Sponsors Link

Rhabdomyolysis : Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan

Sponsors Link

Semua sistem di dalam tubuh pasti akan selalu saling terhubung. Jika salah satu sistem terganggu, maka sistem lainnya juga tidak akan bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Oleh karena itu, kesehatan itu memang harus dijaga secara menyeluruh dan tidak bisa hanya terfokus pada satu bagian dari tubuh saja. Salah satu penyakit yang bisa membahayakan sistem lainnya termasuk membahayakan organ ginjal adalah penyakit rhabdomyolysis.

ads

Pada dasarnya, penyakit ini sebenarnya bukan merupakan penyakit ginjal atau Kelainan Ginjal dan sistem kemih. Namun penyakit ini bisa menyebabkan gangguan pada ginjal. Penyakit ini adalah sebuah kondisi dimana otot atau jaringan otot pada pdenderitanya akan mengalami kerusakan. Keusakan itu disebabkan oleh matinya serat-serat otot hingga serat otot keluar dari otot dan masuk ke dalam aliran darah.

Kondisi ini juga bisa melepaskan zat mioglobin ke dalam aliran darah. Mioglobin ini sendiri adalah salah satu jenis protein dalam tubuh yang tugasnya adalah untuk menyimpan oksigen di dalam otot. Jika mioglobin banyak yang laurt dalam aliran darah, maka kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi dan Macam Macam Penyakit Ginjal yang cukup serius. Bahkan bisa mengakibatkan gagal ginjal. Gagal ginjal itu sendiri bisa terjadi jika di dalam darah ada banyak limbah yang tidak bisa terbuang melalui urine.

Gejala

Gejala dari penyakit rhabdomyolysis tidak mudah untuk dideteksi. Apalagi jika penyakit ini masih dalam tahap awal. Hal ini disebabkan karena kondisi penyakit ini gejalanya mungkin mirip dengan penyakit lainnya. Selain itu, gejala ini bisa saja muncul hanya pada satu bagian tertentu saja, sehingga tidak selalu menghasilkan gejala yang nampak. Namun jika seseorang sudah terserang penyakit ini dengan cukup berat, beberapa gejala berikut bisa saja terjadi.

  • Mual
  • Memar
  • Mudah lelah
  • Muntah
  • Muncul rasa nyeri
  • Urine berubah warna menjadi lebih gelap
  • Demam
  • Kelemahan otot
  • Sakit perut
  • Detak jantung menjadi cepat
  • Kehilangan konsentrasi
  • Frekuensi buang air kecil yang tidak teratur
  • Tubuh terasa tidak nyaman
  • Volume urine berkurang

Itulah beberapa gejala yang bisa terjadi pada penderita penyakit tersebut. Mengingat gejalanya yang tidak jauh berbeda dengan kelainan ginjal lainnya, maka jika gejala sakit ginjal sudah diderita, ada baiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk antisipasi lebih lanjut, sebelum komplikasi gagal ginjal terjadi.

Sponsors Link

Penyebab

Penyakit rhabdomyolysis bisa disebakan oleh beberapa hal. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan seseorang terserang penyakit otot yang berujung pada kelainan ginjal tersebut.

  • Cedera yang berat, misalnya terjadi benturan keras atau kecelakaan lalu lintas sehingga mengakibatkan otot mengalami kebocoran.
  • Suhu yang panas, misalnya dikarenakan luka bakar parah, hipertermia, atau seseorang yang baru saja tersambar petir.
  • Obat-obatan jenis tertentu yang justru menjadi zat toksin, seperti Jenis Obat Yang Dapat Merusak Ginjal, obat penurun kolesterol, narkoba, dan beberapa jenis obat lain yang tidak dikonsumsi secara bijak.
  • Infeksi dan peradangan pada tubuh, seperti infeksi akibat bakteri, virus, gigitan racun, dermatomiositis, atau polimiositis.
  • Kelainan genetis atau kelainan metabolisme, dimana seseorang akan memiliki metabolisme yang tidak sempurna. Seperti misalnya gangguan pada metabolisme lemak, hipotiroidisme, gangguan metabolisme karbohidrat, diabetik ketoasidosis, defisiensi karnitin, dan ketidakseimbangan elektrolit pada tubuh.
ads

Itulah beberapa penyebab dari kelainan ini.

