Sponsors Link

Terapi Gagal Ginjal Kronik yang Paling Ampuh

Sponsors Link

Salah satu penyakit yang membahayakan bagi manusia yaitu gagal ginjal , bahkan penyakit ini dapat menimbulkan kematian. Seseorang yang berumur lebih dari 35 tahun akan lebih beresiko terkena penyakit gagal ginjal ini. Penyakit gagal ginjal dibedakan menjadi 2 yaitu gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis. Penanganan gagal ginjal akut dan kronis pun tentu berbeda. Terdapat penananganan salah satunya yaitu melakukan terapi.Lalu apa sajakah terapi yang digunakan untuk mengatasi penyakit gagal ginjal kronis.

ads

Terapi Gagal Ginjal Kronik

Gagal Ginjal Kronis merupakan rusaknya ginjal yang terjadi selama lebih dari 3 bulan yang didasarkan pada kelainan patologis maupun kerusakan ginjal seperti proteinuria. Faktor penyebab gagal ginjal sangat bermacam-macam salah satunya karena kebiasaan buruk yang dilakukan seseorang. Gagal ginjal kronis dapat disebabkan karena adanya kondisi lain seperti  glomerulonefritis,diabetes militus, hipertensi, dan ginjal polikistik  yang nyatakan oleh Roesli,2008.

Faktor resiko yang lebih tinggi terkena gagal ginjal lain yaitu seseorang yang menderita DM, Hipertensi, Obesitas atau perokok. Untuk mendiagnosis apakah terdapat penyakit ginjal kronis seseorang perlu adanya pemeriksaan lebih lanjut seperti, anamnesis dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan penunjang diagnosis. Penatalaksanaan penyakit ginjal kronik pun bisa menggunakan media terapi , berikut mengenai penatalaksanaan pada penyakit ginjal kronik.

1. Terapi Konservatif

Terapi konservatif merupakan terapi yang mencegah kondisi ginjal yang progresif , serta dapat digunakan untuk meringankan tanda dan gejala yang ada selain itu untuk memperbaiki metabolisme di dalam tubuh secara optimal dan juga dapat menyeimbangkan cairan di dalam tubuh yang terkena penyakit ginjal ini. Pengobatan gagal ginjal selain cuci darah yaitu bisa dengan menggunakan terapi konservatif ini. Terapi konservatif juga bermacam-macam yaitu sebagai berikut :

  • Diet

Yang dilakukan yaitu terapi diet protein. Ginjal akan bekerja keras apabila terdapat protein didalam tubuh.Makanan yang mengandung protein tinggi adalah makanan yang berasal dari hewani. Makanan yang dapat menyebabkan gagal ginjal adalah makanan yang mengandung minyak tinggi, protein tinggi , dan makanan yang mengandung bahan pengawet tinggi.

Untuk menanangani gagal ginjal kronik kita dapat melakukan diet rendah protein karena mampu mencegah atau mengurangi toksin azotemia . Akan tetapi jika dilakukan dalam jangka lama juga akan mengakibatkan gangguan keseimbangan negatif nitrogen. Dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter sebelum melakukan diet ini.

  • Kebutuhan Kalori

Sangat diperlukan dalam penanganan gagal ginjal kronik dengan menyeimbangkan anatara kebutuhan kalori yang harus dipenuhi oleh tubuh. Kebutuhan kalori seseorang yang terkena gagal ginjal kronik ini tidak boleh melebihi batas ataupun kurang dari batas normal kebutuhan kalori didalam tubuh. Peranan penting dalam memenuhi kebutuhan kalori secukupnya yaitu untuk mempertahankan keseimbangan positif nitrogen serta memeihara status nutrisi dan status gizi.

Sponsors Link

  • Cairan Tubuh

Sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan metabolisme dalam tubuh. Menjaga keseimbangan cairan tubuh pada gagal ginjal kronik ini bertujuan untuk menghasilkan diuresis mencapai 2 liter perhari. Angka tersebut diperlukan apabila ureum serumnya lebih dari 150 mg%. Agar cairan dalam tubuh terpenuhi kita dapat mengkonsumsi air putih secukupnya serta mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung tinggi air.

  • Kebutuhan Elektrolit dan Mineral

setiap orang berbeda-beda. Begitu juga kebutuhan elektrolit dan mineral setiap penderita gagal ginjal kronik juga berbeda-beda hal ini tergantung pada LFG dan penyakit ginjal dasar.

2. Terapi Simtomatik

ads

Terapi ini merupakan terapi yang bertujuan untuk menghilangkan gejala pasien , dan membuat pasien merasa lebih baik tanpa harus mengubah perjalanan alami pasien. Berikut mengenai gejala ginjal bermasalah yang dapat diterapi dengan terapi simtomatik pada terapi gagal ginjal kronik.

  • Asidosis metabolik, ini perlu di koreksi karena dapat meningkatkan serum kalium atau yang biasa disebut dengan hiperkalemia. Asidosis metabolik ini dapat dikurangi dengan cara pemberian suplemen alkali.
  • Anemia, merupakan terapi alternatif pada penanganan gagal ginjal kronik. Selain itu terapi ini merupakan terapi alternatif yang murah dan efektif. Akan tetapi saat melakukan terapi pemberian transfusi darah harus hati-hati karena jika salah akan mengakibatkan kematian secara mendadak. Akibat gagal ginjal dapat berdampak pada kematian seseorang.
  • Keluhan gastroinstestinal, merupakan salah satu yang harus dihilangkan dalam terapi simtomatik karena dapat menimbulkan gejala seperti mual, cegukan,anoreksi, muntah yang akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan ini merupakan keluhan utama yang diderita oleh penderita gagal ginjal kronis. Tindakan yang bisa dilakukan yaitu dengan pemberian obat-obatan simtomatik.
  • Kelainan kulit, merupakan salah satu dari gejala ginjal rusak yang perlu kita kurangi. Tindakan yang dilakukan pada kelainan kulit ini tergantung dari jenis keluhan kulit pada penderita gagal ginjal kronik.
  • Kelainan neuromuskular, ini dapat dilakukan tindakan dengan terapi hemodialisis reguler yang bersifat adekuat serta medikamentosa atau operasi subtotal paratiroidektomi.
  • Hipertensi, dapat dilakukan dengan terapi konservatif dengan memenfaatkan obat-obatan yang dapat menurunkan hipertensi.
  • Kelainan Sistem Kardiovaskular, bisa diberikan tindakan untuk mengurangi kelainan tersebut, akan tetapi jenis tindakannyya pun ditentukan dari jenis kelainan kardiovaskularyang diderita.

3. Terapi Pengganti Ginjal

Terapi gagal ginjal kronik dengan terapi pengganti ginjal dilakukan apabila sudah mencapai stadium 5, yaitu pada LFG yang kurang dari 15 ml/menit. Terapi tersebut bermacam-macam antara lain bisa dengan terapi hemodialisis, dialisis peritoneal, dan transpalasi ginjal.

  • Hemodialisis

Ini merupakan terapi yang dilakukan tidak boleh terlambat dan tidak boleh cepat pada pasien gagal ginjal kronis yang belum pada tahap akhir karena dapat memperburuk faal ginjal atau LFG. Terapi dialisis tidak boleh terlambat karena untuk mencegah adanya gejala toksik azotemia dan malnutrisi. Indikasi pada terapi ini yaitu indikasi absolut dan indikasi elektif. Saat ini di Indonesia terapi ini sudah silaksanakan pada rumah sakit rujukan.

Sponsors Link

  • Dialisis Peritoneal atau DP

Telah dilakukan di pusat ginjal luar negeri dan di Indonesia. Indikasi mediknya yaitu pada anak-anak dan orang tua yang telah mengalami penyakit sistem kardiovaskular , mengalami pendarahan bila bila dilakukan hemodilitas, pasien dengan stroke dan lain sebagainya. Selain itu pada non medik yaitu keinginan pasien gagal ginjal kronik sendiri, tingginya tingkat intelektual untuk melakukan sendiri serta di daerah yang jauh dari pusat gagal ginjal.

  • Transplatasi Ginjal

Merupakan salah stu terapi penanganan ginjal dengan terapi pengganti ginjal. Terapi ini mempunyai beberapa pertimbangan yaitu Cangkok ginjal , Kualitas hidup normal kembali, masa hidup lebih lama, adanya komplikasi,, biaya lebih murah dan dapat di batasi.

Ternyata cara melakukan penanganan gagal ginjal kronis cukup banyak seperti diatas. Terapi-terapi yang di pilih merupakan terapi yang sesuai tingkatan penyakit gagal ginjal. Sebelum melakukan tindakan terapi dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter agar tidak salah dalam menangani penyakit gagal ginjal tersebut.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan