Sponsors Link

Sindrom Hemolitik Uremik : Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Sponsors Link

Sindrom hemolitik uremik (SHU) merupakan salah satu dari Macam Macam Penyakit Ginjal yang merupakan jenis sindrom atau kondisi medis tubuh yang ditandai dengan rusaknya sel darah merah dan juga turunnya jumlah trombosit (sel pembeku darah) karena sesuatu hal. Kondisi atau sindrom ini biasanya disebabkan oleh kondisi sistem imunitas tubuh yang bereaksi terhadap toksin. Toksin itu sendiri biasanya dikeluarkan ketika terjadi infeksi pada saluran pencernaan. Hal inilah yang menyebabkan trombosit rusak dan sel darah merah juga rusak sejak dini.

ads

Sindrom ini dipengaruhi secara langsung oleh Kelainan Ginjal dan juga otak. Kedua organ ini memang memiliki kemampuan untuk mengatur hormon yang berpengaruh langsung pada proses produksi sel darah merah. Jika ginjal mengalami gangguan ketika sistem imun pada tubuh sedang mengatasi infeksi tertentu, hal ini bisa langsung menjadi penyebab kerusakan sel ginjal. Seseorang bisa saja mengalami gagal ginjal. Sehingga, ginjal tidak bisa membuang zat-zat sisa metabolisne. Penumpukan limbah sisa metabolisme ini bisa mengganggu pembuluh darah serta sirkulasi darah, termasuk darah yang menuju ke otak. Akibatnya, si penderita sindrom hemolitik uremik bisa mengalami kejang, sering mengantuk, serta sering merasa kebingungan.

Sindrom ini bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Jika terjadi pad aanak-anak, SHU ini biasa terjadi akibat adanya infeksi pada saluran pencernaan. Jika terjadi pada orang dewasa, SHU ini bisa terjadi akibat hal-hal yang tidak berhubungan dengan infeksi saluran pencernaan. Pasien SHU biasanya memang pelru mendapatkan pengobatan secepatanya agar bisa disembuhkan dengan tepat.

Gejala

Sindrom ini bisa menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Sehingga sebenarnya akan lebih mudah bagi seseorang untuk segera membawa pasien ke rumah sakit begitu gejala tersebut terjadi. Gejala itu antara lain sebagai berikut.

  • Sakit perut
  • Demam
  • Kejang
  • Mual
  • Muntah
  • Kelelahan
  • Diare
  • Gelisah
  • Urine yang disertai dengan darah
  • Tekanan darah tinggi
  • Kulit pucat
  • Pembengkakan pada tangan, kaki, dan wajah
  • Urine keluar dengan volume yang berkurang

Itulah beberapa gejala dari sindrom hemolitik uremik. Jika gejala di atas terjadi pada anggota keluarga di rumah, segera bawa mereka berobat ke dokter.

Sponsors Link

Penyebab dan Faktor Risiko

Sindrom ini pada umumnya terjadi pada saluran pencernaan atau saluran gastrointestinal yang disebabkan karena aktivitas bakteri E. Coli. Di dalam tubuh manusia dan hewan ada ratusan jenis bakteri E. Coli dan pada daarnya mereka tidak berbahaya. Akan tetapi, jika bakteri E. Coli menghasilkan racun shiga, maka hal ini bisa menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan. Racun shiga itu sendiri disebut juga dengan istilah STEC (shiga toxin-producing E. Coli). Salah satu racun shiga adalah O157:H7. Jenis bakteri ini bisa ditemukan pada makanan-makanan yang tidak higienis. Maka dari itu, makanan yang bersih dan sehat perlu dikonsumsi secara sehat juga. Selain itu, sindrom hemolitik uremik juga bisa disebabkan oleh aktivitas bakteri lainnya seperti salmonella thyphi dan shigella dysenteriae.

ads

SHU lebih sering dialami oleh anak-anak di bawah usia 5 tahun atau balita. Selain itu, manula di atas 75 tahun juga bisa mengalami hal ini. orang dengan perubahan gen tertentu juga bsia mengalaminya, termasuk orang yang memiliki kebiasaan makan yang buruk (tidak higienis), dan orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan benderita diare. Selain itu, beberapa faktor risiko akan meningkat jika seseorang mengalami hal-hal berikut ini.

  • Kehamilan
  • Kanker
  • HIV/AIDS
  • Orang yang mengalami glomerulonefritis
  • Orang yang menderita lupus
  • Orang yang mengonsumsi Jenis Obat Yang Dapat Merusak Ginjal (immunosupresan, antiplatelet, dan beberapa jenis obat kemoterapi.

Diagnosis

Penyakit sindrom hemolitik uremik ini bisa dideteksi dengan sejumlah pemeriksaan pada pasien yang diduga mengalaminya. Berikut ini beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis penyakit atau sindrom ini pada seorang pasien.

  • Pemeriksaan sampel tinja, di mana pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri E. Coli dan sejumlah bakteri lain yang diduga bisa menyebabkan kondisi tersebut.
  • Tes darah, di mana darah akan dites untuk mengetahui apakah sel darah merah atau trombosit mengalami kerusakan atau kelainan. Jika jumlah trombosit dan sel darah merah rendah, kadar kreatinin tinggi, maka bisa jadi si pasien memang menderita SHU.
  • Tes urine, di mana urine juga akan diperiksa karena penyakit ini berkaitan erat dengan ginjal. Tes urine dilakukan untuk mendeteksi Tanda Tanda Ginjal Rusak dan saluran kemih lainnya.
  • Biopsi ginjal, di mana ginjal akan diambil sejumlah jaringannya sebagai sampel untuk dites di laboratorium. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi ginjal yang lebih akurat agar bisa memastikan apakah penyakit ini memang sedang diderita oleh pasien atau tidak.

Pengobatan

Pengobatan pada pasien sindrom hemolitik uremik bisa dilakukan di rumah sakit. Hal ini diperlukan untuk meredakan gejala yang ada karena gejala tersebut dikhawatirkan bisa mempengaruhi organ lainnya juga. Beberapa pengobatan yang bisa dilakukan antar alain sebagai berikut.

  • Transfusi darah, dilakukan jika penderita SHU memang memiliki jumlah sel darah merah yang sangat rendah. Transfusi darah ini bisa membantu menurunkan gejala dari kelelahan dan nafas pendek dari SHU, serta membantu mengatasi jumlah sel darah merah yang terlalu rendah pada pasien.
  • Transfusi trombosit, dilakukan terutama untuk penderita yang sudah mengalami memar atau pendarahan. Trombosit perlu ditransfusikan untuk membantu mengembalikan kondisi pembekuan darah pada diri penderita sehingga kehilangan darah tidak terus menerus terjadi dan darah bisa membeku seperti orang normal lainnya.
  • Menambah asupan cairan, untuk membantu mencegah dehidrasi, mengingat seorang penderita SHU akan lebih rentan mengalami kehilangan banyak cairan dari tubuhnya. Menambah cairan ini juga bisa dilakukan dengan pemasangan infus.
  • Dialisis ginjal, dilakukan untuk pasien dengan fungsi ginjal yang sudah mulai menurun. Seseorang penderita SHU memang perlu melakukan dialisis ginjal untuk membantu membuang zat sisa metabolisme agar tidak terus menerus mencemari aliran darah.
  • Penggantian plasma, dilakukan dengan cara menyaring darah serta penggantian plasma darah dengan plasma baru dari pendonor agar plasma darah pada penderita tetap berfungsi secara normal.
  • Obat penurun tekanan darah, obat ini juga bisa diberikan pada pasien yang memiliki hipertensi yang cukup parah.
  • Obat eculizumab, obat ini diberikan untuk mencegah kerusakan dari sel-sel yang sehat.
Sponsors Link

Pengobatan pada pasien sindrom hemolitik uremik memang perlu dilakukan dengan baik. Jika tidak, penderita juga bisa mengalami komplikasi serius seperti:

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai sindrom hemolitik uremik yang perlu diketahui. Tetap jaga kesehatan dengan sebaik-baiknya. Jika gejala di atas terjadi, maka segera periksakan ke dokter untuk antisipasi lebih lanjut. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,