Sponsors Link

Sindrom Nefrotik – Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Setiap organ dalam tubuh anda memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing yang harus dijaga dengan baik agar dapat berfungsi dengan maksimal dan terhindar dari berbagai macam gangguan dan penyakit yang dapat menyerang organ tersebut. Sayangnya, anda sering kali mengabaikan apa yang seharusnya anda lakukan untuk menjaga kesehatan organ pada tubuh anda dan cenderung melakukan berbagai macam kebiasaan yang kurang baik untuk organ dalam tubuh anda.

ads

Contohnya adalah organ ginjal yang memegang tugas dan peranan khusus dalam membantu proses ekskresi tubuh anda. Ginjal akan membantu melakukan proses pembuangan zat sisa dari dalam tubuh anda dengan cara disaring dan dikeluarkan bersama dengan urin. Selain hal diatas, ginjal juga mampu mengontrol kadar air dalam tubuh, mengontrol tekanan darah serta mengatur kandungan kadar zat kimia dalam tubuh.

Sayangnya, ginjal yang tidak dijaga dengan baik akan rentan dengan berbagai macam penyakit dan kelainan Ginjal yang tidak bisa kita prediksi dan ketahui kapan datangnya. Salah satu gangguan ginjal yang banyak diderita adalah sindrom nefrotik. Sindrom nefrotik adalah salah satu penyakit ginjal yang menyebabkan tubuh anda mampu kehilangan banyak protein yang terbuang bersama dengan urin. Penyakit ini bisa saja dialami oleh siapa saja termasuk pada anak-anak. Pada anak-anak, penyakit ini dapat dideteksi pada umur antara 2 sampai 5 tahun.

Gejala Sindrom Nefrotik

Untuk lebih mengenali sindrom nefrotik, berikut dibawah ini akan diulas berbagai macam gejala sindrom nefrotik yang harus dikenali dengan baik:

  • Edema atau menumpuknya cairan pada ginjal

Karena kadar protein di dalam darah yang berkurang, aliran air dari jaringan tubuh menuju ke pembuluh darah akan berubah menjadi lebih lambat. Akibat yang dihasilkan, air akan menumpuk banyak pada area jaringan tubuh dan membentuk pembengkakan, terlebih pada area sekitar mata, kaki dan pergelangan kaki. Penumpukan cairan ini akan memicu kenaikan berat badan yang signifikan.

  • Perubahan bentuk urin

Urin yang mengandung tingkat protein yang tinggi, akan memiliki buih didalamya. Perlu diingat untuk anak yang menderita sindrom nefrotik akan sering mengalami penurunan jumlah dan frekuensi buang air kecil.

  • Tekanan darah tinggi

Seperti yang sudah dijelaskan diatas tadi, ginjal adalah salah satu organ penting yang mampu mengatur tekanan darah dalam tubuh anda. Namun, ganguan pada ginjal satu ini akan memberikan resiko serius terhadap ginjal dengan meningkatkan tekanan darah anda. Selain alasan diatas, perubahan keseimbangan kadar protein dalam darah juga mampu mempengaruhi tekanan darah dalam tubuh.

  • Darah Yang Membeku

Beberapa macam protein penting yang memiliki fungsi untuk mencegah adanya penggumpalan darah terkadang juga ikut terbuang bersama dengan urin dari penderita sindrom nefrotik. Hal ini akan menimbulkan kondisi yang serius dan mampu mengakibatkan pembengkakan darah yang cukup meningkat.

Sponsors Link

  • Mudah terkena infeksi

Salah satu jenis protein dalam tubuh yang mampu menghindari dan melawan infeksi pada tubuh adalah antibodi. Dapat dibayangkan apabila antibodi ini juga ikut terbuang bersama urin sehingga jumlah protein dalam darah menurun dan menyebabkan penderitanya sangat mudah terkena infeksi.

  • Gejala Lain

Macam-macam gejala sampingan yang juga mungkin terjadi dan dialami oleh penderita sindrom nefrotik adalah mudah lelah, muntah, diare dan nafsu makan menurun. Selain itu, penyusutan otot serta perubahan warna kulit menjadi lebih putih atau leukonychia juga menjadi salah satu gejala pendukung yang mudah dikenali.

