Sponsors Link

Poliuria : Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Sponsors Link

Proses Terbentuknya Urine adalah di ginjal dan urine akan dikeluarkan melalui saluran kemih. Ada beberapa kelainan yang bisa dilihat dari urine yang dihasilkan oleh manusia. Salah satunya dari volume yang dikeluarkan dalam satu hari. Jika urine terlalu banyak, dalam dunia medis hal ini disebut dengan kondisi poliuria, yaitu ketika urine yang dikeluarkan lebih dari normal dalam kurun waktu 24 jam. Berikut beberapa penjelasan mengenai hal ini.

ads

Pengertian

Poliuri merupaka sebuah kondisi dimana urine yang dikeluarkan oleh seseorang melebihi 2,5 liter hingga bahkan lebih dari 3 liter dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Urine yang banyak ini sering dikenal sebagai sering buang air kecil atau banyak kencing.

Orang normal sendiri akan menghasilkan urine dalam jumlah yang normal. Frekuensi buang air yang normal memang relatif dan tergantung dari banyak faktor. Namun orang normal biasanya berkemih sebanyak 4 hingga 8 kali per hari. Hal ini dikarenakan urine bisa disimpan dulu di kandung kemih. Lalu ketika kandung kemih sudah penuh (kurang lenih sekitar 150 ml), barulah rasa ingin buang air kecil itu muncul. Berbeda dengan orang yang menderita Poliuria, karena dia akan lebih sering buang air kecil.

Gejala

Penyebab dari sering buang air kecil ada bermacam-macam. Namun pada umumnya, gejala dari orang yang sering buang air kecil tidak jauh berbeda. Berikut ini ada beberapa gejala yang sering ditemukan pada orang-orang dengan gangguan kencing poliuria.

  • Hesitansi, atau rasa yang belum tuntas saat buang air kecil di setiap kali buang air kecil. Sering kali disebabkanoleh gangguan pada kandung kemih atau uretra sehingga urine terhenti secara mendadak.
  • Nokturia, atau kondisi dimana seseorang sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil.
  • Urgensi, atau rasa yang tidak nyaman di area kandung kemih karena adanya tekanan di area tersebut sehingga sering membuat orang terburu-buru ke kamar mandi untuk membuang air kecil saat itu juga.
  • Dribbling, yaitu kondisi dimana urine masih terus keluar walau sudah selesai berkemih.
  • Hematuria, atau kondisi kencing disertai dengan darah sehingga warna urine berubah menjadi lebih gelap atau kemerahan.
  • Inkontinensia urine, dimana tubuh tidak bisa mengendalikan laju dan aliran urine sehingga sering mengompol walau sudah berusia dewasa.
  • Disuria, merupakan rasa nyeri yang terasa ketika buang air kecil, dan bisa juga disertai dengan sensasi terbakar.

Itulah beberapa gejala yang menyertai kondisi orang yang sering buang air kecil.

Penyebab

Seperti yang dijelaskan di atas, penyebab Poliuria bisa bermacam-macam. Mulai dari penyebab yang tidak berbahaya hingga penyebab yang dikarenakan adanya gangguan pada tubuh dan sistem kemih, termasuk ginjal. Berikut beberapa penyebab dari kondisi poliuri yang bisa terjadi.

  • Kehamilan

Wanita hamil akan berisiko untuk lebih sering buang air kecil. Hal ini dikarenakan rahim yang akan terus berkembang seiring berjalannya waktu, sehingga kandung kemih lama kelamaan akan lebih tertekan dan menyebabkan rasa ingin buang air kecil yang lebih sering. Itulah penyebab Sering Kencing saat Hamil yang merupakan hal wajar terjadi.

Sponsors Link

  • Diabetes

Penyebab kondisi sering buang air kecil adalah diabetes, baik tipe 1 (insipidus) maupun tipe 2 (melitus). Kedua jenis diabetes ini memang memiliki perbedaan. Namun keduanya sama-sama memiliki gejala Sering Kencing dan Haus, terlebih pada diabetes insipidus.

