Sponsors Link

Sel Epitel Dalam Tes Urine, Apakah Berbahaya?

Sponsors Link

Urine merupakan hasil buangan yang berasal dari semua proses metabolisme dalam tubuh. Seluruh zat yang sudah tidak terpakai nantinya akan dikeluarkan tubuh dalam bentuk urine agar tidak semakin menumpuk dan berubah menjadi racun. Untuk seseorang yang baru saja melakukan tes urin, mungkin akan menemukan sel epitel positif dalam pemeriksaan tersebut. Lalu, apakah sel epitel dalam tes urine yang terbukti positif tersebut bisa berbahaya?, temukan jawaban selengkapnya dalam artikel yang akan kami berikan berikut ini.

ads

Sel Epitel Dalam Tes Urine

Sel epitel merupakan sel dari permukaan tubuh seperti pembuluh darah, kulit, saluran kemih dan juga beberapa organ tubuh. Sel tersebut berguna untuk menghalangi antara bagian dalam dan juga luar tubuh serta peran utamanya untuk melindungi bagian dalam tubuh dari virus.

Sebetulnya, sel epitel dalam tes urine yang terbukti positif menjadi tanda jika urine anda memang mengandung sejumlah sel epitel. Akan tetapi, ini masih dianggap normal apabila jumlah sel epitel masih tidak terlalu banyak. Akan tetapi ketika jumlah dari sel epitel dalam urine terlalu banyak, maka masalah bisa saja terjadi. Hasil tersebut bisa saja menjadi pertanda jika orang tersebut memiliki infeksi, ciri ciri ginjal bermasalah atau kondisi medis lainnya.

Dokter nantinya akan menyarankan pasien untuk memeriksa jumlah sel epitel dalam urin apabila tes urine secara visual atau tes urin seseorang memperlihatkan hasil yang tidak normal. Seseorang mungkin membutuhkan tes tersebut apabila memiliki ciri ciri kandung kemih bermasalah atau gangguan ginjal. Beberapa gejala yang sering ditimbulkan diantaranya adalah sering buang air kecil atau anyang anyangan, nyeri saat buang air kecil, sakit punggung dan sakit perut.

Arti Hasil Tes Urin

Ada 3 kemungkinan dari hasil tes urin yang sudah dianalisis secara mikroskopik dan beberapa kemungkinan tersebut diantaranya adalah:

  • Ditemukan sel epitel yang masih sedikit.
  • Ditemukan sel epitel dalam kadar sedang.
  • Ditemukan sel epitel dalam jumlah banyak.

Apabila dari hasil tes tersebut ditemukan 1 hingga 5 sel epitel per HPF yakni satuan pengukuran jumlah sel epitel jenis squamous, maka ini masih bisa dikatakan normal karena sangat memungkinkan sel epitel mengelupas dari tubuh secara alami. Akan tetapi jika hasil sudah menunjukan jumlah sel epitel yang sedang atau banyak, maka ada kemungkinan beberapa kondisi yang bisa saja terjadi, seperti:

Selain jumlah, jenis sel epitel juga bisa menjadi tanda kondisi tertentu. Sebagai contoh, sel epitel yang sudah dianalisis ternyata mengandung hemoglobin dalam jumlah banyak atau terdapat partikel darah, maka ini bisa menjadi pertanda urine mengandung sel darah merah yang bahkan juga sudah terjadi sebelum pemeriksaan visual atau kimia. Selain itu, lebih dari 15 sel epitel per HPF jenis tubular ginjal bisa menjadi pertanda jika fungsi ginjal sudah tidak berjalan dengan baik. 

Sponsors Link

Siapa yang Berisiko Memiliki Sel Epitel Dalam Urin?

Memang tidak semua orang akan disarankan untuk melakukan tes urine penyakit ginjal dan diperiksa apakah ada sel epitel dalam urin tersebut. Beberapa orang yang memiliki risiko terdapat sel epitel saja yang umumnya disarankan untuk melakukan tes urin, seperti:

  • Memiliki diabetes.
  • Mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh.
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Memiliki riwayat ciri ciri ginjal kronis.
  • Mengalami pembesaran kelenjar prostat.
  • Sedang dalam masa kehamilan.

Pengobatan Sel Epitel Dalam Urin

Jika memang ditemukan sel epitel akibat infeksi saluran kemih atau infeksi sistem urin, maka penderita akan ditangani dengan pemberian antibiotik atau antivirus dan dianjurkan untuk minum banyak air agar proses penyembuhan bisa dipercepat. Sedangkan jika sel epitel dalam urin terjadi karena diabetes melitus, maka akan diberikan perawatan khusus untuk menangani penyakit diabetes yang diderita.

Sponsors Link
>
, , , ,