Sponsors Link

Perbedaan Gagal Ginjal Akut dan Kronik : Penyebab dan Cara Mengobati

Sponsors Link

Gagal ginjal merupakan salah satu kondisi di mana ginjal tidak lagi bisa bekerja secara maksimal, bahkan mengalami ketidakmampuan fungsi lagi yang disebabkan oleh beberapa hal. Gagal ginjal akan menyebabkan penderitanya tidak bisa membuang limbah dari dalam tubuhnya dengan baik sehingga rentan untuk terjadi berbagai gangguan maupun komplikasi pada tubuh. Pada dasarnya gagal ginjal dibagi menjadi dua jenis berdasarkan waktu terjadinya, yaitu gagal ginjal akut dan kronik atau kronis. Namun mungkin masih banyak masyarakat yang kurang memahami perbedaan gagal ginjal akut dan kronik tersebut.

ads

Baca juga:

Penyebab

Pada dasarnya gagal ginjal akut dan kronis terjadi dalam jangka waktu yang berbeda. Itulah perbedaan keduanya yang paling mencolok. Gagal ginjal akut terjadi jika ginjal berhenti bekerja secara tiba-tiba. Sedangkan gagal ginjal kronik terjadi secara bertahap dalam mengalami kerusakannya. Namun penderita gagal ginjak kronis kebanyakan tidak menyadari gejala awal yang muncul dan baru menyadarinya ketika gejala parah sudah terjadi. Hal inilah yang menyebabkan gagal ginjal akut maupun kronis terlihat mirip, namun keduanya terjadi dengan cara yang berbeda.

Perbedaan gagal ginjal akut dan kronik juga bisa dilihat dari penyebabnya, yaitu sebagai berikut.

Gagal Ginjal Akut

Penyebab gagal ginjal akut adalah kejadian atau kondisi yang meningkatkan risiko kerusakan organ ginjal secara tiba-tiba. Biasanya faktor penyebab gagal ginjal akut adalah kondisi seperti dehidrasi atau pendarahan dalam jumlah banyak. Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan gagal ginjal akut. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa penyebab yang mungkin terjadi.

  • Gagal ginjal akut bisa disebabkan oleh penyumbatan pada saluran kemih seperti kondisi batu ginjal.
  • Adanya sindrom uremik hemolitik yang dipengaruhi oleh infeksi bakteri E. coli, yaitu jika ada obstruksi struktur pada ginjal.
  • Gagal ginjal akut menciptakan gejala yang cepat dan mudah dikenali seketika, seperti rasa sakit, pendarahan dalam urine, penumpukan cairan, dehidrasi berlebihan, sakit kepala, dan sebagainya.
  • Biasa terjadi pada pasien yang sudah dirawat di rumah sakit karena penyakit tertentu (gagal ginjal akut menjadi akibat dari penyakit tersebut).
  • Gagal ginjal akut terbagi ke dalam 3 fase, yaitu gagal ginjal akut pra-renal, renal, dan post-renal. Masing-masing memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Baca juga:

Sponsors Link

Gagal Ginjal Kronis

Penyebab dari gagal ginjal kronik ini lebih mengarah pada kondisi buruk pasien jangka panjang. Beberapa pengidap hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung, bisa memiliki risiko besar terkena gagal ginjal kronik. Hal ini dikarenakan kondisi tubuhnya tidak stabil, dan secara bertahap akan mempengaruhi sirkulasi darah maupun tekanan darah. Termasuk darah yang menuju ke ginjal, sehingga ginjal tidak bisa menyaring darah secara normal. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa penyebab yang mungkin terjadi.

  • Gagal ginjal kronis bisa disebabkan oleh kelainan bawaan penderita yang menyebabkan kerusakan ginjal progresif.
  • Adanya sindrom nefrotik yang mempengaruhi kadar protein di dalam urine sehingga bisa menyebabkan pembengkakan atau inflamasi pada jaringan.
  • Gagal ginjal kronik pada awalnya tidak selalu menciptakan gejala. Gejala parah yang mudah dikenali hanya muncul ketika kerusakan pada ginjal sudah sangat tinggi. Adapun gejala yang muncul biasanya adalah anemia dan juga meningkatnya fosfat di dalam darah.
  • Biasa terjadi pada pasien dengan penyakit jangka panjang yang tidak perlu mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit (diabetes, hipertensi, dan sebagainya).
  • Gagal ginjal kronik dibagi ke dalam 4 fase atau tingkatan keparahan, mulai dari stadium I hingga stadium IV. Masing-masing klasifikasi ini didasarkan pada batasan-batasan atau kriteria tertentu.
ads

Cara Mengobati

Karena gejala maupun penyebab dari gagal ginjal akut dan kronik berbeda, tentunya cara penanganan atau cara pengobatannya juga berbeda. Perbedaan gagal ginjal akut dan kronik juga bisa dilihat dari penyebabnya, yaitu sebagai berikut.

Gagal ginjal akut

Seperti yang dijelaskan tadi, gagal ginjal akut seringkali terjadi pada pasien yang sedang dirawat di rumah sakit karena penyakit tertentu, sehingga penanganan pada pasien gagal ginjal akut akan lebih cepat dilakukan secara medis. Berikut ini beberapa pengobatan atau penanganan yang biasa dilakukan.

  • Pasien akan direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan ahli ginjal atau ahli urologi untuk diagnosis dan juga penanganan lebih lanjut.
  • Jika sudah mengetahui penyebab pasti dari gagal ginjal akut, maka dokter akan mencoba mengobati penyebab atau infeksi pada ginjal yang menyebabkan GGA terjadi.
  • Untuk mencegah dehidrasi parah, pasien akan dianjurkan mengonsumsi cairan banyak.
  • Pasien juga akan dites darahnya untuk mengetahui kandungan darah.
  • Dokter juga kemungkinan akan menghentikan segala bentuk pengobatan yang sebelumnya dilakukan (untuk penyakit tertentu) jika terindikasi pengobatan tersebut memperparah kondisi ginjal.
  • Dokter akan menganjurkan pasien untuk melakukan diet atau mengatur pola makannya, seperti membatasi konsumsi garam, membatasi konsumsi protein, dan sebagainya.
  • Jika kasusnya sudah parah, pasien akan direkomendasikan untuk cuci darah.

Baca juga:

Gagal ginjal kronik

Sedangkan untuk gagal ginjal kronik, seperti yang dijelaskan di atas, tidak semua penderita gagal ginjal kronik menyadari bahwa dirinya sedang terserang penyakit tersebut. Hal ini dikarenakan gejalanya juga memang tidak selalu terlihat secara gamblang. Jika penderita gagal ginjal kronik memeriksakan diri ke dokter, sebenarnya tidak ada obat tertentu untuk menyembuhkan kondisi tersebut. Namun dokter akan memberikan rekomendasi atau perawatan untuk menghambat atau memperlama kerusakan pada jaringan ginjal, di antaranya:

  • Dokter akan memberikan rekomendasi gaya hidup sehat yang bisa memperkecil risiko diabetes atau hipertensi agar gagal ginjal kronik tidak bertambah parah.
  • Pasien direkomendasikan untuk melakukan diet protein untuk menghambat perkembangan penyakit gagal ginjal yang ada.
  • Suplemen vitamin B dan vitamin C bisa jadi diberikan kepada pasien oleh dokter.
  • Pasien akan diminta untuk menghentikan segala macam pengobatan yang sebelumnya dikonsumsi, yaitu obat-obatan yang terindikasi bisa menyebabkan gagal ginjal kronik lebih parah.
  • Bisa juga dengan memberikan diuretik untuk membantu meningkatkan volume urine atau cairan yang perlu dibuang dari ginjal.
  • Jika gagal ginjal kronik sudah cukup parah, maka kemungkinan cuci darah juga akan dilakukan untuk membantu membuang limbah dari tubuh.
  • Jika kasus gagal ginjal kronik sudah cukup parah dan ginjal tidak lagi bisa bekerja dengan baik, maka rekomendasi transplantasi ginjal mungkin diberikan oleh dokter.

Itulah beberapa cara mengobati gagal ginjal akut dan juga kronik. Tentunya baik gagal ginjal akut maupun kronik itu cukup membahayakan nyawa, karena limbah dari tubuh tidak bisa dikeluarkan dengan sempurna. Hal ini tidak hanya bisa membahayakan organ ginjal saja, melainkan juga organ lainnya, mengingat darah juga bersirkulasi ke seluruh tubuh. Jika darah membawa kotoran, maka organ lain bisa juga mendapatkan efek buruknya. Maka dari itu, perlu dilakukan pencegahan untuk gagal ginjal. Berikut beberapa pencegahan gagal ginjal akut maupun kronik yang bisa dilakukan.

Sponsors Link

  • Selalu mengontrol tekanan darah – Seperti yang dijelaskan di atas, gagal ginjal bisa terjadi jika tekanan darah tidak normal, sehingga asupan darah menuju ginjal terpengaruh. Maka, jaga selalu tekanan darah agar selalu berada pada kondisi normal.
  • Hentikan merokok dan alkohol – Rokok dan alkohol merupakan salah satu benda beracun yang harus segera dibuang dari kebiasaan sehari-hari. Hal ini juga bisa menyebabkan masalah pada ginjal.
  • Memeriksa darah dan urine – Pemeriksaan darah dan juga urine akan bisa memberikan informasi yang cukup akurat mengenai kondisi di dalam tubuh. Apalagi untuk pengidap diabetes atau hipertensi, tes darah dan urine akan bermanfaat untuk mengontrol pola hidup menjadi lebih baik
  • Melakukan olahraga rutin – Olahraga merupakan cara pencegahan yang efektif bagi berbagai macam penyakit, termasuk gagal ginjal. Hal ini dikarenakan tubuh akan bermetabolisme dengan lebih lancar karena sirkulasi udara lebih lancar ketika olahraga dilakukan.
  • Mengurangi makanan berlemak – Salah satu makanan paling buruk adalah makanan berlemak. Makanan berlemak bisa meningkatkan risiko kolesterol dan bisa menyebabkan penyumbatan di dalam darah.

Baca juga:

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai perbedaan gagal ginjal akut dan kronik yang perlu diketahui untuk tambahan wawasan. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat tersendiri. Jaga selalu kesehatan jangka panjang kita agar semua penyakit bisa terhindar dari tubuh kita.

Sponsors Link
>
, , ,