Sponsors Link

5 Resiko Operasi Batu Ginjal yang Perlu Diketahui

Sponsors Link

Batu ginjal merupakan penyakit yang berbahaya bagi manusia. Penyakit ini dapat menyerang ginjal dan menyebabkan ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, penyakit batu ginjal juga dapat menyebabkan gangguan pada saluran kemih. Sehingga dapat menimbulkan tanda tanda batu ginjal seperti rasa nyeri ketika buang air kecil. Adapun gejala penyakit batu ginjal pada wanita dan pria yang patut diwaspadai misalnya yaitu seringnya buang air kecil. Jika intensitas buang air kecil Anda berubah menjadi lebih sering, patut dicurigai Anda terkena penyakit batu ginjal.

ads

Penyebab batu ginjal pada pria maupun wanita yang paling sering ditemukan adalah dehidrasi dan konsumsi makanan yang tinggi kalsium oksalat. Mengkonsumsi makanan yang tinggi kalsium oksalat dapat memicu terbentuknya batu oksalat yang termasuk jenis jenis batu ginjal. Oleh karena itu menjaga asupan makanan merupakan tindakan yang penting dilakukan jika ingin terhindar dari batu ginjal. Namun jika sudah terlanjur terkena batu ginjal, sebenarnya ada cara untuk melakukan penanganan batu ginjal yaitu dengan operasi batu ginjal. Namun cara ini tentu akan memunculkan resiko bagi orang yang melakukannya. Berikut akan dibahas resiko operasi batu ginjal yang perlu diketahui.

1. Keberhasilannya Tidak Mencapai 100%

Melakukan operasi batu ginjal memang dapat meningkatkan kemungkinan sembuh dari penyakit batu ginjal, namun kemungkinannya tidak 100%. Misalnya saja ketika pasien penyakit batu ginjal menjalani prosedur terapi dengan gelombang lithotripsy. Cara kerja terapi ini adalah dengan menghancurkan batu ginjal dari luar menggunakan gelombang lithotripsy. Kemungkinan keberhasilan cara ini hanya 50%. Tidak semua batu ginjal dapat dihancurkan dengan metode ini, dan jika itu terjadi maka prosedur terapi perlu diulangi.

2. Kemungkinan Terjadi Pendarahan

Terkadang batu ginjal yang dihancurkan maupun dikeluarkan melalui jalan operasi tidak sepenuhnya lenyap dari ginjal. Ada serpihan batu-batu ginjal yang tertinggal. Dalam kasus-kasus yang langka, hal ini dapat menyebabkan pendarahan pada ureter maupun ginjal. Serpihan batu ginjal yang tidak terangkat nantinya akan melukai ureter dan dapat memunculkan rasa sakit dan darah ketika buang air kecil. Rasa sakitnya dapat dikurangi dengan banyak minum air putih. Lain halnya jika serpihan batu ginjal yang tidak terangkat malah melukai sekitar ginjal. Hal ini dapat menimbulkan pendarahan dan untuk menanggulanginya diperlukan transfusi darah.

3. Resiko Terkait Anestesi

Sebelum melakukan operasi, dokter tentunya akan menyuntikkan anestesi kepada pasien penderita batu ginjal agar tidak merasakan sakit selagi dioperasi. Namun, anastesi sendiri sebenarnya juga memiliki efek samping kepada pasien. Berikut adalah efeknya:

Sponsors Link

  • Mual dan Muntah : Ini merupakan dampak yang paling umum ditemui sehabis melakukan operasi. Keadaan ini dapat dipicu oleh berbagai faktor diantaranya seperti pengobatan yang dijalani, banyak bergerak dan karena operasi tertentu.
  • Sakit Tenggorokan : Ketika dalam keadaan tidak sadar, pasien yang diberi anastesi bernafas dengan bantuan selang. Terkadang pasien merasakan sakit tenggorokan setelah selang ini dilepas
  • Kebingungan : Setelah siuman, pasien biasanya merasa kebingungan. Ini merupakan hal yang wajar. Namun pada pasien yang umurnya cukup tua, kebingungan dapat bertahan hingga berhari-hari.
  • Nyeri Otot : Selang pernafasan yang dipasangkan pada pasien ketika operasi dapat menyebabkan nyeri otot
  • Gatal-Gatal : Ini adalah efek yang paling umum dirasakan oleh pasien yang diberikan narkotik atau semacam zat penghilang rasa sakit ketika pasien menjalani anestesi
  • Kedinginan : Kedinginan umum dialami oleh pasien yang telah siuman dari operasi.

4. Resiko Terkena Hernia

Operasi batu ginjal dapat meningkatkan resiko terkena. Hernia merupakan penyakit yang timbul karena ada organ tubuh yang tertekan hingga akhirnya mencuat melalui jaringan di sekitarnya yang lemah. Biasanya otot kita cukup kuat untuk menahan organ-organ ini pada tempatnya. Namun jika otot kita tidak kuat menahan organ-organ ini dan akhirnya mencuat maka keadaan seperti ini dapat menimbulkan hernia.

Sponsors Link

5. Kemungkinan Mengalami Luka di Ureter

Resiko operasi batu ginjal lainnya yang perlu diketahui adalah kemungkinan luka pada ureter. Luka pada ureter merupakan komplikasi yang paling serius yang dapat terjadi karena operasi batu ginjal. Perforasi (atau munculnya lubang) adalah jenis luka yang paling umum ditemui pada orang yang habis menjalani operasi batu ginjal. Meskipun kemungkinannya sangat kecil, namun luka ini tetap berbahaya bagi pasien. Sebaiknya identifikasi terlebih dahulu mengenai keberadaan luka ini saat dan setelah melakukan operasi. Luka pada ureter ini membutuhkan waktu beberapa minggu untuk sembuh. Jika ditangani dengan baik perforasi tidak akan menyebabkan penyempitan pada ureter.

Itulah resiko operasi batu ginjal yang penting untuk diketahui. Setiap akan menjalankan operasi pasti kita akan dihadapkan oleh resiko-resiko yang mungkin muncul. Kita tidak boleh mengabaikan ini dan perlu mempertimbangkan segala sesuatunya secara matang. Sehabis operasipun kita perlu memeriksakan kembali kondisi kesehatan kita agar komplikasi yang mungkin muncul setelah operasi dapat segera ditangani.

Sponsors Link
>
, ,