Sponsors Link

Manfaat Perawatan GGA Prerenal Gagal Ginjal Akut

Sponsors Link

Perawatan GGA prerenal gagal ginjal akut bisa melibatkan obat vasopressor untuk membantu meningkatkan tekanan darah, cairan intravena untuk membantu rehidrasi, diuretik untuk meningkatkan produksi urin dan proses hemodialisis untuk membantu menyaring ginjal ketika proses penyembuhan. Berikut ini akan kami jelaskan tentang perawatan gagal ginjal akut selengkapnya.

Pengobatan ini akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya dan secara luas diklasifikasikan menjadi satu dari tiga kelompok berikut ini:

  • GGA prerenal di mana aliran darah ke ginjal mengalami hambatan.
  • GGA intrinsik di mana gangguan ginjal terjadi.
  • GGA postrenal di mana aliran urin keluar dari tubuh mengalami hambatan.

Perawatan GGA Prerenal

Supaya perawatan GGA prerenal gagal ginjal akut, maka kedua bagian organ ginjal harus dipengaruhi. Ada beberapa alasan umum untuk hal ini termasuk dehidrasi yakni volume darah yang rendah, tekanan darah rendah, gagal jantung kongestif dan juga sirosis hati.

Semua kondisi tersebut secara langsung dan tidak langsung bisa mengurangi volume darah yang diterima ginjal dan memfasilitasi penumpukan racun yang progresif dan terkadang cepat di dalam tubuh. Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk mengembalikan aliran darah dan ada beberapa cara yang biasanya akan dilakukan oleh dokter.

1. Dehidrasi dan Tekanan Darah Rendah

Dehidrasi bisa diatasi dengan cairan intravena. Infus cairan akan dipantau dengan kateter vena sentral untuk memastikan jika anda tidak mengalami overdehidrasi atau kekurangan cairan. Jika tekanan darah tetap ada meski cairan intravena, obat vasopressor bisa digunakan untuk meningkatkan tekanan darah.

Norepinefrin merupakan pilihan umum yang disuntikkan ke dalam darah yakni hormon yang menyebabkan pembuluh darah berkontraksi, meningkatkan tekanan relatif di dalam pembuluh darah namun memiliki efek samping seperti sakit kepala, detak jantung melambat dan juga kecemasan.

2. Gagal Jantung Kongestif

Gagal jantung kongestif terjadi ketika jantung tidak bisa memompa cukup untuk mempertahankan aliran darah yang dibutuhkan oleh tubuh. Ketika ini terjadi, maka bisa menyebabkan keadaan yang dikenal sebagai sindrom kardiorenal. Sindrom kardiorenal sendiri sebenarnya merupakan jalan dua arah di mana kurangnya aliran darah dari jantung bisa berpengaruh pada fungsi ginjal, sedangkan kegagalan ginjal bisa menyebabkan gangguan jantung.

Dalam kondisi sebelumnya, diuretik biasanya digunakan untuk meningkatkan efek output urin dan membantu pengeluaran racun dari tubuh. Lasix dalam diuretik yang paling diresepkan oleh dokter namun perlu dikelola untuk mencegah resistensi obat.

Selain itu, penggunaan kombinasi ACE inhibitor yang biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan obat statin yang digunakan untuk mengurnagi kolesterol bisa membantu cara memulihkan fungsi ginjal.

Meski mungkin tampak berlawanan dengan intuisi untuk memakai obat yang akan mengurangi tekanan darah lebih lanjut dan tujuan terapi adalah untuk menormalkan keseimbangan antara jantung dan ginjal.

Meski mungkin pada kenyataannya ada sedikit penurunan fungsi ginjal dalam jangka pendek, penggunaan kombinasi ACE inhibitor dan statin yang terus menerus, pada akhirnya akan memiliki efek perlindungan pada ginjal. Inhibitor ACE yang umum diresepkan termasuk Capoten, Lotensin dan Vasotec. Statin yang umum diresepkan termasuk Crestor, Lipitor, Pravachol dan Zocor.

3. Sirosis Hati

Sirosis hati merupakan kondisi di mana jaringan parut hati yang progresif menyebabkan kerusakan hati. Sirosis dapat dikompensasi artinya hati masih berfungsi atau terdekompensasi yang artinya tidak. GGA palng sering terjadi dalam konteks terakhir menghasilkan kondisi tidak berhubungan lainnya yang dikenal sebagai sindrom hepatorenal. Transplantasi hati dianggap satu satunya bentuk perawatan definitif.

Dengan tidak adanya transplantasi, dokter bisa merekomendasikan pendekatan sementara lainnya seperti:

  • Transjugular intrahepatic portosystemic shunt: Prosedur di mana saluran buatan dibuat di hati memakai stent wire mesh yang bisa mengurangi tekanan vaskular di dalam hari dan pada gilirannya bisa mengurangi beban ginjal.
  • Hemodialisis: Melibatkan penyaringan darah secara efektif untuk mengambil alih fungsi ginjal.

Obat obatan vasopressor seperti midodrine, ornipressin dan terlipressin bisa membantu menormalkan tekanan vaskular pada orang orang dengan HRS namun juga bisa membatasi aliran darah ke jantung dan organ organ lainnya.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan