Sponsors Link

4 Perawatan Paliatif pada Gagal Ginjal Kronik yang Utama

Sponsors Link

Gagal ginjal kronik adalah sebuah penyakit yang terjadi secara berkala atau periodik. Penyakit ini akan menurunkan fungsi ginjal seiring berjalannya waktu. Gagal ginjal kronik dibedakan ke dalam 5 stadium atau tingkatan. Tingkatan paling parah adalah Gagal Ginjal Stadium 5. Karena merupakan penyakit kronis, gagal ginjal kronik ini tidak bisa disembuhkan. Namun pasien tetap perlu melakukan sejumlah perawatan paliatif.

ads

Perawatan paliatif pada gagal ginjal kronik merupakan perawatan kesehatan yang bersifat menyeluruh serta aktif dengan multidisiplin yang terintegrasi. Tujuannya adalah untuk mencegah, mengurangi gejala, serta membantu memperbaiki sebuah penyakit, namun tidak bertujuan untuk menyembuhkan. Dengan kata lain, tujuan perawatan paliatif ini hanya untuk memperbaiki kualitas hidup pasien Gagal Ginjal Kronis.

  1. Terapi Farmakologis

Perawatan paliatif yang pertama adalah terapi farmakologis. Dalam perawatan ini, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai, yaitu kontrol tekanan darah, kontrol gula daarah pada pasien yang menderita diabetes melitus, kontrol anemia, hiperfosfatemia, asidosis metabolik, hiperkalemia, dan sebagainya.

Terapi ini perlu dilakukan karena memang beberapa hal yang disebutkan di atas berhubungan dan mempengaruhi kinerja ginjal. Jika kadar masing-masingnya tidak normal, maka dikhawatirkan bisa memperparah atau mempercepat kerusakan ginjal.

  1. Terapi Konservatif

Perawatan paliatif pada gagal ginjal kronik berikutnya adalah terapi konservatif. Terapi ini bertujuan untuk mencegah pemburukan faal ginjal serta meredakan keluhan dan Gejala Gagal Ginjal Kronik yang muncul. Selain itu tujuan lainnya adalah untuk menjaga keseimbahan elektrolit dan cairan dalam tubuh.

Cara melakukan terapi adalah dengan melakukan diet yang cocok. Misalnya dengan mengatur seberapa banyak kebutuhan kalori, cairan, mineral, elektrolit, dan zat-zat lainnya. Dengan demikian akan diketahui makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi, juga dengan kadarnya yang masih boleh dikonsumsi pasien.

  1. Terapi Simtomatik

Terapi selanjutnya adalah terapi smtomatik yang perlu dilakukan untuk mengoreksi asifosis metabolik dan juga darah. Misalnya pemberian tranfusi darah jika seorang pasien benar-benar membutuhkannya. Terapi ini perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Karena jika salah, bisa menyebabkan kematian mendadak.

Selain itu beberapa keluhan lainnya juga perlu diredakan gejalanya. Misalnya keluhan gastrointestinal, kelainan kulit, hipertensi, kardiovaskular, dan sebagainya. bisa jadi dokter akan memberikan obat atau juga tindakan medis tertentu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Sponsors Link

  1. Terapi Pengganti Ginjal

Jika gagal ginjal kronik sudah memasuki stadium 5, maka terapi cuci darah perlu dilakukan. Macam Macam Cuci Darah ini adalah salah satu bentuk dari terapi pengganti ginjal. Seperti namanya, terapi ini bertujuan untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak berfungsi dengan baik. Selain cuci darah, Transplantasi Ginjal yang juga termasuk ke dalam terapi pengganti ginjal mungkin akan direkomendasikan untuk pasien.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai perawatan paliatif pada gagal ginjal kronik yang perlu diketahui. Perawatan tersebut memang perlu dilakukan sesuai dengan gejala yang muncul dan juga tingkatan gagal ginjal yang diderita pasien. Maka dari itu lakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar bisa mendapatkan perawatan yang sesuai dan tepat dari dokter yang bersangkutan. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan