Sponsors Link

Radang Ginjal pada Anak : Jenis, Gejala, dan Pencegahan

Sponsors Link

Penyakit ginjal ada beragam. Salah satunya adalah radang ginjal. Radang Ginjal disebut juga dengan nefritis. Penyebab utama dari radang ginjal adalah gangguan autoimun yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja ginjal. Selain gangguan imun, nefritis bisa juga terjadi kaerna infeksi atau zat racun yang masuk ke tubuh. Dari penyebab yang ada, bisa diketahui bahwa bukan hanya orang dewasa yang memiliki potensi untuk terserang radang ginjal. Namun anak-anak juga bisa mengalaminya.

ads

Jenis dan Gejala

Sama seperti yang menyerang orang dewasa, radang ginjal pada anak dibedakan menjadi beberapa jenis. Setiap jenis Nefritis terbagi didasarkan pada penyebab dan juga posisi dari peradangan itu sendiri. Berikut penjelasan dari jenis radang ginjal dan gejala-gejala yang muncul.

  1. Glomerulonephritis

Radang ginjal pada anak yang pertama adalah Glomerulonephiritis. Peradangan ginjal jenis ini menyerang area glomeruli. Glomeruli itu sendiri merupakan kelompok pembuluh darah yang berada di dalam ginjal. Di bagian inilah mekanisme penyaringan darah terjadi. Penyebab dari glomerulonephritis adalah sistem imun tubuh yang menyerang sel sehat, atau karena gangguan autoimun. Biasanya kondisi ini baru bisa dideteksi setelah penderitanya menjalani tes darah atau tes urine.

Gejala radang ginjal  jenis ini yang muncul bisa berupa:

  • Pembengkakan di kaki
  • Perubahan kondisi urine
  • Hematuria atau kencing berdarah

Kondisi ini bisa sembuh. Akan tetapi, jika penyebabnya adalah gangguan autoimun, maka ada kemungkinan gejala akan muncul lagi di kemudian hari. Bahkan, bisa jadi muncul risiko lainnya seperti gagal ginjal kronis atau hipertensi.

  1. Interstitial nephritis

Radang ginjal pada anak yang kedua adalah interstitial nephritis. Peradangan ginjal jenis ini merupakan radang yang berada di ruang jaringan tubulus ginjal. Sifat dari peradangan ginjal jenis ini bisa menjadi kronis atau akut. Penyebab Radang Ginjal jenis interstitial nephritis antara lain sebagai berikut.

  • Reaksi yang hipersensitif terhadap beberapa jenis obat tertentu
  • Gangguan autoimun, seperti misalnya penyakit Kawasaki
  • Efek samping dari antibiotik tertentu
  • Penggunaan obat-obatan jangka panjang
  • Darah yang kadar kaliumnya terlalu rendah sementara kadar asam urat atau kalsiumnya terlalu tinggi.

Adapun gejala yang bisa terjadi pada kasus interstitial nephritis ini antara lain:

  • Demam
  • Hematuria
  • Mual
  • Muntah
  • Ruam kulit
  • Sering mengantuk
  • Sering kelelahan
  • Volume urine yang naik atau turun
  • Kebingungan atau tidak fokus
  • Berat badan bertambah

Kondisi ini akan diperiksa oleh tim medis untuk mengetahui adanya kemungkinan darah tinggi, gangguan jantung, atau gangguan paru-paru. Pemeriksaan yang dilakukan biasanya adalah tes urine, tes darah, USG, dan juga biopsi.

Sponsors Link

  1. Jenis radang ginjal lainnya

Selain kedua jenis radang ginjal di atas, ada juga jenis radang ginjal yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri lalu menyerang ginjal. Selain itu ada juga jenis radang ginjal berupa Lupus Nefritis, yaitu radang ginjal yang disebabkan oleh penyakit lupus. Penyakit ini juga bisa menyerang sistem imun tubuh anak. Ada juga jenis athletic nephritis, yang merupakan radang ginjal yang terjadi jika seseorang terlalu memforsir kegiatannya secara berlebihan.

Pencegahan

Mengingat radang ginjal cukup berbahaya bagi anak, orang tua perlu melakukan beberapa pencegahan dari penyakit tersebut. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

Sponsors Link

  • Saat anak dilahirkan, maka ada baiknya memeriksakan kondisi kesehatan anak secara lebih lengkap. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah anak memiliki risiko gangguan autoimun atau kelainan pada tubuhnya.
  • Selalu pantau perkembangan dan pertumbuhan anak. Jika anak terlihat memiliki perbedaan yang mencolok dengan teman-teman sebayanya, maka segera periksakan kondisi kesehatan anak. Hal ini penting untuk mendeteksi sejak dini mengenai gangguan kesehatan anak.
  • Jika anak mengeluhkan ketidaknyamanan atau muncul rasa sakit, segera konsultasikan dengan dokter.
  • Hindari pengobatan yang tidak sesuai dengan resep dokter pada anak. Jangan sembarangan memberikan obat pada anak, karena radang ginjal juga bisa disebabkan oleh obat-obatan yang salah.
  • Biasakan anak agar tetap rajin mengonsumsi air putih secara cukup dan sehat guna menjaga kesehatan ginjal.
  • Kenali berat badan anak, dan cek apakah berat badannya normal atau tidak. Jika ada risiko anak obesitas, maka lakukan konsultasi dengan dokter untuk mengatasinya.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai radang ginjal pada anak yang perlu diketahui serta cara pencegahannya. Sekali lagi, orang tua memang perlu untuk mengamati pertumbuhan si anak. Jika anak tidak berkembang sesuai dengan teman sebayanya, segera lakukan pemeriksaan untuk mencegah gejala dan penyakit yang lebih parah. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , ,