Sponsors Link

Apakah Sering Ngompol Setelah Melahirkan Pasti Terjadi Pada Setiap Ibu?

Sponsors Link

Sesudah proses melahirkan, tentunya tubuh ibu tidak akan pulih dalam waktu yang cepat dan beberapa masalah mungkin saja terjadi sesudah melahirkan seperti salah satunya inkontinensia urine. Inkontinensia urin merupakan ketidakmampuan untuk mengontrol urin yang keluar khususnya ketika melakukan beberapa hal seperti tertawa. batuk, bersin, melompat, mengangkat sesuatu yang berat atau kegiatan lain yang bisa memberikan tekanan pada kandung kemih. Inkontinensia urin ini memang sering terjadi pada ibu setelah melahirkan. Akan tetapi, apakah sering ngompol setelah melahirkan tersebut sudah pasti akan dialami ibu?, simak jawaban berikut untuk mengetahui jawaban selengkapnya.

ads

Apakah Inkontinensia Urin?

Inkontinensia urin adalah kondisi yang membuat seseorang tidak bisa mengontrol keluarnya urin atau lebih sering disebut dengan mengompol yang biasa terjadi sesudah melahirkan seperti ketika mengalami kandung kemih bocor. Urin nantinya bisa keluar secara tiba tiba dan pasien diharuskan menggunakan popok ketika mengalami gangguan kandung kemih ini.

Untuk kasus ringan, maka urin terkadang bisa menetes ketika batuk, bersin atau sedang berjalan ke toilet. Untuk tingkat ringan sampai sedang, maka urin bisa menetes setiap hari sehingga harus menggunakan popok. Sedangkan untuk taraf parah, maka urin bisa keluar setiap jam per hari.

Faktor Risiko Inkontinensia

Sebenarnya, sering ngompol setelah melahirkan tidak selalu dialami ibu meski sebagian besar ibu memang akan mengalami hal ini. Biasanya, ngompol sesudah melahirkan akan dialami ibu yang melahirkan secara normal dibandingkan dengan yang menggunakan operasi caesar. Dalam beberapa penelitian membuktikan jika ibu akan melahirkan dengan dibantu khususnya memakai forcep, maka sering mengalami masalah buang air kecil sesudah melahirkan yang merupakan salah satu tanda kandung kemih bermasalah.

Dalam penelitian berbeda juga menyebutkan jika ibu yang mempunyai tahap dorongan berkepanjangan ketika melahirkan normal atau mempunyai bayi berukuran besar, maka cenderung mengalami inkontinensia tersebut sesudah melahirkan. Selain itu, ada beberapa faktor risiko lain yang bisa menyebabkan ngompol sesudah melahirkan bisa terjadi, seperti:

  • Ibu hamil yang merokok.
  • Ibu hamil yang mengalami obesitas yang membuat tekanan pada otot kandung kemih dan otot sekitarnya semakin meningkat dan akhirnya melemahkan otot.
  • Ibu yang memiliki banyak anak khususnya jika melahirkan dilakukan dengan cara normal.
  • Ibu hamil memiliki penyakit lain seperti diabetes atau neuropati yang juga bisa meningkatkan risiko inkontinensia urin.

Penyebab Inkontinensia Urin

Inkontinensia urin bisa terjadi sebab otot yang ada di sekitar kandung kemih dan panggul semakin melemah ketika hamil dan melahirkan. Ini kemudian akan menyebabkan buang air kecil akan sulit dikendalikan ketika akan dikeluarkan atau dihentikan melebihi frekuensi buang air kecil normal. Sesudah melahirkan, maka ukuran rahim akan menyusut di beberapa minggu awal sesudah melahirkan. Inilah yang membuat otot dasar panggul mengalami kesulitan dalam membendung air dlaam kandung kemih serta menjaga uretra agar tetap dalam keadaan tertutup sehingga urin bisa bocor dan tidak bisa dikendalikan.

Cara Mengatasi Inkontinensia Urin

Masing masing penderita inkontinensia urin memiliki durasi yang bervariasi pada wanita sesudah melahirkan. Sebagian ibu bisa mengalami inkontinensia urin dalam waktu singkat dan sebagian lagi lebih lama yang tentunya menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk pengobatan inkontinensia urine tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti: 

Sponsors Link

  • Melakukan senam kegel secara rutin agar bisa mengembalikan kekuatan otot otot dasar panggul lebih cepat.
  • Memakai bantalan atau popok untuk membantu menyerap urin yang bocor sekaligus melindungi celana dari kebocoran urin.
  • Silangkan kaki dan kencangkan otot panggul ketika ingin batuk, bersin atau tertawa.
  • Kurangi mengkonsumsi beberapa minuman yang mengandung kafein seperti teh, kopi dan minuman bersoda untuk mengurangi frekuensi ingin buang air kecil dan proses terbentuknya urine.
  • Kurangi mengkonsumsi buah jeruk, tomat dan berbagai makanan yang mengandung asam tinggi lain sebab bisa membuat kandung kemih iritasi dan urin semakin sulit terkontrol.
  • Gunakan krim pelindung seperti minyak petroleum atau pelembab kelapa jika mengalami iritasi kulit karena popok.
  • Hindari mencuci vagina terlalu sering dan berendam air karena bisa mengurangi proteksi infeksi kandung kemih.
  • Konsumsi obat obatan sesuai dengan petunjuk dokter.
  • keringkan kulit secara alami.
  • Hindari sembelit sesudah melahirkan agar tidak menambah tekanan pada kandung kemih.

Sponsors Link
>
, , , ,