Sponsors Link

7 Penyebab Sedimen Pada Urine

Sponsors Link

Air seni umumnya akan jelas dan tidak keruh meski warnanya bisa bervariasi. Sedimen atau partikel dalam urin bisa membuat urin terlihat keruh dan dalam banyak kasus bisa terdeteksi lewat tes klinis seperti urinalisis. Sedimen pada urine sendiri biasanya terdiri dari partikel mikroskopis, berbagai macam sel, lendir dan puing puing dari saluran kemih.

Bagaimana Sedimen Dianggap Normal?

Urin yang sehat bisa mengandung sejumlah kecil sedimen yang tidak terlihat jelas meliputi sejumlah kecil jaringan, protein, sel darah dan kulit dan kristal amorf. Sedangkan sedimen pada urine butuh perhatian jika jumlah sedimen terlalu banyak, tingkat tinggi jenis sel tertentu dan jenis kristal tertentu.

Penyebab Sedimen Pada Urine

Ada sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan ada sedimen pada urine dan sangat penting untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya sehingga bisa ditangani dengan tepat. Berikut adalah beberapa penyebab yang harus anda waspadai.

1. Sistitis Akut

Sistitis akut yang terkadang disebut dengan penyakit infeksi saluran kemih atau ISK merupakan radang kandung kemih yang terjadi tiba tiba. Kondisi ini biasa disebabkan karena infeksi bakteri dan bisa menyebabkan urin keruh atau darah dan puing lain di dalam urin. Anda akan lebih mungkin mengalami sistitis akut jika memiliki:

  • Diabetes.
  • Kebersihan yang tidak baik.
  • Kelainan saluran kemih.
  • Batu ginjal.
  • Aktivitas seksual.
  • Kateter.

2. Diabetes

Diabetes bisa menyebabkan sedimen pada urine akibat masalah ginjal yang mungkin merupakan komplikasi dari kondisi tersebut. Ini juga bisa mengakibatkan glukosa muncul dalam urin sebagai sedimen. Diabetes mempengaruhi cara tubuh memetabolisme lemak. Keton yang merupakan produk sampingan proses tersebut bisa dilepaskan dalam urin dan muncul sebagai sedimen.

3. Hematuria

Hematuria juga menjadi penyebab sedimen dalam urine anda yang berarti ada darah terkandung dalam urin. Beberapa penyebab hematuria diantaranya adalah:

  • Penggunaan kateter berulang.
  • Trauma tubuh.
  • Obat obatan.
  • Penyakit ginjal.
  • Infeksi Ginjal.
  • Batu ginjal.
  • Urine berwarna merah muda, coklat atau merah atau timbul bercak darah yang terkadang hanya bisa terlihat lewat tes laboratorium.

4. Infeksi Saluran Kemih Terkait Kateter [CAUTI]

Infeksi saluran kemih terkait kateter atau CAUTI biasanya terjadi jika anda memiliki kateter yang ada di dalam uretra. Gejalanya hampur sama dengan ISK, seperti:

Ada beberapa cara yang bisa membuat bakteri atau jamur masuk ke saluran kemih dan menyebabkan CAUTI seperti:

  • Melalui kateter.
  • Apabila kantong drainase tidak dikosongkan dengan benar.
  • Apabila kateter tidak sering dibersihkan.
  • Apabila bakteri dari kotoran masuk ke kateter.

5. Batu Kandung Kemih 

Batu kandung kemih bisa terjadi pada saat mineral dalam urin mengkristal dan menciptakan batu atau masa yang umumnya terjadi ketika kandung kemih tidak benar benar osong. Batu batu kecil tersebut bisa lewat tanpa intervensi apa pun namun jika ukurannya terlalu besar, maka butuh pembedahan. Beberapa gejala yang ditimbulkan diantaranya adalah:

6. Dehidrasi

Dehidrasi bisa menyebabkan banyak masalah termasuk komplikasi kemih. Ini sering terjadi ketika anda banyak berkeringat dan secara bersamaan juga kurang minum khususnya pada individu atau atlet yang aktif dan bisa juga terjadi ketika demam, buang air kecil berlebihan atau sakit. Beberapa gejala yang biasa terjadi meliputi:

  • Sakit kepala.
  • Penurunan pengeluaran urin, urine berwarna gelap atau urin keruh.
  • Haus terlalu berlebihan.
  • Pusing.
  • Sembelit.
  • Mengantuk.

7. Infeksi Ragi

Infeksi ragi khususnya pada vagina terjadi karena pertumbuhan candida dan jamur yang terlalu berlebihan atau biasa disebut dengan kandidiasis. Penyakit ini bisa menyebabkan:

Sponsors Link
>
, , , ,