Sponsors Link

5 Perawatan Pasca Transplantasi Ginjal yang Benar

Sponsors Link

Transplantasi ginjal memang menjadi cara menyembuhkan ginjal rusak paling efektif bagi pasien gagal ginjal kronis. Penyakit tersebut adalah penyebab cuci darah yang paling utama, karena ginjal kehilangan fungsi untuk bekerja secara keseluruhan. Efek samping cuci darah untuk jangka panjang memang tidak baik untuk kesehatan jantung dan tekanan darah. Sayangnya proses transplantasi ginjal memang tidak mudah. Pasien yang ingin melakukan transplantasi ginjal harus memenuhi berbagai syarat transplantasi ginjal seperti kondisi kesehatan yang memadai dan adanya donor yang mau menyumbangkan ginjalnya. Salah satu syarat yang terberat tentu adalah biaya transplantasi ginjal yang masih mahal.

ads

Setelah menjalani operasi transplantasi ginjal, bukan berarti pasien lepas dari pengawasan dokter begitu saja. Masih ada serangkaian perawatan pasca transplantasi ginjal yang harus dijalani oleh pasien. Apa saja perawatan pasca transplantasi ginjal yang harus dijalani oleh pasien? Ini dia.

1. Melakukan Diet yang Tepat

Pasien yang menderita penyakit ginjal memang tidak bisa memakan sembarang makanan. Makanan yang masuk bisa saja menambah parah kondisi ginjal pasien. Sama halnya dengan diet gagal ginjal yang harus dijalani pasien gagal ginjal kronis dan akut, pasien yang selesai melakukan transplantasi ginjal juga harus melakukan diet yang tepat.

Diet ini bertujuan untuk mencegah pasien terkena komplikasi penyakit yang lebih parah seperti diabetes dan dislipidemia. Diet pasca transplantasi ginjal meliputi perbanyak makan buah segar dan sayuran serta membatasi asupan gula, garam, dan lemak jenuh. Pasien juga harus memperbanyak asupan kalsium dalam tubuh yang hilang selama proses transplantasi dan akibat obat yang dikonsumsi. Perbanyak konsumsi susu, telur, dan kacang-kacangan untuk memenuhi kebutuhan kalsium.

2. Kontrol Secara Berkala

Pasien yang melakukan transplantasi ginjal tidak bisa lepas begitu saja dari pengawasan dokter. Setelah menjalani operasi, pasien harus tinggal di rumah sakit untuk memastikan ginjal dapat bekerja dengan baik atau tidak. Jika ginjal yang ditanamkan cocok dengan penerima, maka pasien akan dapat buang air kecil secara normal. Setelah mampu mengeluarkan urine sendiri, pasien harus tinggal di rumah sakit selama setidaknya seminggu hingga kondisinya benar benar stabil.

Ketika pasien sudah diperbolehkan pulang, ia masih harus melakukan pemeriksaan secara berkala. Tujuannya adalah melihat kondisi kesehatan pasien, adakah perubahan atau semakin membaik. Pemeriksaan ini juga menentukan pengobatan yang diterima pasien, apakah pasien sudah bisa lepas dari obat obatan atau belum.

3. Mengonsumsi Obat yang Diberikan Dokter

Setelah menjalani operasi transplantasi ginjal, pasien akan menerima sejumlah obat dari dokter. Fungsi dan jenisnya bermacam-macam, tergantung dari kondisi pasien sebelum dan sesudah operasi. Obat yang diberikan biasanya adalah obat steroid yang berfungsi untuk mencegah peradangan sekaligus sebagai anti inflamasi agar ginjal yang baru saja ditanamkan dapat bekerja dengan baik.

Pastikan pasien mengonsumsi obat ini secara rutin sesuai anjuran dokter. Jangan lupa untuk selalu memeriksakan kondisi kesehatan pasien secara berkala.

4. Tidak Menjalani Aktivitas yang Terlalu Berat

Orang yang hidup hanya dengan satu ginjal tentu tidak boleh melakukan aktivitas fisik yang berat. Pasien transplantasi ginjal umumnya mudah merasa lemas dan lelah. Hal yang harus diperhatikan oleh pasien adalah berat badannya. Pasien transplantasi ginjal biasanya mengalami penurunan berat badan yang drastis, oleh sebab itu pasien harus fokus untuk mengembalikan berat badannya normal kembali.

Sponsors Link

Biasanya waktu yang dibutuhkan pasien untuk bisa melakukan aktivitas seperti biasa adalah 3 sampai 6 bulan, tergantung kondisi kesehatan masing masing pasien. Namun meski kesehatan pasien transplantasi ginjal sudah kembali stabil, ia tetap tidak boleh melakukan aktivitas terlalu berat karena stamina yang dimiliki tidak sama dengan orang sehat kebanyakan.

5. Menunda Kehamilan

Satu hal yang harus diperhatikan pasien transplantasi ginjal adalah kehamilan dan aktivitas seksual. Pasien tidak bisa langsung melakukan aktivitas seksual. Melakukan aktivitas seksual segera setelah transplantasi dilakukan akan meningkatkan resiko infeksi dan membahayakan ginjal yang baru saja ditanamkan. Transplantasi ginjal adalah operasi besar yang melibatkan banyak sistem organ dan saraf, sehingga pasien harus menunggu setidaknya 4 minggu setelah melakukan operasi.

Sponsors Link

Bagi pasien wanita, sebaiknya menunda kehamilan setelah melakukan transplantasi ginjal. Disarankan pasien untuk menunggu selama 1 sampai 2 tahun setelah operasi untuk memastikan ginjal sudah dapat bekerja dengan baik. Hal ini dilakukan untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan.

Itu dia perawatan pasca transplantasi ginjal yang harus dijalani oleh pasien setelah menjalani operasi. Namun hal terpenting yang harus dilakukan tentu saja adalah menerapkan cara merawat ginjal agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Salah satu cara merawat ginjal yang baik adalah menjauhi berbagai kebiasaan buruk yang bisa merusak ginjal seperti merokok, suka makanan yang dilarang untuk penyakit ginjal, minum minuman penyebab gagal ginjal seperti minuman bersoda. Setiap orang harus memahami bahaya minuman bersoda bagi ginjal agar tidak sembarangan meminum minuman ini.

Sebaiknya terapkan gaya hidup sehat dengan olahraga teratur dan memenuhi asupan gizi harian yang cuku dengan makan makanan sehat untuk ginjal, termasuk buah  yang baik untuk fungsi ginjal agar kesehatan ginjal senantiasa terjaga dan dijauhkan dari penyakit.

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :