Sponsors Link

15 Penyebab Uremia : Pencegahan dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

UremiaUremia adalah keadaan dimana ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga ginjal tidak dapat mengeluarkan urea secara keseluruhan dari dalam tubuh sehingga urea menumpuk di dalam darah. Urea sendiri adalah zat sisa yang berasal dari penguraian protein. Kadar urea yang terdapat di glomerulus saat dilakukannya proses penyaringan sama dengan kadar urea yang terdapat dalam plasma.

ads

Adanya urea dengan kadar yang tinggi di dalam darah akan menyebabkan gangguan pada keeping darah. Apabila fungsi ginjal gagal maka urea yang dikeluarkan dari tubuh jumlahnya dibawah normal dan menyebabkan kadar urea yang terdapat didalam plasma meningkat. Uremia sendiri disebabkan oleh jumlah nefron yang berkurang secara drastis yang menyebabkan keseimbangan cairan dan elektrolit tidak dapat dijaga dalam kondisi yang normal. Menurut Price dan Wilson uremia sendiri adalah penyakit gagal ginjal stadium ketiga dan stadium akhir. (Baca juga : pielonefritis)

Gejala gejala yang dapat terjadi pada penderita uremia sebagai berikut.

  • Kelelahan
  • Mual
  • Muntah
  • Kram otot
  • Anoreksia
  • Penurunan berat badan
  • Anemia
  • Koagulopati
  • Kulit menjadi kering
  • Gatal yang parah
  • Pruritus
  • Kelainan jantung
  • Kelainan endokrin
  • Hyperkalemia
  • Dan keadaaan mental yang tidak stabil

Baca juga : ketosis

Penyebab Uremia

1. Gagal ginjal.

Gagal ginjal adalah gagalnya ginjal dalam melakukan fungsinya, salah satunya adalah gagalnya fungsi ginjal untuk menyaring zat zat yang masih berguna bagi tubuh  dan zat zat yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Pada kasus uremia, urea seharusnya dikeluarkan dari dalam tubuh namun karena rusaknya fungsi ginjal menyebabkan urea tertahan di dalam tubuh dan menumpuk. ( Baca juga : kebiasaan yang bisa merusak ginjal )

2. Diet tinggi protein.

Diet tinggi protein dapat menyebabkan meningkatnya kadar ureum. Tingginya ureum ini dapat menyebabkan ginjal mengalami kerusakan fungsi dalam proses filtrasi sehingga urea tidak dikeluarkan secara keseluruhannya. ( Baca juga : sistitis )

3. Meningkatnya pemecahan protein.

Pemecahan protein salah satunya pemecahan asam amino dapat menyebabkan meningkatnya kadar ureum dalam urine, hal ini dapat menyebabkan kerusakan fungsi ginjal termasuk dala proses filtrasi. ( Baca juga :  albuminuria)

4. Perdaharan pada saluran pencernaan.

Penyebab Uremia yang ke 4 yaitu Perdarahan pada saluran pencernaan dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Perdarahan saluran pencernaan dapat menyerang esophagus, lambung, usus halus dan usus besar. Penyebab perdarahan saluran pencernaan bisa disebabkan karena adanya kanker atau tumor ganas dan jinak. ( Baca juga : cara menjaga kesehatan ginjal)

Sponsors Link

5. Obat obatan kortikosteroid.

Obat kortikosteroid termasuk obat golongan keras dan hanya bisa dikonsumsi dengan resep dokter. Penyalahgunaan obat ini dapat menyebabkan rusaknya organ organ penting dalam tubuh termasuk menyerang ginjal. ( Baca juga : hematuria )

 6. Hipotensi

Hipotensi adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut tekanan darah rendah. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itu yang diukut sebagai kekuatan aliran darah. Kurangnya darah yang mengalir dapat menghambat kinerja ginjal. (Baca juga : glukosaria )

7. Gangguan pada aliran kemih.

Gangguan pada aliran kemih bisa disebabkan karena adanya infeksi maupun bakteri yang menyerang kandung kemih. Ginjal dan kandung kemih adalah 2 organ yang sangat berhubungan, rusaknya aliran kemih akan menganggu fungsi ginjal itu sendiri. ( Baca juga :  kebiasaan penyebab gagal ginjal)

ads

8. Keracunan

Keracunan berarti masuknya zat zat yang tidak bisa diterima oleh tubuh manusia. Adanya zat zat yang berbahaya ini didalam tubuh manusia dapat menyebabkan infeksi pada organ organ penting manusia termasuk ginjal. ( Baca juga: kelainan ginjal )

9. Sepsis 

Penyebab Uremia selanjutnya yaitu Sepsis adalah kompilasi yang jarang terjadi namun sangat berbahaya dari suatu penyakit. Pada saat terjadi infeksi, tubuh kita akan menghasilkan berbagai senyawa kimia untuk melawan infeki tersebut. Senyawa senyawa kimia ini akan mencetuskan suatu respon peradangan yang mengakibatkan serangkaian perubaha pada fungsi tubuh dan menyebabkan kerusakan berbagai sistem organ termasuk ginjal. ( Baca juga : ginjal polikistik )

10. Hemolisis besar transfusi darah

Hemolisis adalah kerusakan sel darah merah karena gangguan integritas membran sel darah merah yang menyebabkan pelepasan hemoglobin. ( Baca juga : tanda awal gagal ginjal  )

11. Gangguan metabolisme

Gangguan metabolism dalam tubuh menyebabkan sistem imun menyerang sel sel sehat dan tidak menyerang bakteri yang dapat menyerang dan merusak ginjal. ( Baca juga : macam macam penyakit ginjal )

12. Keseimbangan elektrolit berubah dalam tubuh manusia

Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air sebagai pelarut dan zat zat tertentu sebagai zat terlarut, pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan dua parameter penting yaitu volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ektrasel. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrol osmalaritas cairan ekstrasel. Ketidakseimbangan ini menandakan adanya kerusakan pada ginjal. ( Baca juga : penyebab radang ginjal  )

13. Radang ginjal

Radang ginjal adalah sebuah penyakit dimana ginjal terinfeksi oleh bakteri dan virus. Radang ginjal menyebabkan fungsi ginjal tidak baik terutama dalam fungsi ginjal sebagai alat penyaringan. ( Baca juga :  ciri ciri ginjal bocor )

14. Ginjal berkista

Kista ialah kantung yang berisi cairan dan berbentuk seperti anggur. Adanya kista di ginjal menghalangi aliran dan menyumbat zat zat yang seharusnya dikeluarkan dari dalam tubuh dan terjadinya penumpukan. ( Baca juga : ciri ciri ginjal bermasalah )

15. Kegagalan jantung

Fungsi utama jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh, darah yang tidak cukup yang terdapat didalam ginjal menyebabkan terjadinya kerusakan pada ginjal. ( Baca juga : ciri ciri penyakit batu ginjal )

Kompilasi penyakit Uremia

Pada penderita uremia, mereka berisiko untuk mengalami penyakit penyakit lain seperti dibawah ini .

  1. Coagulopathy

Kondisi gagal ginjal pada tahap akhir dapat menyebabkan terjadinya perdarahan diatesis. Patogenesa dari perdarahan diatesis uremik berkaitang dengan disfungsi multiple terhadap platelet. Jumlah platetet akan menurun secara bertahap, sementara perombakan platelet terjadi peningkatan.( Baca juga : ciri ciri ginjal sehat  )

  1. Asidosis metabolic

Pada gagal ginjal terjadi gangguan kemampuan pada ginjal untuk mengekskresikan H+ yang mengakibatkan asidosis metabolic disertai dengan penurunan kadar bikarbonat dan PH plasma. Kadar bikarbonat akan menurun karena digunakan untuk mendapatkan H+. ( Baca juga : ciri ciri ginjal rusak  )

  1. Anemia

Apabila terjadi kerusakan pada ginjal akan menyebabkan produksi eythoropoitin akan berkurang atau dapat terhenti sama sekali, erythropoietin 90 % diproduksi di ginjal sementara 10 % diproduks di hati. ( Baca juga : penyebab ginjal bocor )

  1. Malnutrisi

Malnutrisi terjadi akibat gagal ginjal dan dimanifestasikan oleh terjadinya anoreksia, penurunan bobot berat badan, penurunan massa otot, level kolesterlo yang rendah dan menginkatnya level kreatinin, kadar serum ytransferin yang rendah dan hipoalbuminemia.

Sponsors Link

Pencegahan uremia

  1. Meningkatan pembuangan limbah tubuh

Uremia adala suatu kondisi dimana limbah dalam tubuh tidak dapat dikeluarkan secara keseluruhan dan baik. Untuk itu cara pencegahannya ialah dengan mendorong pembuangan limbah dan racun tubuh. Untuk mendorong pembuangan limbah dan racun tubuh dengan mengonsumsi air putih yang cukup, mengonsumsi makanan rendah garam, olahraga yang teratur, istirahat minimal 7-8 jam perhari, hal hal ini yang dapat membantu pembuangan limbah tubuh. Untuk membantu detoks ginjal dengan memperbanyak konsumsi sayur dan juga buah seperti timun, cherry.

  1. Menolak makanan yang kadar kadiumnya tinggi

Unsur cadmium yang berakumulasi dapat merusak organ ginjal oleh karena itu untuk  menghindari penyakit ginjal ialah menghindari makanan yang mengandung kadium tinggi seperti makanan yang terbuat dari hati dan ginjal binatang, makanan laut seperti ikan , kepah serta sayur sayuran yang tumbuh dilumpur.

  1. Memperhatikan nilai uji CCT

Mencegah terjadinya gromeluronefritis , pielonefritis, dan penyakit sistem kandung kemih dapat mencegah diri dari penyakit uremia. Suatu penyakit ginjal dapat menyebabkan penyakit ginjal yang lainnya oleh karena itu kita harus memeriksakan diri apakah kita mengalami penyakit yang menyerang ginjal. Untuk mengetahui itu kita dapat melakukan pemeriksaan rutin separti kreatinin dengan uji kebersihan kreatinin, usg ginjal dan analisa urin.

Pengobatan Uremia

  1. Diet yang tepat

Diet rendah protein dapat dilakukan untuk mengurangi kadar protein yang terdapat didalam tubuh. Hal ini untuk menghindari gagalnya fungsi ginjal karena tidak mampu menampung protein yang tinggi dan hal ini menyebabkan urea menumpuk didalam darah dan tidak dikeluarkan sebagaimana harusnya. Diet rendah protein juga mengurangi gejala gejala seperti mual dan muntah muntah.

  1. Terapi konservatif

Terapi yang dilakukan pada penderita uremia ialah memberikan preparat besi kepada mereka yang menderita uremia karena anemia defisiensi besi.

  1. Obat obatan

Obat obatan yang diberikan oleh dokter untuk penderita anemia dimaksudkan untuk mengobati kelainan metabolic dan elektrolit, seperti anemia, hyperkalemia, dan kekurangan zat besi.

  1. Dialisis

Dialisis adalah proses pencucian darah untuk membersihkan tubuh dari zat zat limbah yang berbahaya yang terdapat dalam aliran darah. Pada ginjal yang sehat , pencucian darah dapat dilakukan secara alami oleh ginjal. Namun, dalam kondisi ginjal yang rusak maka proses ini rusak dan zat zat yang seharusnya dibuang dari luar tubuh tertahan di dalam ginjal dan mengalami penumpukan.

Uremia adalah kondisi urea dalam tubuh yang terlalu tinggi, padahal seharusnya urea harus dikeluarkan dari dalam tubuh karena urea merupakan zat zat yang tidak berguna bagi tubuh. Uremia terjadi karena gagalnya fungsi ginjal untuk menghindari uremia maka disarankan mengonsumsi air putih yang cukup dan olahraga yang cukup.

Sponsors Link
>
, , , , ,
Oleh :