Sponsors Link

Sindrom Nefrotik Pada Dewasa – Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Manusia memiliki salah satu organ yang sangat penting dalam kelangsungan hidupnya, yaitu ginjal. Sebagai salah satu organ yang berperan dalam sistem ekskresi, ginjal perlu dijaga dengan baik agar tidak mengalami gangguan dan kelainan ginjal yang menghambat kinerja ginjal dan kesehatan tubuh. Salah satu kelainan pada ginjal yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia adalah sindrom nefrotik khusus nya pada dewasa. Apa yang dimaksud dengan sindrom nefrotik pada dewasa?

ads

Sindrom nefrotik adalah salah satu gangguan ginjal yang sangat berbahaya dan mampu membuat tubuh penderitanya akan kehilangan banyak protein yang terbuang secara sia-sia melalui urin. Penyakit ini bisa saja dialami oleh semua usia, mulai dari anak hingga dewasa. Namun, untuk arikel ini akan dibahas secara rinci mengenai sindrom nefrotik pada dewasa. Mari simak bersama ulasan dibawah ini:

Gejala Sindrom Nefrotik Pada Dewasa

Sindrom nefrotik memiliki beberapa gejala yang dapat dikenali oleh penderitanya maupun orang disekitarnya. Berikut dibawah ini terdapat beberapa macam gejala sindrom nefrotik pada dewasa beserta sedikit penjelasan singkatnya:

  • Urin yang berubah/tidak normal

Urin penderita sindrom nefrotik akan mengandung banyak sekali protein yang terbuang maka dari itu urin penderita biasanya akan berbuih. Penderita juga cenderung mengalami penurunan frekuensi buang air kecil dan volume setiap buang air kecil juga akan berkurang.

  • Mudah terkena infeksi

Penderita sindrom nefrotik pada dewasa akan sering sekali terkena infeksi dikarenakan salah satu jenis protein dalam tubuh nya berkurang dan terbuang bersama urin. Jenis protein ini adalah antibodi yang biasanya membentengi tubuh dari berbagai macam virus dan kuman yang menyebabkan infeksi.

  • Darah yang mengalami pembekuan

Salah satu fungsi protein dalam tubuh adalah untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap penggumpalan darah. Namun, apabila protein tersebut terbuang bersama urin, darah penderita akan sering mengalami penggumpalan. Apabila terjadi penggumpalan darah terjadi, penderita akan mengalami kondisi yang berbahaya.

  • Edema atau penumpukan cairan

Aliran air dari jaringan tubuh normalnya akan didistribusikan masuk ke pembuluh darah. Namun, apabila tubuh mengalami kekurangan protein, proses tersebut akan menjadi sangat lambat dan akhirnya air tersebut akan menumpuk pada jaringan tubuh dan beberapa area tubuh mengalami pembengkakan seperti pada pergelangan kaki, sekitar mata dan pada kaki. Hal ini akan membuat penderita mengalami lonjakan berat badan.

  • Darah tinggi atau hipertensi

Salah satu fungsi ginjal adalah mengatur tekanan darah pada tubuh manusia. namun dengan berkurangnya protein yang ada di dalam ginjal, akan terjadi peningkatan tekanan darah secara drastis.

Sponsors Link

  • Tekanan darah tinggi

Ginjal merupakan salah satu organ penting yang berfungsi untuk mengatur tekanan darah dalam tubuh. Gangguan pada ginjal akan berisiko untuk meningkatkan tekanan darah seseorang. Selain itu, perubahan keseimbangan protein dalam darah juga turut memicu terjadinya tekanan darah tinggi.

  • Gejala lain

Selain gejala diatas, penderita sindrom nefrotik pada dewasa juga mengalami gejala lain seperti mudah merasa lelah, tidak nafsu makan, muntah dan diare, penyusutan otot serta mengalami perubahan warna kulit menjadi putih (leukonychia).

ads

Penyebab Sindrom Nefrotik Pada Dewasa

Penyebab utama pada penyakit ini adalah rusaknya Glomeruli. Glomeruli sendiri salah satu jenis pembuluh darah pada ginjal yang bertugas untuk menyaring zat-zat racun dari zat yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, karena glomeruli tersebut rusak sehingga protein ikut terbuang. Kerusakan tersebut juga bisa dibilang sebagai kebocoran. Namun, terdapat beberapa kondisi penyakit yang juga bisa menjadi penyebab kerusakan glomeruli. Apa sajakah penyakit atau kondisi tersebut? Mari simak bersama:

  • Glomerulosklerosis segmental atau fokal: Adalah salah satu kondisi yang menunjukkan bahwa terdapat jaringan parut pada glomeruli. Jaringan parut ini dapat muncul kemungkinan disebabkan oleh gangguan genetik atau beberapa penyakit kronis lain.
  • Perubahan minimal pada Glomeruli: Yang dimaksidkan adalah ketika glomeruli terlihat normal saat diperiksa dibawah mikroskop namun memiliki sedikit keanggalan yang menyebabkan kebocoran protein. Penyebab dari perubahan minimal pada Glomeruli ini biasanya disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh penderita.
  • Glomerulonefritis membranosa atau Nefropati membranosa: Merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan menebalnya membran pada glomeruli. Penyebab ini menajdi penyebab utama sindom nefrotik pada dewasa.
  • Kondisi lain: Terdapat beberapa kondisi lain yang menyebabkan sindrom nefrotik pada dewasa sepertii  komplikasi ginjal akibat diabetes, hepatitis, sifilis, HIV, anemia bulan sabit, lupus, kanker seperti limfoma, myeloma dan leukimia atau efek samping dari penggunaan beberapa obat tertentu.

Proses Diagnosis Sindrom Nefrotik Pada Dewasa

Dalam proses identifikasi atau observasi penderita sindrom nefrotik, terdapat proses diagnosis yang harus dilewati atau dilakukan, diantaranya:

  • Melakukan tes urin

Pada fase tes urin ini, penderita akan dimintai sample urin nya selama 24 jam untuk diteliti apakah di dalam urin penderita terkandung protein yang tinggi atau tidak. Karena biasanya penderita sindrom nefrotik memiliki urin yang mengandung protein sangat tinggi.

  • Melakukan tes darah

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memeriksa kandungan albumin di dalam darah penderita. Biasanya, penderita sindrom nefrotik memiliki kandungan albumin dalam darah yang rendah

  • Biopsi ginjal

Akan dilakukan pengambilan sample jaringan pada ginjal penderita dan kemudia diperiksa di laboratorium untuk mendapatkan hasil nya.

Jenis Komplikasi

Sindrom nefrotik pada dewasa adalah salah satu penyakit yang serius dan berbahaya maka dari itu harus ditangani dan diobati dengan benar. Apabila tidak diberikan penanganan yang sesuai, sindrom nefrotik ini akan berimbas buruk dengan munculnya beberapa komplikasi seperti dibawah ini:

  • Penderita memiliki resiko mudah terkena infeksi serta mengalami penggumpalan darah
  • Penderita mengalami anemia
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Penderita memiliki kadar kolesterol yang tinggi di dalam tubuh
  • Penderita mengalami sakit ginjal kronis
  • Penderita akan kekurangan gizi seperti defisiasi atau menurunnya kadar Vitamin D dan kalsium
  • Mengalami gagal ginjal akut.
Sponsors Link

Pengobatan Sindrom Nefrotik Pada Dewasa

Untuk menangani sindrom nefrotik pada dewasa, terdapat beberapa jenis alternatif pengobatan yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan penderitanya. Diantaranya:

  • Penderita diberikan pengobatan anti hipertensi untuk meurunkan tekanan darah tinggi penderita.
  • Penderita diberikan pengobatan diuretik agar cairan berlebihan dalam tubuh dapat terbuang bersama dengan urine.
  • Penderita diberikan pengobaan penisilin untuk mengurangi kemungkinan penderita mengalami infeksi
  • Penderita diberikan steorid untuk dapat mengobati peradangan pada ginjal atau glomerulonefritis perubahan minimal.
  • Penderita diberikan anti koagulan yang mampu mengurangi risiko terkena penggumpalan darah
  • Penderita diberikan imunosupresan yang dapat menekan kemungkinan penderita mengalami inflamasi serta mengurangi adanya respons abnormal dari sistem kekebalan tubuh penderita

Pencegahan Sindrom Nefrotik Pada Dewasa

Pencegahan yang dapat dilakukan penderita adalah dengan menjalani pola hidup yang seimbang seperti berolahraga secara teratur, banyak mengonsumsi makanan yang baik untuk penderita sindrom nefrotik, minum minuman pembersih ginjal,  menghindari segala kebiasaan yang bisa merusak ginjal, serta tidak mengonsumsi  makanan penyebab sakit ginjal .

Itulah diatas ulasan mengenai sindrom nefrotik pada dewasa. Diharapkan penderita lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupannya dan dapat segera terbebas dari sindrom nefrotik ini. Tetap jaga kesehatan dan cintai tubuh.

Sponsors Link
>
, , , , , , ,
Oleh :