Diagnosis

Diagnosis untuk penyakit rhabdomyolysis bisa dilakukan dengan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti di bawah ini.

  • Pemeriksaan fisik, di mana dokter akan mengamati gejala pada otot, memeriksa kondisi otot dan rangka pada tubuh, khususnya pada bagian-bagian yang dikeluhkan merasa sakit atau nyeri.
  • Tes darah dan tes urine, di mana urine dan darah pasien akan dites untuk diketahui apa saja komposisi di dalamnya. Hasil tes ini bisa meningkatkan bukti-bukti medis dan Tanda Tanda Ginjal Rusak bahwa pasien memang benar-benar mengalami penyakit tersebut.

Pengobatan

Pengobatan pada penderita rhabdomyolysis bisa dilakukan dengan sukses atau tidak, semuanya bergantung pada seberapa cepat penanganan dan diagnosis yang dilakukan. Itulah mengapa jika gejala tersebut sudah muncul, jangan rtunda waktu pengobatan agar pasien bisa mendapatkan pengobatan yang tepat. Adapun beberapa langkah pengobatan yang mungkin dilakukan oleh dokter untuk menolong pasien antara lain sebagai berikut.

  • Pemberian cairan infus, yang bertujuan untuk menambah asipan cairan tubuh pasien. Hal ini bisa membantu protein mioglobin dari darah untuk bisa segera keluar dari ginjal, sehingga risiko gagal ginjal bisa dicegah.
  • Pemberian obat, yaitu jenis obat-obatan yang baik untuk ginjal atau yang bisa membantu fungsi ginjal dalam menyaring limbah dari darah.
  • Cuci darah, dilakukan jika ginjal memang sudah tidak bisa berfungsi dengan baik (Gagal ginjal kronis atau akut). Tujuan cuci darah adalah untuk membuang zat sisa metabolisme yang tidak bisa dikeluarkan tubuh karena kelainan ginjal.
  • Operasi atau pembedahan, dilakukan dengan pembedahan fasiotomi. Tujuannya adalah untuk mengatasi hambatan sirkulasi, khususnya bagi pasien yang mengalami sindrom kompartemen yang dikhawatirkan bisa mengganggu saraf. Sindrom kompartemen itu sendiri merupakan sebuah kondisi yang terjadi jika terjadi pemimbunan pada rongga tertutup di dalam otot yang akan menekan jika terjadi pembengkakan atau pendarahan.

Selain beberapa pengobatan di atas, pasien rhabdomyolysis ringan bisa menjalani rawat jalan untuk proses pemulihannya. Caranya antara lain sebagai berikut.

  • Banyak beristirahat agar otot-otot segera pulih
  • Mengonsumsi cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan menjegah gangguan pada ginjal
  • Berhenti mengonsumsi alkohol dan obat-obatan yang bisa memperburuk kondisi
Sponsors Link

Pencegahan

Pencegahan terhadap penyakit ini memang perlu dilakukan. Hal ini penting, karena kesehatan itu sendiri memang perlu untuk dijaga agar tubuh tidak mudah terserang penyakit. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi ini adalah dengan mengonsumsi cairan yang cukup, baik sebelum maupun setelah berolahraga atau setelah melakukan aktivitas fisik yang berat.

Cairan yang cukup pada tubuh akan membantu ginjal untuk membuang zat-zat sisa metabolisme, termasuk mioglobin yang dilepaskan oleh itit tubuh ketika aktivitas dilakukan. Selain itu, walau sedang tidak melakukan aktivitas fisik, kebutuhan cairan pada tubuh tetap perlu untuk dijaga setiap harinya agar tidak terhindar dari dehidrasi.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai penyakit rhabdomyolysis yang perlu diketahui. Semoga artikel ini bisa memberikan informasi yang bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,