  • Gangguan prostat

Pada laki-laki, kondisi sering urine juga bisa disebabkan oleh gangguan prostat. Jika muncul gangguan pada prostat, maka uretra bisa terhambat dalam mengeluarkan urine sehingga akan sering muncul rasa ingin buang air kecil namun kencingnya tidak tuntas.

ads
  • Penggunaan obat diuretik

Obat diuretik adalah jenis obat-obatan yang sering direkomendasikan untuk mengatasi penumpukan cairan pada tubuh, misalnya pada orang dengan Penyakit Sistem Kemih seperti gagal ginjal. Obat-obatan jenis ini akan lebih sering membuat efek samping berupa sering buang air kecil.

  • Penyakit neurologi

Penyakit neurologi adalah penyakit yang menyerang saraf. Salah satu yang umum dikenal masyarakat adalah stroke. Penyakit ini dapat menyebabkan fungsi kandung kemih terganggu, sehingga bisa jadi akan muncul keluhan sering kencing.

  • Gangguan pada kandung kemih

Kandung kemih adalah organ yang bertugas untuk menyimpan sementara urine sebelum dikeluarkan. Kandung kemih yang terganggu bisa menyebabkan frekuensi dan volume dari urine menjadi tidak normal. Misalnya jika kandung kemih terserang kanker atau efek dari radiasi.

Diagnosis

Diagnosis terhadap kondisi poliuria dilakukan untuk mengetahui penyebabnya. Pasien akan diperiksa fisiknya secara lebih menyeluruh dan digali riwayat kesehatannya. Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan antara lain:

  • Urinalisis, yang dilakukan dengan metode pemeriksaan urine secara mikroskopik untuk mengetahui komponen atau senyawa yang ada pada urine.
  • Sistoskopi, yang merupakan pemeriksaan dengan tujuan melihat bagian dalam uretra dan kandung kemih dengan alat sistoskop.
  • Sistometri, yang merupakan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kandung kemih dan fungsi kandung kemih. Biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah ada maslaah pada saraf otot kandung kemih.
  • USG, yang dilakukan untuk mendeteksi bagian dalam tubuh secara lebih jelas.

Dokter mungkin akan memeriksa hanya dengan beberapa metode saja, dan tidak harus dilakukan semua metode seperti di atas untuk diagnosis.

Sponsors Link

Pengobatan

Pengobatan untuk poliuria dilakukan sesuai dengan penyebab atau penyakit yang melatarbelakangi kondisi tersebut. Jika penyebabnya adalah diabetes, maka penanganan dilakukan untuk mengatasi diabetes itu sendiri. Namun jika penyebabnya adalah kandung kemih yang bermasalah, maka pengobatan bisa dilakukan dengan beberapa perubahan pola hidup, seperti beberapa di bawah ini.

  • Bladder retraining, atau latihan berkemih yang merupakan salah satu jenis terapi yang umum disarankan bagi orang-orang dengan kandung kemih bermasalah, yaitu dengan berlatih Cara Mengosongkan Kandung Kemih yang benar. Caranya adalah mencoba menampung air kencing secara lebih lama lagi untuk menurunkan frekuensi buang air kecil. Tujuannya adalah untuk memperkuat otot kandung kemih.
  • Kontrol asupan cairan, yaitu dengan mengonsumsi cairan dalam jumlah cukup dan tidak berlebihan untuk mencegah kencing di saat yang tidak diharapkan. Misalnya saat malam hari atau saat akan memulai perjalanan.
  • Diet, yang direkomendasikan untuk pasien dengan menghindari makanan yang memiliki efek diuretik.
  • Obat, sesuai dengan jenis penyakit itu sendiri.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai kondisi Poliuria yang merupakan kondisi sering buang air kencing. Jika gejala poliuri terjadi kepada Anda, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Karena kondisi ini tidak normal dan butuh untuk diatasi dengan baik. Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk Anda.

Sponsors Link
>
, , , ,