Sponsors Link

Perbedaan Diabetes Melitus dan Insipidus yang Perlu diketahui

Sponsors Link

Diabetes merupakan salah satu penyakit pada tubuh manusia yang berhubungan dengan urine. Diabetes mungkin sudah menjadi salah satu nama penyakit yang familiar di telinga masyarakat. Masyarakat mungkin mengenal diabetes sebagai penyakit kencing manis. Namun penyakit diabetes pada dasarnya bukan hanya kencing manis saja, karena kencing manis adalah diabetes melitus (tipe 2). Sedangkan jenis diabetes itu sendiri ada dua, yaitu diabetes insipidus (tipe 1) dan diabetes melitus (tipe 2). Walau keduanya adalah sama-sama merupakan penyakit diabetes, namun keduanya sangat berbeda. Lalu apa saja perbedaan diabetes melitus dan insipidus yang perlu diketahui? Berikut penjelasannya.

ads
  1. Etiologi

Diabetes insipidus : Diabetes Insipidus adalah salah satu jenis penyakit yang ditandai dengan seseorang yang tidak bisa mengatur urine yang keluar dari tubuhnya sehingga penderita akan terus menerus merasa haus dan terus menerus mengeluarkan urine. Hal ini disebabkan karena hipotalamus di bagian otak memliki kelainan sehingga hormon antidiuretik terganggu. Atau, hipotalamus normal, namun ginjal yang terganggu sehingga tidak bisa merespons hormon antidiuretik dengan baik.

Diabetes melitus : Diabetes melitus adalah salah satu jenis penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula di dalam darah, sehingga darah yang mengalir di dalam tubuh bukanlah darah yang normal. Hal ini disebabkan oleh produksi insulin yang berkurang akibat adanya kerusakan pada sel beta pankreas, atau karena resistensi tubuh terhadap hormon insulin.

  1. Jumlah penderita

Perbedaan diabetes melitus dan insipidus yang paling terlihat adalah dari jumlah penderitanya, di mana penderita diabetes insipidus bisa dibilang sangat sedikit. Sedangkan penderita diabetes melitus cukup banyak dan tersebar di seluruh dunia. Penderita diabetes insipidus hanya 5% dari keseluruhan penderita diabetes di seluruh dunia. Sedangkan penderita diabetes melitus sudah dipastikan menempati 95% dari keseluruhan penderita diabetes di dunia.

Dalam hal usia penderita pun, ada perbedaan diabetes melitus dan insipidus yang mencolok, yaitu penderita diabetes insipidus kebanyakan masih berusia relatif muda (anak-anak hingga remaja). Sedangkan pada penderita diabetes melitus, kebanyakan sudah berusia dewasa hingga manula.

  1. Gejala

Diabetes insipidus : Gejala dari diabetes insipidus selalu terkait dengan pemasukan cairan ke dalam tubuh dan pengeluaran cairan dari tubuh dalam bentuk urine. Penderita diabetes insipidus tidak memiliki Ciri Urine Sehat karena bisa jadi mengalami gejala-gejala seperti:

  • Sering merasa kehausan
  • Kehilangan selera atau nafsu makan
  • Tubuh kehilangan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Sering mengompol waktu tidur, baik di siang hari atau di malam hari
  • Mudah merasa marah
  • Sering menangis secara berlebihan
  • Pertumbuhan menjadi lebih lambat
  • Sering merasa kelelahan
  • Suhu tubuh tinggi (hipertermia)
Sponsors Link

Diabetes melitus : Gejala dari diabetes melitus mungkin sudah dikenal oleh masyarakat. Gejala diabetes melitus berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi, di antaranya sebagai berikut:

  • Sering merasa kehausan
  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Ada luka yang sulit sembuh
  • Sering mengalami infeksi
  • Pandangan menjadi tidak jelas atau kabur
  • Sering merasa kelelahan
  • Massa otot berkurang
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
  • Sering merasa lapar yang ekstrem
  • Urine berubah
  • Kram pada tangan dan kaki

Itulah beberapa perbedaan diabetes melitus dan insipidus dari segi gejalanya.

ads
  1. Diagnosis

Diabetes insipidus : Untuk mendeteksi apakah seseorang memang mengidap Macam Macam Penyakit Ginjal, termasuk penyakit diabetes insipidus ini, beberapa tes perlu dilakukan, antara lain:

  • Tes deprivasi air
  • Tes darah dan tes urine
  • Tes hormon antidiuretik
  • MRI

Diabetes melitus : Sedangkan untuk mendeteksi apakah seseorang memang memiliki diabetes melitus atau tidak, tes-tes yang perlu dilakukan antara lain:

  • Tes glukosa (puasa, random, oral)
  • Tes hemoglobin A1c
  • Pemeriksaan kulit
  • Pemeriksaan mati rasa (kram)
  • Pemeriksaan tekanan darah
  • Tes A1C setiap 6 bulan sekali
  • Pemeriksaan kolesterol dan trigliserida
  • Pengecekan ginjal

Itulah beberapa perbedaan diabetes melitus dan insipidus dari segi diagnosisnya.

  1. Pengobatan

Diabetes insipidus : Pengobatan terhadap pasien diabetes insipidus lebih dilakukan untuk meredakan gejalanya. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi air putih yang cukup (2,5 liter per hari) untuk mencegah dehidrasi. Sedangkan untuk kasus yang cukup parah, pengobatan berikut bisa dilakukan.

  • Obat desmopressin yang bisa berfungsi layaknya hormon antidiuretik agar bisa menekan produksi urine.
  • Obat thiazide diuretik yang berfungsi untuk membuat air kencing lebih pekat sehingga cairan yang keluar lebih sedikit.
  • Obat antiinflamasi non steroid yang dibutuhkan untuk menurunkan volume urine.

Diabetes melitus : Sedangkan pengobatan diabetes melitus tidak selalu diarahkan pada Tanda Tanda Ginjal Rusak, melainkan lebih kepada perubahan pola hidup agar lebih sehat, yaitu dengan membatasi asupan glukosa ke tubuh serta rutin mengecek kadar gula dalam darah. Selain itu ada beberapa lagi gaya hidup yang perlu dijalani seperti berikut.

  • Menjaga asupan gula agar tidak berlebihan
  • Melakukan olahraga secara teratur
  • Tidak merokok
  • Menjaga berat badan agar tetap normal
  • Mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur, serta makanan rendah lemak
  • Memeriksakan mata setahun sekali
  • Memeriksakan gigi setahun dua kali
  • Menghubungi dokter jika ada gejala parah
  • Memeriksakan tekanan darah dan kadar gula darah secara rutin untuk antisipasi

Itulah beberapa perbedaan antara diabetes tipe 1 dan tipe 2 dari segi pengobatannya. Karena penyebab penyakit berbeda, tentu saja semua pengobatan juga berbeda antara diabetes melitus dengan diabetes insipidus.

Sponsors Link

  1. Komplikasi

Diabetes insipidus : Diabetes insipidus yang tidak terdeteksi sejak dini bisa menciptakan beberapa komplikasi pada tubuh yang perlu diketahui. Berikut beberapa komplikais yang disebabkan oleh diabetes insipidus.

  • Ketidakseimbangan kadar elektrolit pada tubuh
  • Sakit kepala
  • Sakit pada otot
  • Mual
  • Kehilangan nafsu makan
  • Ketidakstabilan emosi
  • Dehidrasi
  • Jantung berdegup kencang
  • Berat badan turun
  • Demam
  • Tekanan darah rendah

Diabetes melitus : Sedangkan diabetes melitus bisa memiliki komplikasi penyakit yang lebih serius dan merupakan penyakit tidak menular jangka panjang, seperti berikut ini.

  • Penyakit kardiovaskular (jantung, stroke, gangguan pembuluh darah, dan lain-lain)
  • Penyakit Gagal Ginjal Kronis
  • Gangguan syaraf
  • Gangguan mata
  • Gangguan kehamilan

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai perbedaan diabetes melitus dan insipidus yang perlu diketahui. Keduanya memang merupakan jenis penyakit diabetes, namun dari penyebab, hingga komplikasi yang ditimbulkan adalah berbeda. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala-gejala di atas, maka segera lakukan pengobatan yang tepat dengan menghubungi dokter. Jaga selalu kesehatan dengan melakukan pola hidup sehat. Semoga artikel ini bisa memberikan informasi tambahan yang bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , ,