Sponsors Link

Radang Kandung Kemih : Gejala, Penyebab, Komplikasi dan Pengobatan

Sponsors Link

Penyakit radang kandung kemih juga seringkali disebut sebagai sindrom kandung kemih menyakitkan. Penyakit ini merupakan sebuah keadaan dimana kandung kemih mengalami tekanan dan rasa nyeri. Kandung kemih itu sendiri merupakan sebuah organ pada tubuh yang fungsi utamanya adalah menyimpan urine sebelum dikeluarkan sebagai air kencing. Kondisi radang pada kandung kemih akan menyebabkan gangguan pada proses kemih.

ads

Gejala

Gejala dan tanda dari penyakit radang kandung kemih bisa berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lainnya. Dan gejala tersebut bisa berbeda antara waktu ke waktu. Hal ini tergantung dari  parah atau tidaknya radang yang terjadi. Dan bisa jadi pada awalnya bahkan tidak ada gejala yang terjadi. Namun ketika radang semakin bertambah para, akan muncul gejala seperti Penyakit Infeksi Saluran Kemih, di antaranya:

  • Rasa nyeri di panggul, antara anus dengan vagina (pada wanita)
  • Rasa nyeri pada area di antara anus dan skrotum (pada pria)
  • Rasa nyeri seperti sedang menstruasi yang kronis
  • Sering buang air kecil, bahkan hingga 60 kali sehari
  • Volume buang air kecil yang berkurang
  • Nyeri saat berkemih atau saat berhubungan seksual

Saat radang kandung kemih menjadi parah, gejala juga akan meningkat. Namun beberapa orang bisa jadi mengalami sebuah waktu dimana gejala akan berkurang atau menghilang, namun kemudian gejala akan muncul lagi.

Penyebab

Penyebab dari penyakit ini sebenarnya tidak diketahui secara pasti. Dan penyebabnya bukan bakteri, seperti pada kasus infeksi saluran kemih atau infeksi kandung kamih. Akan tetapi, beberapa faktor risiko di bawah ini akan meningkatkan peluang terkena penyakit radang pada kandung kemih ini, di antaranya:

  • Seseorang yang memiliki kondisi tidak normal atau cacat di daerah kandung kemih (lapisan pelindungnya)
  • Seseorang yang memiliki lapisan pelindung kandung kemih yang bocor, sehingga memungkinkan zat racun masuk ke kandung kemih dan mengiritasi di dalamnya.
  • Reaksi autoimun, dimana seseorang yang memiliki penyakit autoimun akan meningkatkan risiko terkena radang kandung kemih
  • Reaksi alergi juga bisa berperan dalam meningkatkan peluang terkena kondisi ini
  • Wanita lebih besar peluangnya untuk mengalami radang pada kandung kemihnya karena Anatomi Kandung Kemih yang lebih dekat dengan lubang pembuangan
  • Faktor keturunan juga berperan dalam peningkatan risiko terkena peradangan kandung kemih
  • Orang dewasa yang melebihi usia 30 tahun atau manula memiliki risiko yang besar akan terserang panyakit ini
  • Seseorang dengan gangguan kesehatan kronis, seperti gangguan pada usus besar dan gangguan kronis lainnya juga lebih mudah terserang penyakit ini.
Sponsors Link

Komplikasi

Peradangan pada Anatomi Saluran Kemih ini bisa menciptakan beberapa komplikasi kesehatan, sehingga perlu untuk segera diatasi dengan baik. Di antara komplikasi dari penyakit radang kandung kemih antara lain sebagai berikut.

  • Penurunan kapasitas penyimpanan kandung kemih terhadap urine
  • Penurunan kualitas hidup pada penderita penyakit tersebut
  • Penurunan kualitas emosional pada penderita karena rasa tidak nyaman yang ada, bahkan hingga depresi

Diagnosis

Penderita radang kandung kemih bisa dideteksi dengan serangkaian pemeriksaan, di antaranya sebagai berikut.

  • Pemeriksaan kondisi panggul
  • Tes urine untuk melihat apakah ada masalah pada sistem saluran kemih, karena berhubungan langsung dengan Proses Terbentuknya Urine pada manusia
  • Tes sensitivitas potasium
  • Tes cystoscopy untuk mengukur kapasitas kandung kemih
  • Tes biopsi dengan pengambilan sampel jaringan kandung kemih
Sponsors Link

Pengobatan

Seseorang yang didiagnosa terinfeksi radang kandung kemih pada dasarnya perlu melakukan serangkaian penanganan medis. Namun pengobatan pada penyakit ini bukan untuk menghilangkan penyebabnya, akan tetapi hanya untuk meringankan gejala dan menghentikan gejala yang ada. Sehingga bisa dikatakan cara pengobatannya berbeda dengan Cara Mengobati Infeksi Kandung Kemih. Beberapa cara penanganan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Melakukan terapi fisik, yaitu bertujuan untuk meredakan rasa nyeri yang diderita oleh pasien. Rasa nyeri ini berhubungan dengan nyeri otot, sehingga terapi yang dilakukan adalah dengan pembatasan jaringan ikat yang terkena radang.
  • Mengonsumsi obat oral, yaitu bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, seperti obat anti-inflamasi nonsteroid. Selain itu konsumsi obat antidepresan juga bisa dilakukan untuk membantu melemaskan otot kandung kemih dan mencegah rasa nyeri. Obat antihistamin juga bisa diberikan untuk mengatur frekuensi buang air kecil dan untuk mencegah alergi bagi pasien yang alergi.
  • Stimulasi saraf, yaitu terapi dengan menstimulasi saraf tertentu. Tujuannya adlaah untuk membantu mengurangi frekuensi buang air kecil dan mengontrol organ kandung kemih agar bisa kembali normal. Jenis stimulasi yang dimaksud adalah TENS dan juga stimulasi saraf sakral.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai radang kandung kemih yang perlu diketahui. Semoga artikel ini bisa memberikan informasi yang bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,