Sindrom nefrotik atau biasa anda kenal jaga sebagai penyakit ginjal bocor adalah salah satu penyakit yang menandakan bahwa kondisi sistem ekskresi tubuh anda sedang dalam kondisi yang tidak baik dan membahayakan karena ginjal anda sedang mengalami gangguan pada salah satu fungsinya yaitu melakukan penyaringan darah. Pada ginjal normal, protein tidak akan tersaring sehingga protein dapat diedarkan ke seluruh tubuh manusia sehingga fungsi tubuh lainnya dapat berjalan dengan baik dan normal.

ads

Maka dari itu, bagi penderita syndrome nefrotik perlu dilakukan adanya pengobatan atau terapi tertentu yang mampu menyembuhkan dan mengembalikan fungsi ginjal seperti semula. Berikut dibawah ini terdapat beberapa jenis terapi sindrom nefrotik yang dapat diimplementasikan:

1. Obat Antihipertensi

Terapi sindrom nefrotik yang pertama adalah pemberian obat antihipertensi untuk penderitanya. Mengapa harus diberi obat antihipertensi? Hal ini karena rata-rata bahkan hampir semua penderita sindrom nefrotik akan mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal ini apabila terus dibiarkan akan meinumlkan efek yang cukup berbahaya dan mengancam nyawa penderitanya karena dapat menimbulkan komplikasi atau penyakit lain.

Seseorang yang sistem ekskresinya terganggu khususnya ginjal pasti akan mengalami lonjakan tekanan darah yang cukup ekstrim. Hal ini disebabkan karena fungsi ginjal yang salah satu tugasnya adalah untuk menyaring darah serta mengatur tekanan darah dalam tubuh akan terganggu sehingga sering kali tekanan darah penderita sindrom nefrotik akan sering naik. Maka dari itu, terapi sindrom nefrotik satu ini harus diterapkan.

2. Terapi steroid

Terapi steroid adalah salah satu terapi sindrom nefrotik yang wajib dilakukan mengingat setiap penderitanya sangat rentan terkena peradangan. Terapi steroid sendiri mampu menurunkan resiko penderita sindrom nefrotik terkena peradangan serta menanggulangi glomerulunefrotik perubahan minimal.

Penderita sindrom nefrotik akan selalu kehilangan kandungan protein dalam darahnya dan terbuang Bersama dengan urin. Salah satu zat dalam tubuh yang bernama antibodi adalah zat yang mampu menangkal dan menanggulangi permasalahan peradangan dan antibodi tersebut masuk ke dalam golongan protein yang ikut terbuang bersama dengan urin sehingga tubuh akan sangat sering terkena peradangan.

3. Pemberian Imunosupresan

Imunosupresan adalah salah satu terapi sindrom nefrotik yang banyak digunakan karena dapat meringankan salah satu gejala sindrom nefrotik yaitu menangani dan mengurangi inflamasi. Inflamasi ini akan sering terjadi apabila penderita memiliki sistem kekebalan tubuh yang kurang baik. Biasanya sistem kekebalan tubuh yang kurang baik ini bawaan sejak lahir atau muncul karena ganguan yang penyebabnya sendiri adalah penggunaan obat lain atau penyakit lainnya.

Penderita akan menerima terapi sindrom nefrotik satu ini jika sudah diputuskan oleh dokter bahwa kondisi kekebalan tubuh tidak cukup baik untuk melawan sindrom nefrotik dengan terapi lainnya, maka dari itu pemberian Imunosupresan ini diutamakan. Setelah kondisi kekebalan tubuh penderita cukup baik, penderita akan diberikan terapi yang lainnya.

Sponsors Link

4. Pengobatan Penisilin

Penderita sindrom nefrotik juga memiliki kemungkinan besar untuk mudah terkena infeksi pada tubuhnya karena selain memiliki kekebalan tubuh yang lemah, tubuh penderita sindrom nefrotik juga akan mudah terkena infeksi karena tidak memiliki jumlah antibodi yang cukup dan memenuhi kebutuhan antibodi. Maka dari itu, pengobatan penisilin ini sangat menentukan kesehatan penderita sindrom nefrotik.

Namun pada beberapa kasus ditemukan bahwa penderita sindrom nefrotik juga bisa mengalami alergi atau hipersensitivitas terhadap penggunaan penisilin ataupun bahan yang terkandung dalam obat penisilin tersebut. Sebagai gantinya, penderita diberikan pegobatan lainnya yang memiliki fungsi yang sama seperti pengobatan menggunakan penisilin.

ads

5. Obat Antikoagulan

Protein adalah salah satu zat yang juga dibutuhkan oleh tubuh dalam mencegah proses pembekuan atau penggumpalan darah secara tidak normal. Namun apabila banyak sekali protein terbuang bersama dengan urin akibatnya dalam tubuh akan terjadi proses penggumpalan darah yang cukup sering dan tidak baik bagi tubuh dan juga sangat berbahaya.

Maka dari itu digunakanlah obat antikoagulan sebagai terapi sindrom nefrotik untuk mencegah penggumpalan darah dalam tubuh penderitanya.

6. Pengobatan diuretik

Sindrom nefrotik akan memberikan gejala awal yaitu berupa pembengkakan pada beberapa area tubuh tertentu seperti pergelangan kaki, kaki dan sekitar mata yang disebabkan oleh penumpukan cairan atau biasa juga disebut dengan edema. Edema ini akan muncul apabila aliran air di jaringan tubuh agar dapat masuk ke pembuluh darah berjalan sangat lambar karena tubuh kehilangan banyak sekali kaar protein. Maka dari itu, tubuh penderita sindrom nefrotik akan sering sekali mengalami berat badan meningkat.

Pemberian obat diuretik diharapkan mampu membantu penderita untuk menghilangkan penumpukan cairan dalam tubuh atau biasa disebut dengan edema dan kembali memiliki berat badan yang normal.

7. Terapi infus Albumin

Terapi sindrom nefrotik satu ini sangat sering dipilih untuk dijalani karena para penderitanya akan cenderung mengalami kekurangan zat bernama albumin dalam tubuhnya. Penderita sindrom nefrotik akan mengalami kekurangan albumin dalam tubuh apabila pada terapi sebelum ini penderita dinyatakan mengalami hipoalbumin atau kekurangan albumin.

Namun pada akhirnya pengobatan ini benar-benar harus diperhatikan mengingat efek samping dari infus albumin sendiri adalah munculnya penumpukan cairan pada tubuh atau edema yang juga tak kalah berbahaya. Maka dari itu sebelum anda memutuskan akan melakukan terapi apa, konsultasikan dengan dokter mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing terapi.

8. Diet Sindrom Nefrotik

Salah satu terapi sindrom nefrotik ini menjadi pilihan yang paling aman untuk diikuti dan sangat mudah dijalani. Diet ini adalah salah satu tindakan pengurangan atau pembatasan diri terhadap kebiasaan mengonsumsi beberapa jenis makanan dan minuman yang dinilai mampu mengganggu kinerja ginjal dan mampu memperburuk kondisi ginjal khususnya ginjal penderita sindrom nefrotik ini.

Menu diet yang dapat diterapkan ada bermacam-macam dan dapat dikreasikan asalkan sesuai dengan syarat yang ditentukan yaitu makan makanan yang baik untuk penderita sindrom nefrotik yang rendah garam, tinggi protein, tinggi albumin dan mengurangi kebiasaan mengonsumsi cairan. Berikut dibawah ini akan diberikan salah satu contoh menu diet sindrom nefrotik yang dapat diterapkan dirumah:

Sponsors Link

  • Sarapan
    • Konsumsi bubur/nasi/nasi tim sebagai karbohidrat
    • Tambahkan telur dadar isi sebagai protein atau lauknya
    • Tambahkan buah dan sayur seperti wortel dan tomat
    • Lengkapi dengan teh manis ringan
  • Snack pagi
    • Konsumsi pudding buah segar atau pudding susu low fat
  • Makan siang
    • Konsumsi bubur/nasi/ nasi tim sebagai karbohidrat
    • Tambahkan telur dadar isi sebagai potein
    • Tambahkan tumis atau sayur seperti semur tahu dan tumis wortel
    • Lengkapi dengan jeruk
  • Snack sore
    • Konsumsi kue bolu lembut
  • Makan malam
    • Konsumsi bubur/nasi/ nasi tim sebagai karbohidrat
    • Tambahkan telur dadar isi sebagai protein atau lauknya
    • Tambahkan sayur sop dan tempe bacem
    • Lengkapi dengan papaya

Itulah diatas ulasan singkat terkait terapi sindrom nefrotik yang dapat diterapkan dengan mudah dan praktis dirumah. Perhatikan selalu pola makan dan gaya hidup anda agar selalu berada dalam keaaan sehat dan prima dalam menjalani aktivitas dan sembuh secara perlahan dari sindrom nefrotik. Sempatkan untuk selalu berolahraga dengan teratur dengan banyak mengonsumsi  makanan yang baik untuk ginjal,  minuman pembersih ginjal, serta menghindari kebiasaan yang bisa merusak ginjal.

Sponsors Link
>
, , , , , , , ,
Oleh :
Kategori : Tips