Sponsors Link

4 Penyebab Protein Urin Positif Pada Ibu Hamil

Sponsors Link

Selama ada dalam masa kehamilan, maka tubuh tentu mengalami banyak perubahan. Sebagai calon ibu, sudah seharusnya anda mengetahui apa saja perubahan yang masih bisa dikatakan normal dan mana yang tidak dan membutuhkan pertolongan positif. Lalu, bagaimana dengan protein urin positif pada ibu hamil?, apakah ini termasuk normal terjadi. Perlu anda ketahui jika penyebab adanya protein dalam urin dalam jumlah kecil selama masa kehamilan masih dianggap normal. Akan tetapi pelepasan protein dalam urin yang terlalu berlebihan bisa dijadikan indikasi dari gangguan fungsi ginjal atau stres dan bahkan bisa menjadi pertanda infeksi dalam tubuh. Hadirnya protein dalam urin yang disebut dengan proteinuria ini jumlah protein yang terbuang bisa sampai 300 mg atau lebih dalam waktu 24 jam dan inilah yang termasuk proteinuria tidak normal pada masa kehamilan. Protein urin positif pada ibu hamil ini bisa diketahui dengan pemeriksaan air seni yang dinamakan urinalisis.

ads

Penyebab Proteinuria

Berdasarkan kondisi dan juga penyebabnya, proteinuria atau urine mengandung protein terbagi menjadi 2 jenis yakni kronis serta onset. Ibu hamil dikatakan mengalami proteinuria kronis jika memang sudah ada sebelum kehamilan karena ginjal bermasalah. Sementara untuk proteinuria  onset hanya terjadi selama masa kehamilan dan salah satunya disebabkan karena preeklamsia. Untuk mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan protein urin positif pada ibu hamil, silahkan simak ulasan yang kami berikan berikut ini.

  1. Preeklamsia

Sindrom ini ditandai dengan tekanan darah yang tinggi dan juga penyebab adanya protein dalam urin. Proteinuria dan hipertensi bisa terjadi sesudah kehamilan 20 minggu dan biasanya memang tidak memperlihatkan gejala lain. Akan tetapi jika dalam tahap yang parah, maka penderita bisa merasakan sakit kepala, mual dan muntah pembengkakan di area wajah dan tangan, sakit perut, penurunan buang air kecil dan juga penglihatan yang kabur. Bentuk dari preeklamsia parah nantinya juga bisa menyebabkan kegagalan beberapa organ seperti otak, mata, hati, paru paru termasuk ginjal.

  1. Eklampsia

Eklampsia merupakan preeklamsia yang disertai juga dengan kejang kejang karena gangguan pada fungsi otak. Kejang ini bisa terjadi sebelum, selama atau sesudah persalinan dan termasuk dalam kondisi darurat obstetri sehingga membutuhkan penanganan medis secepatnya.

  1. HELLP Syndrome

HELLP Syndrome dihubungkan dengan preeklamsia serta juga menimbulkan gejala yang serupa. Ini merupakan kondisi kehamilan yang mengancam nyawa dan salah satu penyebab protein dalam urin atau proteinuria. HELLP adalah singkatan dari G untuk Hemolysis yakni pemecahan sel darah merah, EL yakni Elevated Liver Enzyme untuk meningkatkan enzim hati dan juga LP yakni low platelet atau jumlah trombosit rendah.

Gejala awal yang terlihat mungkin sama dengan preeklamsia seperti mual dan muntah, nyeri perut bagian atas, sakit kepala, terasa sakit dan juga penglihatan kabur. Sindrom HELLP ini bisa menyebabkan komplikasi serius seperti ginjal rusak, kerusakan organ hati, edema paru, absorpsi plasenta dan juga koagulasi intravaskular diseminata. Selama masa kehamilan, sindrom ini bisa meningkatkan risiko eklampsia serta HELLP. Kondisi ini bisa mengakibatkan hasil yang merugikan seperti bayi terlahir dengan berat badan rendah, kelahiran prematur, lahir mati. kematian bayi yang baru dilahirkan dan juga terbatasnya pertumbuhan intrauterin.

  1. Infeksi Ginjal atau Saluran Kemih

Protein urin positif pada ibu hamil juga bisa terjadi karena penyakit infeksi saluran kemih. Ini dicurigai ketika calon ibu sering merasa ingin buang air kecil diikuti rasa tidak nyaman, panas saat berkemih dan juga perih. ISK ini harus secepatnya diatasi dengan antibiotik resep dokter yang aman dikonsumsi selama masa kehamilan. 

Sponsors Link

Cara Mengetahio Keberadaan Protein Dalam Urin

Sesudah mengamati beberapa gejala seperti pembengkakan pada tangan, kaki dan wajah serta berubahnya air seni berbusa, maka dokter selanjutnya akan melakukan pemeriksaan dan tes penunjang untuk memastikan keberadaan protein dalam uri dengan beberapa cara, yakni:

  • Tes dipstick: Urin yang ditampung dalam wadah akan dicelupkan strip pemeriksaan dan strip yang mengandung beberapa warna akan menjelaskan adanya protein dalam urine seperti tes urine penyakit ginjal.
  • Tes protein urin 24 jam: Dilakukan pada sampel urin selama 24 jam penuh yakni mengumpulkan urin selama 24 jam yakni pertama sesudah bangun di pagi hari yang tidak dihitung dan baru bisa dikumpulkan berikutnya selama 24 jam.

Sponsors Link
>
, , , ,