Sponsors Link

6 Penyebab Urine Berwarna Jernih

Sponsors Link

Dalam terminologi medis, urine jernih menggambarkan urin yang tidak memiliki sedimen atau kekeruhan apa pun. Jika urin anda tanpa urokrom yang terlihat atau pigmen kuning, maka ini dianggap dengan urine tidak berwarna yang akan anda lihat sebagai bening.

ads

Urin yang tidak berwarna terkadang bisa terjadi karena minum air terlalu berlebih. Selain itu, ini juga bisa menandakan ada masalah dengan bagian organ ginjal anda. Jika urin anda jernih secara konsisten atau tidak ada warna, maka anda harus segera mengunjungi dokter. Baca terus artikel ini untuk mengetahui apa saja penyebab urine berwarna jernih yang harus anda waspadai.

Penyebab Urine Jernih

Dari mulai minum banyak air sampai memiliki kondisi medis yang mendasar, ada banyak kemungkinan penyebab urine berwarna jernih dan tidak berwarna. Beberapa penyebab tersebut diantaranya adalah:

1. Diabetes Mellitus

Memiliki diabetes bisa menyebabkan gejala yang disebut dengan poliuria atau buang air kecil berlebihan. Ini bisa terjadi ketika seseorang memiliki gula darah tinggi yang tidak normal. Ginjal akan bekerja untuk mengeluarkan kelebihan gula bersama dengan lebih banyak air dibandingkan biasanya.

Gejala tambahan diabetes tidak terkontrol meliputi:

  • Kelelahan.
  • Penurunan berat badan.
  • Merasa sangat haus.
  • Bau harum atau nafas buah.

Apabila gejala tidak diobati, maka penderita bisa mengalami dehidrasi atau kondisi yang mengancam jiwa yang dikenal dengan ketoasidosis diabetikum.

2. Diabetes Insipidus

Penyebab urine berwarna jernih berikutnya bisa terjadi karena diabetes insipidus. Diabetes insipdus merupakan kondisi medis yang menyebabkan tubuh membuat jumlah urin berlebih dari 3 hingga 20 liter per hari. Sedangkan pada orang normal hanya mengeluarkan urin sebanyak 1 hingga 2 liter per hari sekaligus membuat faktor perbedaan warna urine anda.

Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang minum banyak cairan sebagai cara untuk mengimbangi pengeluaran urine. Ada 4 jenis utama dari diabetes insipidus, yakni:

  • Pusat: Ketika seseorang memiliki riwayat kerusakan otak dan hormon vasopresin tidak diproduksi secara normal.
  • Nefrogenik: Nephrogenic diabetes insipidus [NDI] terjadi pada saat fungsi ginjal tidak merespon dengan baik terhadap hormon vasopresin.
  • Dipsogenik: Jenis dipsogenik terjadi karena kerusakan mekanisme haus yang ada di hipotalamus.
  • Gestational: Terjadi selama kehamilan saat ada kerusakan atau cedera di bagian otak yang mengontrol rasa haus.

3. Diuretik

Terkadang, seseorang akan mengkonsumsi diuretik atau obat obatan yang bertujuan untuk meningkatkan frekuensi buang air kecil dan menurunkan tekanan darah sehingga gangguan proses terbentuknya urine yakni kelebihan urin berwarna jernih bisa terjadi.

4. Kelebihan Hidrasi

Sementara banyak ahli medis yang menyarankan agar tubuh tetap terhidrasi. Namun terkadang, ketika seseorang terlalu banyak minum maka bisa menyebabkan warna urin berubah menjadi sangat jernih. Minum terlalu banyak air juga bisa mencairkan darah dan menurunkan natrium ke tingkat yang berbahaya. Sedangkan dalam kasus yang jarang terjadi, efek natrium yang sangat rendah bisa berakibat fatal.

5. Masalah Ginjal

Kondisi seperti nefropati yang membuang garam atau ginjal rusak bisa menyebabkan organ ginjal membuang kelebihan garam dan mengakibatkan urin yang keluar tanpa warna.

6. Masa Kehamilan

Wanita bisa mengalami bentuk diabetes insipidus dalam masa kehamilan yang disebut dengan gestational diabetes insipidus. Ini bisa terjadi pada saat plasenta wanita membuat enzim yang menghancurkan vasopresin yakni hormon yang bisa mempengaruhi pengeluaran urin.

Ini juga bisa terjadi pada saat hormon hormon tertentu mengganggu fungsi vasopresin. Sebagian besar kasus diabetes insipidus gestational ringan dan akan sembuh pada saat seorang wanita tidak lagi hamil.

Ini hanya menjadi beberapa contoh penyebab urine berwarna jernih yang potensial. Sedangkan kondisi medis lain yang lebih jarang juga bisa menyebabkan urin berwarna jernih dan tidak berwarna.

Sponsors Link

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Pengeluaran urin harian seseorang umumnya berkisar antara 1 sampai 2 liter cairan sehari. Namun, kemungkinan seseorang bisa buang air kecil berlebihan apabila air seni terlihat sangat jernih atau tidak berwarna lebih dari 3 liter per hari.

Setiap orang bisa saja mengaami urin yang tampak jernih sesekali ketika terlalu banyak minum air atau cairan lainnya sehingga anda harus segera berkonsultasi dengan dokter jika urine berwarna jernih terjadi lebih dari 2 hari untuk melakukan pemeriksaan massa ginjal dan lainnya.

Sponsors Link
>
, , , ,