Sponsors Link

Proses Terbentuknya Urine pada Ginjal Manusia

Sponsors Link

Proses Terbentuknya UrineUrine adalah sebutan medis dari air kencing atau air seni. Urine ini sendiri sebenarnya adalah limbah pembuangan manusia yang sudah difilter atau disaring terlebih dahulu oleh sistem kemih. Sistem kemih itu sendiri terdiri dari beberapa organ penting, antara lain ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Kesemua organ yang masuk dalam sistem kemih ini disebut dengan saluran kemih.

ads

Urine ini adalah sebuah cairan yang isinya bermacam-macam. Kandungan dalam urine adalah zat-zat sisa yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh. Zat sisa itu didapat dari proses penyaringan darah. Zat-zat sisa metabolisme dalam urine antara lain seperti garam, urea, dan juga materi organik lainnya. Urine itu sendiri terbentuk dalam proses yang cukup rumit dan panjang. Namun setiap hari tubuh kita melakukan proses tersebut. Lalu bagaimana proses terbentuknya urine pada manusia yang dilakukan oleh sistem kemih? Simak penjelasannya berikut ini.

Proses pembentukan urine pada manusia pada dasarnya dibedakan menjadi 4 tahapan utama, antara lain proses filtrasi, proses reabsorpsi, proses augmentasi, dan juga proses ekskresi. Masing-masing proses terbentuknya urine tersebut telah tercipta secara sempurna, yang akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Proses filtrasi (penyaringan)

Proses penyaringan atau proses filtrasi merupakan proses perpindahan cairan dari bagian glomelurus ginjal menuju ruang kapsula bowman. Proses perpindahan ini akan menembus membran filtrasi yang terdiri dari 3 lapisan. Lapisan tersebut antara lain endotelium glomelurus, membran basiler, dan epitel kapsula bowman. Proses filtrasi ini adalah proses pertama dari seluruh proses terbentuknya urine pada manusia.

Proses ini akan menyaring zat limbah seperti urea, H2O atau air, serta zat Cl dari darah. Darah yang masuk ke ginjal melalui pembuluh arteri afferent memang membawa partikel darah yang masih bercampur dengan limbah. Darah ini kemudian akan disaring. Komponen darah yang bersih akan melalui celah-celah dari membran filtrasi untuk kemudian terus melaju pada tubulus proksimal. Sedangkan partikel besar dari darah seperti protein atau albumin dan plasma tidak akan disaring, dan tetap berada pada aliran darah.

Filtrasi darah ini akan menghasilkan urine primer atau yang biasa disebut juga dengan istilah filtrat glomelurus. Ciri Ciri Ginjal Sehat akan menghasilkan urine primer yang juga sehat. Urine primer ini masih mengandung zat-zat yang kemungkinan masih bermanfaat untuk tubuh. Urine primer ini juga mengandung sel darah merah, namun konsentrasinya hana 0,03 persen saja. Sedangkan di dalamnya juga ada kandungan elektrolit dan juga kristaloid protein. Selain itu juga ada kandungan garam, glukosa, asal amino, kalium, dan beberapa mineral lainnya.

  1. Proses rabsorbsi (penyaringan kembali)

Proses terbentuknya urine yang kedua adalah proses reabsorbsi atau penyaringan kembali. Proses ini terjadi di tubulus proksimal. Dinamakan proses penyaringan kembali, karena memang di proses ini zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh akan diserap kembali.

Sponsors Link

Sedangkan zat yang sudah tidak dibutuhkan akan dibuang nantinya. Proses reabsorbsi dilakukan olah sel-sel epitel. Adapun zat-zat yang akan diserap kembali di antaranya glukosa, asam amino, Cl-, K+, Na+, dan masih banyak lagi. Zat-zat yang diserap kembali itu akan memasuki pembuluh darah dan akan mengalir kembali bersama aliran darah. Proses ini jugalah yang menjadikan cairan urine lebih pekat.

ads

Dari proses ini akan dihasilkan jenis urine sekunder atau yang juga disebut sebagai filtrat tubulus. Kadar urea urine sekunder ini lebih tinggi daripada urine primer. Setelah itu urine sekunder akan masuk ke dalam lengkung henle.