Penyebab Sindrom Nefrotik

Ginjal saat memiliki kondisi yang normal dan bekerja secara prima, memiliki urin yang tidak terdapat protein di dalamnya. Sekelompok pembuluh darah dalam ginjal yang bernama glomeruli melakukan penyaringan terhadap darah yang masuk dan memisahkan zat mana yang dibutuhkan oleh tubuh dan mana yang seharusnya dibuang dari tubuh karena tidak bermanfaat. Akan tetapi, jika terjadi kebocoran atau kerusakan pada area glomeruli, tubuh biasanya akan kehilangan fungsinya untuk menyaring zat tersebut, sehingga protein yang seharusnya tersaing jadi ikut terbuang bersama urin.

ads

Glomeruli yang rusak adalah penyebab utama terjadinya sindrom nefrotik. Namun, tak hanya kerusakan glomeruli saja, terdapat beberapa penyebab lain yang mampu memunculkan sindron nefrotik ini, diantaranya:

  • Terjadinya glomerulonefritis membranosa atau nefropati membranosa. Penyakit tersebut dapat menjadi penyebab atas menebalnya membran glomeruli dan bisa juga dijadikan penyebab utama dan umum pada sindrom nefrotik penderita dewasa.
  • Terjadinya Glomerulosklerosis segmental atau fokal yang merupakan sebuah kondisi yang menjelaskan tentang terbentuknya sebuah jaringan parut pada area glomeruli. Menurut penelitian, terdapat sekitar 10% sindrom nefrotik yang disebabkan oleh Glomerulosklerosis segmental atau fokal. Munculnya jaringan parut itu bisa saja karena kelainan genetik atau bisa saja karena penyakit kronis lainnya.
  • Terjadinya perubahan minimal pada area glomeruli. Kondisi ini disebut dengan perubahan minimal karena ginjal tampak normal saja saat dilihat di bawah mikroskop, namun ada sedikit perubahan pada glomeruli yang menjadi penyebab atas bocornya protein. Walaupun pernyataan ini belum pasti, penyebab perubahan minimal pada area glomeruli ini dapat diduga karena gangguan sistem kekebalan tubuh. Menurut penelitian, sekitar 90% sindrom nefrotik pada anak disebabkan oleh penyakit ini.
  • Terapat kondisi lain yang bisa juga dijadikan penyebab umum terjadinya kerusakan pada glomeruli seperti kompilikasi ginjal akibat diabetes atau nefropati diabetes, anemia bulan sabit, lupus, hepatitis, sifilis, HIV, leukimia, limfoma, myeloma, radang ginjal, dan juga efek samping dari penggunaan obat tertentu seperti contohnya obat pereda infeksi, obat antiinflamasi non steroid atau OAINS, dan lainnya.

Pengobatan Sindrom Nefrotik

Setiap penderita sindrom nefrotik emndapatkan perlakukan dan penangan yang berbeda-beda tergantung dengan peyebab dari terjadinya sindrom nefrotik. Biasanya, dokter akan memberikan beberapa macam obat yang dinilai mampu mengurangi gejala atau mampu mengatasi komplikasi yang anda alami. Beberapa contoh obat-obatan tersebut antara lain dibawah ini:

  • Obat antikoagulan biasanya digunakan agar resiko penggumpalan darah pada tubuh bisa menurun.
  • Obat antihipertensi biasanya digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi anda.
  • Steroid digunakan untuk meminimalkan adanya peradangan pada glomerulus atau glomerulunefritis.
  • Obat diuretik yang mampu membuang cairan dalam tubuh melalui urin menjadi lebih banyak dari sebelumnya
  • Imunosupresan biasanya digunakan untuk mampu mengurangi adanya inflamasi dan mampu menekan respons abnormal pada sistem kekebalan tubuh anda
  • Pemberian pengobatan efektif melalui steroid pada waktu 6-8 minggu untuk penderiata glomerulonefritis .

Untuk penderita sindrom nefrotik bawaan atau kongenitaldi usia anak, akan diobati dengan pemberian albumin melalui infus. Selain itu, akan disarankan dialisis atau pencucian darah, transplantasi ginjal atau operasi pengangkatan ginjal untuk opsi terakhir.

Sponsors Link

Tingkat kesembuhan dari penderita ini akan sangat bergantung pada tingkat keparahan, penyebab dan respon tubuh anak tergadap pengobatan yang diberikan. Sayangnya, 70 persen anak yang menderita sindrom nefrotik bawaan atau kongenital akan kambuh kembali menderita penyakit tersebut di masa depan.

Itulah diatas ulasan terkait dengan sindrom nefrotik yang bisa saja diderita oleh orang dewasa maupun anak-anak. Untuk dapat menghindari penyakit sindrom nefrotik dan penyakit ginjal lainnya, disarankan anda untuk menghindari  kebiasaan yang bisa merusak ginjal serta mulai gemar untuk mengonsumsi  minuman pembersih ginjal dan  makanan yang baik untuk ginjal yang pastinya bergizi tinggi dan menyehatkan ginjal anda.

Sponsors Link
>
, , , , ,
Oleh :