Sponsors Link

Penyebab Sindrom Nefrotik Pada Anak dan Pengobatannya

Sponsors Link

Sindrom nefrotik merupakan salah satu penyakit atau kelainan ginjal yang hampir bisa dimiliki oleh manusia di segala usia mulai dari anak hingga dewasa. Penyakit ini merupakan ketidakmampuan ginjal dalam melakukan penyaringan racun pada darah sehingga mengakibatkan protein yang seharusnya digunakan oleh tubuh menjadi terbuang bersama dengan urin. Hal ini menyebabkan tubuh penderita akan mengalami kekurangan protein secara berkala dan mengakibatkan penderita mengalami beberapa penyakit yang apabila dibiarkan akan membahayakan tubuh.

ads

Tentu saja hal ini bukan sesuatu yang baik untuk penderita khususnya untuk penderita berusia anak. Ketidaktahuan masyarakat dan orang tua penderita anak menjadi alasan yang kuat mengapa banyak sekali kasus sindrom nefrotik pada anak tidak ditangani dan tidak ditindak lanjuti dengan baik dan benar. Jadi, apa saja kah penyebab sindrom nefrotik pada anak yang harus anda sekalian waspadai? Selain itu pengobatan apa yang sesuai untuk anak bila mengalami sindrom nefrotik? Mari simak ulasan dibawah ini:

1. Terjadinya perubahan minimal pada glomeruli

Penyebab sindrom nefrotik pada anak yang pertama adalah adanya perubahan minimal pada glomeruli. Apa yang dimaksud dengan perubahan minimal pada glomeruli? Situasi ini adalah salah satu situasi yang paling banyak dan umum dialami oleh anak yang mengalami sindrom nefrotik dimana ginjal anak anak terlihat sangat normal saat dilihat dibawah mikroskop namun ternyata ginjal tersebut mengalami perubahan yang mengakibatkan ginjal mengalami kebocoran protein. Jadi, dalam proses penyaringan racun dan zat berbahaya pada ginjal, protein yang seharusnya tersimpan dalam tubuh menjadi tersaring dan terbuang bersama dengan urin.

Rata-rata penyebab utama perubahan pada glomeruli ini adalah karena gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Dan banyak sekali bayi yang baru lahir atau justru sejak dalam kandungan sudah dideteksi terkena sindrom nefritis karena penyebab ini. Namun, seiring berjalannya waktu, anak akan sembuh karena sistem kekebalan tubuh aak juga akan meningkat. Namun apabila penanganan yang diberikan tidak tepat tentu saja penyakit ini menjadi lebih parah saat anak dewasa nanti.

2. Munculnya glomerulosklerosis  secara segmental maupun fokal.

Glomerulosklerosis adalah salah satu penyebab sindrom nefortik pada anak yang jarang dialami. Glomerulosklerosis sendiri adalah salah satu kondisi yang menyatakan bahwa munculnya atau terbentuknya jaringan parut atau luka pada area glomeruli. Glomerulosklerosis ini bisa muncul hanya sebagian saja atau secara segmental maupun dalam bentuk yang luas atau hampir semua yang biasa disebut dengan fokal.

Penyebab utama dari munculnya Glomerulosklerosis  adalah karena gangguan atau kelaianan genetik, efek dari penyakit kronis seperti diabetes melitus, tekanan darah tinggi atau hipertensi, AIDS, penyalah gunaan obat atau karena usia atau penuaan. Hal ini harus diatasi dengan segera mengingat dengan munculnya jaringan parut ini mampu menghambat kinerja ginjal.

3. Glomerulonefritis membranosa atau Nefropati membranosa

Glomerulonephiritismembranosa atau juga disebut dengan Nefropati membranosa adalah suatu kondisi yang menyebutkan bahwa terdapat pembuluh darah yang berukuran kecil pada glomerulus dan memiliki fungsi untuk menyaring racun dan limbah dari darah kemudian mengalami penebalan serta peradangan. Hal yang diakibatkan dari peradangan dan penebalan pembuluh darah tersebut adalah bocornya protein dari pembuluh darah dan tercampur bersama urin. Akibarnya, penderita akan mengalami kehilangan banyak protein dan akan memberikan gejala dengan nama sindrom nefrotik.

Sponsors Link

Penyebab sindrom nefrotik pada anak ini sebetulnya sangat jarang terjadi pada anak karena penyakit ini cenderung muncul pada penderita berusia dewasa. Namun penyakit ini tetap harus diwaspadai dengan baik dan tepat. Biasanya, penyakit ini akan membaik dengan sendirinya dalam artian tanpa diberikan penanganan medis atau pengobatan tertentu. Namun, saat kebocoran protein tersebut meningkat, risiko ginjal penderita mengalami kerusakan juga meningkat. Apabila dibiarkan, akan mengakibatkan gagal ginjal kronis yang mengkhawatirkan.

4. Kondisi Lainnya

Penyebab sindrom nefrotik pada anak juga bisa dikarenakan kondisi lainnya yang tak kalah membahayakan. Namun, tidak sedikit orangtua dan anak yang menyepelekan atau kurang memperhatikan kondisi-kondisi ini.  Beberapa beranggapan bahwa kondisi lain ini tidak akan menyebabkan anak mengalami sindrom nefrotik. Sayangnya, kondisi ini lah yang memiliki kemungkinan besar untuk membuat anak mengalami sindromnefrotik dan akan semakin sulit disembuhkan apabila tidak ditangani dengan baik.

ads

Kondisi lain yang mampu merusak area glomeruli anak diantaranya:

  • Komplikasi ginjal yang disebabkan oleh penyakit diabetes melitus atau biasa disebut dengan nefropati diabetes.
  • Mengalami sifilis
  • Mengalami HIV
  • Terkena hepatitis
  • Terkena lupus
  • Menderita anemia bulan sabit
  • Menderita sejumlah jenis kanker seperti leukemia, myeloma dan limfoma
  • Akibat penggunaan atau efek samping dari obat tertentu seperti obat yang berfungsi sebagai antiimflamasi non steroid (OAINS) atau beberapa obat pereda infeksi lainnya.

Pengobatan Sindrom Nefrotik pada Anak

Terdapat beberapa terapi atau penanganan yang ditujukan untuk mengobati sindrom nefrotik pada anak yang tepat dan dapat diterapkan dengan bijak. Pengobatan ini dapat diambil atau diterapka apabila sudah dianjurkan atau dibolehkan oleh dokter untuk dilakukan karena segala pertimbangan terbaik bagi pasien adalah pada dokter yang melakukan diagnosa:

  • Diberikan Penisilin: Penisilin merupakan salah satu jenis obat yang banyak digunakan di dunia medis sebagai obat yang mampu melakukan penekanan terhadap adanya risiko infeksi pada tubuh penderita. Penderita sindrom nefrotik akan lebih sering dan nudah terluka maka dari itu dengan menggunakan penisilin diharapkan penderita tidak terlalu khawatir.
  • Obat anti hipertensi: Penderita yang mengalami sindrom nefrotik akan otomatis mengalami darah tinggi atau hipertensi  sekunder yang parah. Maka dari itu penting bagi penderita mengonsumsi obat anti hipertensi untuk meringankan kondisi fisiknya yang sakit atau tidak nyaman.
  • Obat Diuretik: Penderita sindrom nefrotik biasanya mengalami pembengkakan pada beberapa bagian tubuh tertentu yang disebabkan oleh penumpukan cairan berlebih pada tubuh. Dengan diberikannya obat diuretik diharapkan dapat membuang kelebihan cairan yang ada di dalam tubuh penderita dengan cepat melalui urin.
  • Obat Imunosupresan: Karena akan sering sekali mengalami inflamasi pada tubuh, penderita sindrom nefortik cenderung akan berhati-hati dan dibatasi dalam kegiatan atau aktivitasnya. Hal ini tentu saja sangat menggangg dan tidak nyaman. Dengan tujuan untuk mengurangi adanya inflamasi dan juga menekan respon yang tidak normal dari sistem, diperlukan adanya obat Imunosupresan untuk penderita.
  • Obat antikoagulan: Penggumpalan darah pada penderita sindrom nefroik bukanlah hal yang bsia dibiarkan atau diabaikan begitu saja. Jika terlalu banyak jumlah darah yang menggumpal dalam tubuh justru akan menimbulkan efek yang kurang baik. Maka dari itu, dibutuhkan obat ini untuk mengurangi adanya risiko penggumpalan darah
  • Obat SteroidObat ini digunakan untuk mengurangi dan menyembuhkan peradangan pada glomeruli anak dengan cepat.

Itulah tadi ulasan singkat terkait dengan penyebab sindrom nefortik pada anak. Hal yang paling penting untuk dilakukan orangtua terhadap anak adalah untuk memastikan anak untuk tidak melakukan  kebiasaan yang bisa merusak ginjal serta untuk selalu menjaga kesehatan dan memperhatikan asupan gizi anak agar selalu mengonsumsi  minuman pembersih ginjal dan  makanan yang baik untuk ginjal.

Sponsors Link
>
, , , , ,
Oleh :