Sponsors Link

Syndrome Nefrotik : Gejala, Penyebab, Efek Samping, dan Pengobatan

Sponsors Link

Sebagai salah satu bagian terpenting pada tubuh, organ ginjal memang perlu dijaga kesehatannya. Salah satunya dengan menjalani pola hidup sehat. Baik orang dewasa maupun anak-anak memang perlu menjaga kesehatannya. Jangan sampai keluarga Anda mengalami gangguan pada ginjal. Macam Macam Penyakit Ginjal itu ada beragam. Salah satunya adalah syndrome nefrotik.

ads

Syndrome nefrotik adalah salah satu kelainan atau gangguan pada organ ginjal yang bisa menjadikan tubuh manusia kehilangan banyak protein. Protein itu dibuang secara berlebihan melalui air kencing atau urine. Walau penyakit ini jarang terjadi, namun penyakit ini sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan, usia balita, terutama 2 hingga 5 tahun adalah usia yang umumnya bisa dideteksi adanya penyakit tersebut.

Gejala

Gejala dari syndrome nefrotik sudah dijelaskan di atas, yaitu ditandai dengan adanya kandungan protein dalam jumlah besar di dalam urine. Selain itu ada juga gejala lainnya yang bisa dilihat secara fisik. Berikut gejala yang dimaksud.

  • Edema atau penumpukan cairan

Ciri Ciri Penyakit Ginjal lainnya adalah adanya penumpukan cairan. Jika protein dibuang secara berlebihan, maka darah akan kekurangan kadar protein. Kondisi ini bisa menghambat aliran air dari jaringan tubuh yang akan masuk ke pembuluh darah. Maka, air akan mengalami penumpukan pada jaringan-jaringan tubuh sehingga edema bisa terjadi. Lokasi pembengkakan karena edema ini biasa terjadi di kaki, pergelangan kaki, dan kantung mata. Kondisi ini juga bisa memicu berat badan naik.

  • Tekanan darah tinggi

Fungsi ginjal selain untuk mengatur pembuangan limbah dari darah adalah juga untuk mengatur tekanan darah. Jika sindrom nefrotik terjadi, maka tekanan darah si penderita akan lebih mudah naik. Penyebab lain dari hipertensi pada penderita adalah karena ketidakseimbangan protein di dalam darah.

  • Pembekuan darah

Gejala pembekuan darah bisa terjadi karena protein dalam jumlah berlebih hilang begitu saja dari tubuh. Padahal protein ini adalah berperan penting dalam mencegah terjadinya penggumpalan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan adanya pembekuan darah di dalam tubuh dan pembuluh darah bisa tersumbat.

  • Perubahan pada urine

Penderita penyakit ginjal pasti mengalami perubahan pada urine. Kadar protein tinggipada urine ditandai dengan urine yang memiliki busa. Anak yang menderita sindrome nefrotik juga akan mengalami penurunan frekuensi dan volume berkemih.

  • Rentan terserang infeksi

Protein adalah salah satu zat penting untuk menyusun antibodi. Jika proten dalam darah berkurang, maka antibodi pun akan berkurang. Dan jika ada patogen yang masuk ke dalam tubuh, maka sistem imun tidak akan cukup kuat untuk melawan. Hal ini menyebabkan penderita syndrome nefrotik akan lebih rentan terserang infeksi.

Sponsors Link

Selain gejala umum yang sudah dijelaskan di atas, penderita sindrom nefrotik juga bisa mengalami gejala sampingan lainnya, di antaranya sebagai berikut.

  • Penurunan nafsu makan
  • Mudah merasa lelah
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Perubahan pada warna kulit yang lebih putih (pucat)
  • Penyusutan otot
ads

Penyebab

Penyebab dari syndrome nefrotik pada umumnya adalah adanya kerusakan pada glomeruli. Glomeruli itu sendiri adalah sebuah kelompok pembuluh darah yang berada di dalam ginjal yang fungsinya adalah untuk menyaring darah dari zat-zat sisa metabolisme atau zat yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Jika glomerulo mengalamo kebocoran atau kerusakan, maka fungsi dari penyaringan tersebut akan hilang. Hal inilah yang menyebabkan protein tidak bisa diserap dan justru dibuang bersama urine.

Kerusakan pada glomeruli itu sendiri disebabkan oleh beberapa faktor, seperti di bawah ini.

  • 90% sindrom nefrotik disebabkan oleh adanya perubahan pada glomeruli yang dipicu oleh kelainan pada sistem kekebalan tubuh.
  • 10% sindrom nefrotik disebabkan oleh penyakit glomerulosklerosis segmental atau fokal. Penyakit ini adalah terbentuknya jaringan parut pada glomeruli.
  • Glomerulonefritis membranosa atau nefropati membranosa juga bisa menyebabkan perubahan pada glomeruli, yang ditandai dengan penebalan pada membran glomeruli.
  • Kondisi lain, seperti Diabetes Insipidus, lupus, hepatitis, sifilis, anemia bulan sabit, kanker.
  • Efek samping obat-obatan tertentu (obat antiinflamasi non steroid atau obat pereda infeksi).

Diagnosis

Pemeriksaan awal pada pasien yang diduga mengidap syndrome nefrotik adalah dengan melihat gejala-gejala yang dialami. Selain itu, pemeriksaan lain secara fisik juga bisa dilakukan, seperti beberapa cara berikut ini.

  • Tes urine – Dilakukan untuk mengetahui kadar protein di dalam urine si penderita. Pemeriksaan urine ini dilakukan dengan pemeriksaan urine 24 jam dengan pengambilan sampel beberapa kali dalam 24 jam. Jika kadar protein dalam urine tinggi, maka kemungkinan memang ada masalah pada ginjal.
  • Tes darah – Tes darah juga dilakukan untuk mengetahui kemungkinan penderita mengalami sindrom nefrotik. Tes darah ini dilakukan untuk mengetahui kadar albumin dalam darah.
  • Biopsi ginjal – Biopsi ginjal dilakukan dengan pengambilan sampel jaringan di dalam ginjal untuk kemudian diteliti lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan

Pengobatan untuk pasien syndrome nefrotik berbeda-beda satu sama lain. Penentuan pengobatan pada pasien tergantung dari kondisi masing-masing pasien terhadap sindrom nefrotik itu sendiri. Namun ada beberapa obat-obatan yang biasanya dianjurkan untuk dikonsumsi penderita guna mengurangi gejala. Obat-obatan ini juga bisa mencegah komplikasi yang dialami pasien. Berikut beberapa obat yang dimaksud.

  • Obat antihipertensi untuk mengendalikan tekanan darah tinggi
  • Obat diuretik untuk membantu membuang cairan berlebihan yang berada di dalam tubuh
  • Obat antikoagulan untuk membantu menurunkan risiko dari penggumpalan darah dan penyumbatan pembuluh darah
  • Obat steroid untuk membantu mengatasi peradangan dan perubahan pada glomeruli
  • Penisilin untuk membantu menekan potensi dan risiko dari infeksi
  • Imunosupresan untuk membantu mengatasi inflamasi serta untuk mengurangi respons tidak normal dari sistem imun pada tubuh
Sponsors Link

Pengobatan pada penderita glomeruloneftitis bisa dilakukan secara efektif dengan steroid dalam kurun waktu 6 hingga 8 minggu. Untuk anak-anak, albumin melalui infus bisa diberikan. Selain itu cuci darah juga bisa direkomendasikan. Jika kasusnya sudah parah, pengangkatan atau transplantasi ginjal bisa dijadikan alternatif pengobatan yang ampuh. Namun semua potensi kesembuhan tersebut tergantung dari kondisi atau parahnya masing-masing pasien. Pasien anak-anak memiliki peluang sembuh 70 persen, walau ketika dewasa kemungkinan kondisi ini bisa terjadi lagi. Jika terjadi lagi, maka harus lebih waspada karena penyakit ini adalah salah satu Penyebab Gagal Ginjal yang sering terjadi.

Komplikasi

Syndrome nefrotik bisa menciptakan komplikasi pada tubuh si penderita, seperti:

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai syndrome nefrotik yang merupakan salah satu kelainan pada ginjal. Selalu jaga kesehatan Anda dan keluarga. Ajak seluruh anggota keluarga untuk menjalani pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,