  1. Proses augmentasi (pengumpulan)

Proses selanjutnya adalah proses augmentasi atau pengumpulan. Pada proses ini, urine sekunder akan dialirkan menuju tubulus distal dan juga duktus pengumpul. Di sana, zat sisa oleh darah akan dikeluarkan untuk menjaha pH darah. Zat sisa yang dimaksud seperti H+, NH3, kreatinin, dan juga K+. Proses tersebut menghasilkan urine yang sesungguhnya (urine yang akan dibuang) yang kemudian akan disalurkan menuju duktus pengumpul.

Urine pada proses ini mengandung zat sisa metaolisme protein, zat racun atau limbah, amonia, garam, dan juga urea. Adapun zat racun atau limbah yang dimaksud adalah sisa dari obat-obatan. Urine ini nantinya akan dibawa menuju ke kandung kemih melalui organ atau saluran yang disebut ureter.

Sebelum dibuang, urine ini akan ditampung di kandung kemih hingga batasan tertentu. Jika kandung kemih sudah penuh, maka akan muncul impuls ke otak berupa respons ingin buang air kecil. Jika di dalam ginjal ada masalah, misalnya batu ginjal, maka Tanda Tanda Batu Ginjal akan bisa mengambat proses ini sehingga urine akan lebih sukar untuk dikeluarkan karena terhalang penyumbatan.

  1. Proses ekskresi (pembuangan)

Setelah semua proses selesai, maka urine akan dibuang dari kandung kemih ke luar tubuh melalui uretra. Proses ini adalah proses ekskresi atau pengeluaran. Urine yang dibuang ini memiliki kandungan toksik seperti urea, kreatinin, asam urat, dan juga zat limbah lainnya.

Dan dari senyawa-senyara dari urine inilah kebanyakan penyakit ginjal bisa diketahui. Karena dari Ciri Urine Sehat sudah diketahui kondisi ginjal yang sehat. Misalnya dengan melihat kadar kreatinin ddan ureum yang ada. Jika kadar kreatinin dan ureum meningkat, maka kemungkinan ada masalah pada ginjal. Sedangkan zat warna kuning pada urine ini ditentukan dari empedu.

Itulah beberapa tahapan dari proses terbentuknya urine yang perlu diketahui. Akan tetapi, jumlah urine dan juga kandungan urine pada manusia yang satu memang berbeda dengan manusia yang lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:

  • Hormon antidiuretik

Hormon antidiuretik atau ADH ini memiliki fungsi untuk memudahkan penyerapan cairan daru tubulus distal menuju ke duktus pengumpul. Hormon inilah yang juga berperan dalam mengatur konsentrasi air di dalam tubuh.

Sponsors Link

  • Volume air yang diminum

Volume air yang dikonsumsi seseorang juga turut serta mempengaruhi konsentrasi dan juga volume dari urine yang dihasilkan. Jika ciara dalam tubuh banyak, maka proses pembentukan urine juga akan banyak. Begitu pula sebaliknya.

  • Jumlah konsentrasi hormon insulin

Hormon insulin yang berkurang di dalam tubuh akan meningkatkan kadar gula pada darah. Kadar gula pada darah yang tinggi bisa menyebabkan gangguan pada proses absorbsi urine, sehingga hal ini bisa juga merusak ginjal jika terus berlanjut dalam jangka panjang. Memang ada Hubungan Diabetes Dengan Gagal Ginjal Kronik sehingga penderita diabetes biasanya juga akan mengalami peningkatan risiko terhadap penyakit ginjal.

Demikianlah serangkaian proses terbentuknya urine pada manusia yang dilakukan oleh organ-organ yang tergabung dalam sistem pembuangan kemih manusia. Dengan demikian, kini informasi mengenai proses pembentukan dan juga pembuangan urine sudah jelas. Selalu ketahui Cara Menjaga Ginjal Agar Tetap Sehat supaya terbebas dari berbagai permasalahan ginjal. Semoga artikel ini bisa memberikan informasi yang bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , ,
Oleh :
Kategori : Anatomi