Sponsors Link

Pengertian Refluks Vesikoureteral – Akibat – Faktor Risiko – Komplikasi

Sponsors Link

Refluks vesikoureteral atau aliran urin abnormal merupakan salah satu dari macam macam penyakit ginjal yakni kondisi dimana aliran urin akan kembali dari kandung kemih keatas tabung atau ureter yang menjadi penghubung antara ginjal dan saluran kemih dimana dalam keadaan normal, urin akan turun dari ginjal menuju kandung kemih. Sistem kemih meliputi ginjal, ureter, kandung kemih dan juga uretra memiliki tugas untuk membuang limbah tubuh lewat urin. Ginjal yang terletak di bagian atas akan menghasilkan urin dengan cara menyaring limbah serta cairan dari darah. Urin tersebut nantinya akan berjalan lewat ureter menuju kandung kemih tempat urin tersimpan hingga nantinya akan dibuang. Refluks vesikoureteral ini biasanya lebih sering terjadi pada bayi dan anak anak yang bisa meningkatkan penyakit infeksi saluran kemih dan jika tidak segera diatasi maka bisa menyebabkan ginjal rusak.

ads

Akibat Refluks Vesikoureteral

Refluks vesikoureteral ini bisa mengakibatkan beberapa gangguan lain seperti hidronefrosis, penyakit infeksi saluran kemih dan beberapa faktor lain.

  1. Hidronefrosis

Hidronefrosis bisa terjadi saat cairan berlebih dalam ginjal yang disebabkan karena cadangan urin. Selain itu sering juga disebabkan karena obstruksi bagian atas saluran kemih. Pembengkakan ginjal atau kandung kemih bengkak bisa terjadi yang menyebabkan pelvis ginjal membengkak dan kemungkinan jaringan parut pada ginjal dan gangguan fungsi ginjal semakin meningkat.

Beberapa gejala yang terjadi diantaranya adalah:

  • Ingin terus buang air kecil
  • Sensasi seperti terbakar ketika buang air kecil
  • Demam
  • Nyeri pada bagian panggul atau perut
  • Darah bercampur dengan urin yang berbau menyengat
  • Buang air kecil dalam jumlah sedikit.
  1. ISK

ISK atau penyakit infeksi saluran kemih pada anak anak umumnya cukup sulit didiagnosis dan hanya memiliki beberapa gejala dan tanda nonspesifik seperti:

  • Nafsu makan menurun
  • Diare
  • Tidak nafsu makan
  • Demam

Semakin bertambahnya usia anak dan refluks vesikoureteral tidak segera diobati, maka nantinya bisa menyebabkan beberapa gangguan seperti:

  • Sering mengompol
  • Tekanan darah tinggi
  • Protein dalam urin
  • Gagal ginjal kronis
  • Konstipasi atau hilangnya kontrol gerakan usus

Kapan Harus Menemui Dokter?

Ada beberapa tanda atau kondisi kronis seperti gejala infeksi saluran kemih pada anak dimana beberapa tanda tersebut harus segera ditangani oleh dokter sebab sudah berkembang menjadi kronis.

  • Berusia kurang dari 3 bulan dan suhu rektal mencapai 38 derajat celcius atau lebih tinggi
  • Suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 38.9 derajat celcius atau lebih tinggi tanpa faktor yang jelas seperti sesudah vaksinasi.
  • Perubahan selera makan seperti tidak mau menyusu atau makan.
  • Perubahan suasan hati dimana bayi terlihat lesu, sulit bangun.
  • Diare
  • Muntah sesudah makan dan menyusu. 
    Sponsors Link

Faktor Risiko

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan risiko refluks vesikoureteral semakin meningkat seperti jenis kelamin, usia dan juga disfungsi anatomi saluran kemih.

  • Disfungsi kandung kemih dan usus: Anak anak dengan disfungsi kandung kemih dan usus sering menahan kencing dan buang air besar serta mengalami infeksi saluran kemih berulang bisa berkontribusi terhadap refluks vesikoureteral.
  • Ras: Anak anak kulit putih akan memiliki risiko refluks vesikoureteral lebih tinggi dibandingkan ras lainnya.
  • Usia: Bayi dan anak anak sampai usia 2 tahun lebih kemungkinan juga mengalami refluks vesikoureteral lebih tinggi dibandingkan anak anak berumur lebih dewasa.
  • Sejarah keluarga: Refluks vesikoureteral primer biasanya terjadi pada anak anak dengan kondisi orang tua yang juga memiliki masalah serupa.

Komplikasi Refluks Vesikoureteral

Tanda tanda ginjal rusak menjadi perhatian dan komplikasi utama dari refluks vesikoureteral. Jika refluks semakin parah dan serius, maka beberapa komplikasi lainnya juga bisa terjadi seperti: 

Sponsors Link

  • Jaringan parut ginjal: Terjadi jika refluks vesikoureteral tidak dapat diobati yang akhirnya menyebabkan jaringan parut bernama refluks nephropathy yakni kerusalan permanen pada jaringan ginjal. Jaringan parut ini nantinya bisa meluas dan menyebabkan gagal ginjal dan tekanan darah tinggi.
  • Hipertensi: Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi karena organ ginjal membuang limbah dari aliran darah sehingga kerusakan ginjal terjadi kemudian kotoran menumpuk yang dihasilkan akan meningkatkan tekanan darah.
  • Gagal ginjal: Bekas luka bisa mengakibatkan hilangnya fungsi penyaringan ginjal dan akhirnya menyebabkan gagal ginjal yang bisa terjadi dengan cepat atau gagal ginjal akut dan juga bisa berkembang seiring dengan berjalannya waktu menjadi penyebab gagal ginjal kronis.

Sponsors Link
>
, , ,