Sponsors Link

Larangan Puasa Bagi Penderita Batu Ginjal Menurut Saran Dokter

Sponsors Link

Banyak orang yang beranggapan jika penderita batu ginjal stadium awal, disarankan untuk tidak menjalankan ibadah puasa. Untuk orang yang memiliki gangguan pada ginjal, puasa memang menjadi satu tantangan tersendiri. Meski makanan untuk penderita batu ginjal tidak harus diganti, akan tetapi kebutuhan untuk mengkonsumsi cairan dalam jumlah cukup harus diatur dengan sangat ketat, namun hal tersebut bukan menjadi patokan jika penderita masalah ginjal tidak bisa menjalankan ibadah puasa.

ads

Seorang dokter dari Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam berkata jika agar bisa menentukan apakah berpuasa bisa membahayakan atau aman dilakukan bagi seseorang yang memiliki ciri ciri batu ginjal, maka tergantung dari jenis dan seberapa kronis penyakit ginjal yang dialami. Untuk beberapa orang yang sudah didiagnosis terkena batu ginjal stadium awal, maka disarankan untuk tidak berpuasa. Namun jika kondisi dari penderita sudah membaik, maka penderita baru bisa menjalankan ibadah puasa.

Larangan puasa bagi seseorang yang memiliki ciri ciri batu ginjal awal ini juga terjadi karena penderita diharuskan untuk minum sebanyak empat liter air setiap hari. Hal tersebut nantinya akan sulit dilakukan jika penderita tersebut sedang menjalankan ibadah puasa. Sedangkan solusi terbaik yang bisa dilakukan adalah melakukan puasa selang seling atau membayar fidiah. Dokter juga membatasi penyakit ginjal menjadi dua yakni batu ginjal dan juga penyakit ginjal kronik. Untuk batu ginjal biasanya disebabkan karena kurangnya asupan cairan, infeksi ginjal dan juga lumpuh atau immobil. Sedangkan untuk penyakit ginjal kronik disebabkan karena infeksi, ginjal polikistik, autoimun dan juga glomerulonefritis. Selain itu, tidak berkonsultasi dengan dokter dan juga terlalu sering mengkonsumsi beberapa jenis obat seperti teh pelangsing, ibuprofen dan asetaminofen juga dianggap menjadi penyebab penyakit tersebut. 

Sponsors Link

Perbedaan Puasa Untuk Batu Ginjal dan Ginjal kronik

Berbeda dengan ciri ciri penyakit batu ginjal, penyakit ginjal kronik masih diperbolehkan untuk menjalani ibadah puasa. Hal ini disebabkan karena penderita penyakit ginjal kronik memang diharuskan untuk membatasi asupan cairan baik untuk yang sudah melakukan cuci darah atau dialisi atau yang belum sama sama boleh menjalani ibadah puasa.

Umumnya, seseorang yang sehat tanpa memiliki gangguan ginjal kronik sebenarnya akan mengeluarkan jumlah urin dan juga kadar mineral dalam urin yang tidak memiliki banyak perbedaan dengan kondisi disaat sedang tidak berpuasa. Pada saat sedang berpuasa, kadar natrium dan juga kalium dalam serum tidak akan mengalami perubahan. Namun bukan berarti penyakit ginjal kronik bisa dianggap sepele sebab juga butuh perhatian khusus terhadap potensi terjadinya penumpukan kalium dalam darah yang disebut dengan hiperkalemia. Fungsi ginjal dan juga elektrolit dalam darah juga harus dipantau dengan baik sehingga mengukur kondisi kesehatan ginjal wajib untuk dilakukan seperti pemeriksaan darah ureum kreatinin, darah cystatin C atau rontgen renogram. 

Sponsors Link

Dokter juga memperingatkan untuk pasien yang sedang menjalani dialisis atau cuci darah supaya bisa lebih waspada sebab mengkonsumsi makanan dan minuman berlebihan yang biasa dilakukan saat berbuka puasa bisa mengakibatkan naiknya kadar kalium darah, berat badan dan juga cairan berlebih diantara tenggat dialisis yang merupakan salah satu penanganan batu ginjal. Apabila kesehatan ginjal seseorang terganggu, maka ukuran dari organ tersebut juga akan berubah seperti untuk penderita diabetes yang rentan terhadap batu ginjal dan kanker leher rahim pada perempuan yang biasanya membuat ukuran ginjal semakin membesar dan penyebab batu ginjal pada wanita. Sedangkan untuk kondisi yang sebaliknya bisa terjadi apabila terjadi penyakit ginjal kronik sehingga kapasitas buang air kecil akan berkurang dan membuat penderita menjadi edema. Selain itu, racun yang ada di dalam tubuh juga tidak dapat dikeluarkan dan akibatnya hemoglobin juga semakin menurun yang kemudian menyebabkan anemia dan pengeroposan tulang karena hilangnya kadar kalsium dalam tubuh.

Menurut keterangan dokter, hingga saat ini yang paling tinggi menyebabkan kematian penderita ginjal khususnya yang sudah memasuki stadium V adalah kondisi hemodialisis atau transplantasi ginjal dengan ciri kelebihan air dan juga gangguan elektrolit atau hiperkalemia. Dari ulasan diatas bisa disimpulkan jika puasa bagi penderita batu ginjal sebaiknya tidak dilakukan sebab penderita membutuhkan banyak asupan air setiap hari yang dirasa cukup sulit dilakukan apabila sedang menjalankan ibadah puasa.

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup