Sponsors Link

5 Penyebab Pruritus pada Gagal Ginjal yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Keluhan gatal-gatal pada kulit atau yang dikenal dengan istilah pruritus memang kerap didengar dari penderita gagal ginjal. Saat ini, sekitar 20-50% pasien yang melakukan proses hemodialisis mengalami pruritus uremik, sangat jauh berkurang dari awal tahun 1970-an dimana keluhan pruritus dialami oleh sebagian besar pasien yang melakukan hemodialisis, yaitu sekitar 65-85%. Hal ini kemungkinan dikarenakan oleh proses dialisis yang telah diperbaiki sehingga efek samping berkurang.

ads

Apabila Anda mengalami gatal-gatal pada kulit, mungkin pertama Anda harus pastikan penyebabnya. Tidak semua kasus pruritus terjadi pada penderita gagal ginjal. Ada beberapa penyebab lain yang menimbulkan gatal-gatal serupa, seperti hipersensitifitas karena obat, penuaan, hepatitis, diabetes melitus, hipotiroidisme, hiperkalsemia, dan lain sebagainya.

Untuk pruritus pada penderita gagal ginjal, biasanya gatal-gatal hanya terjadi di bagian tubuh tertentu, misalnya bagian kaki atau tangan. Namun, sebenarnya kasus pruritus wajar dialami bagi penderita gagal ginjal, khususnya gagal ginjal kronik dan gagal ginjal tahap akhir. Karena salah satu gejala yang umum dialami pada gagal ginjal kronik adalah rasa gatal pada kulit.

Gagal ginjal kronik sendiri adalah kerusakan ginjal yang terjadi dalam rentang waktu yang lama dan biasanya tidak dirasakan oleh penderita. Sehingga, sekali diketahui penyakit tersebut, gagal ginjal sudah dalam stadium lanjut. Sedangkan gagal ginjal tahap akhir adalah kondisi dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi sama sekali sehingga penderita diharuskan untuk melakukan cuci darah.

Ada beberapa alasan mendasar mengapa gagal ginjal dapat mempengaruhi kulit. Berikut kami rangkum beberapa penyebab pruritus pada penderita gagal ginjal, diantaranya :

  1. Xerosis/dry skin

Xerosis adalah istilah dalam dunia kedokteran untuk kulit kering. Xerosis merupakan penyakit kulit yang umum terjadi di berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan lansia. Xerosis dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor yang berkaitan dengan gagal ginjal.

Diketahui bahwa 60-90% pasien yang menjalani dialisis, penyaringan darah di luar tubuh sebagai pengganti ginjal rusak, mengeluhkan masalah kulit kering, dimana kekeringan kulit ini yang mencari salah satu pemicu adanya pruritus. Masalah kulit pada penderita gagal ginjal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya atrofi kelenjar sebasea, adanya gangguan fungsi pada sekresi eksternal, dan gangguan hidrasi stratum korneum. Umumnya, pasien dialisis yang mengeluhkan adanya xerosis pada kulit akan memiliki hidrasi yang lebih rendah daripada pasien yang tidak memiliki keluhan.

Apabila pruritus yang Anda alami akibat adanya xerosis pada kulit, ada beberapa penanganan yang dapat Anda lakukan, seperti menggunakan pelembab yang aman untuk kulit, tidak mandi terlalu lama, tidak menggunakan sabun dengan bahan kimia yang keras, lindungi kulit di cuaca dingin, menggunakan tabir surya, dan perbanyak konsumsi air mineral setiap hari.

  1. Berkurangnya eliminasi tranepidermal

Sebelumnya perlu diketahui bahwa senyawa pruritogenik adalah senyawa yang dapat menyebabkan sensasi gatal. Senyawa tersebut diantaranya adalah hormon paratiroid dan histamin. Senyawa-senyawa ini berpotensi untuk menimbulkan pruritus, walaupun belum ada bukti yang mendukung. Pada pasien dialisis, terkadang ada kasus dimana zat yang seharusnya dikeluarkan tidak tersaring sempurna, termasuk zat-zat pruritogenik. Zat-zat tersebut dapat terakumulasi dalam tubuh dan menimbulkan sensasi gatal pada saraf pusat atau di reseptor.

Sponsors Link

Selain itu, ada beberapa senyawa prutogenik lain yang dapat memicu pruritus. Misalnya interleukin-1, zat yang dihasilkan setelah adanya kontak antara plasma dengan membran hemodialisiss. Zat ini dapat memberikan efek gatal pada kulit

  1. Penumpukan limbah pada darah

Ginjal adalah organ tubuh manusia yang memiliki tugas spesifik untuk menyaring kotoran dalam darah. Manusia memiliki dua ginjal yang masing-masing berada di rongga kiri dan kanan perut. Apabila salah satu tidak berfungsi, kerja ginjal dapat dialihkan ke ginjal yang lain. Namun, akan fatal akibatnya apabila kedua ginjal sudah tidak berfungsi. Penurunan fungsi ginjal ini kerap kali tidak disadari oleh penderita.

ads

Sehingga, kerusakan ginjal semakin parah dari hari ke hari, bulan ke bulan, bahkan tahun ke tahun.  Wajar saja, karena kerusakan ginjal pada tahap awal tidak memberikan reaksi khusus yang memaksa penderita memeriksakan diri ke dokter. Baru, ketika kerusakan sudah parah, gejala-gejala mulai bermunculan, salah satu gejalanya adalah pruritus atau gatal-gatal pada kulit. Kondisi kerusakan ginjal semacam ini dinamakan sebagai gagal ginjal kronis, seperti yang telah disinggung sebelumnya.

Akibat dari penurunan fungsi ginjal ini, ginjal tidak akan dapat melakukan tugas sebagaimana mestinya. Penyaringan tidak dilakukan dengan sempurna. Sehingga, kotoran atau limbah yang seharusnya dibuang ke luar tubuh, bisa masuk ke dalam aliran darah yang sebenarnya berbahaya karena dapat menjadi racun bagi tubuh. Salah satu akibat dari masuknya kotoran ke aliran darah adalah timbulnya sensasi tidak menyenangkan atau efek gatal pada kulit, sehingga dapat mengganggu penderita dan memberikan ruam pada kulit. Untuk mengatasi hal semacam ini, Anda dapat membaca salah satu artikel kami, yaitu dalam artikel obat gatal pada penderita ginjal.

  1. Penumpukan hormon paratiroid

Apabila pada poin nomor dua diberikan gambaran sekilas bagaimana hubungan pruritus dan paratiroid pada pasien dialisis, pada poin ini akan dijelaskan bagaimana hubungan hormon paratiroid dengan fungsi penyaringan ginjal. Adanya penyakit gagal ginjal dapat menyebabkan kadar kalsium dalam tubuh tidak normal, dimana kalsium meningkat dari sebagaimana mestinya. Tingginya kalsium ini dapat mempengaruhi hormon paratiroid, yang mana pengeluaran hormon ini dilakukan untuk mengatasi adanya ketidakseimbangan kadar kalsium. Namun, ternyata paratiroid yang berlebihan juga dapat memberikan efek gatal pada kulit sehingga menimbulkan pruritus.

  1. Penumpukkan fosfor

Dengan penyaringan yang tidak sempurna, gagal ginjal dapat menyebabkan kadar fosfor dalam darah meningkat. Tingginya kadar fosfor dapat menimbulkan adanya efek gatal pada kulit.

Selain penyebab pruritus pada gagal ginjal, terdapat beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan prutitas, diantaranya adalah gangguan kulit seperti eksim, dermatitis, ketombe, dan penyakit kulit lainnya. Dan alergi pada kulit juga dapat menimbulkan pruritus, misalnya seperti alergi pada benda-benda seperti perhiasan, karet, dan benda lain yang menimbulkan alergi pada kulit yang sensitif. Beberapa penyebab lain diantaranya adalah sengatan atau gigitan binatang, infeksi, kehamilan, dan sebagainya.

Untuk mengetahui apakan Anda positif memiliki gangguan pruritus, Anda dapat melakukan beberapa pengecekan, seperti tes kadar tiroid, tes fungsi ginjal, tes darah, tes fungsi hati, dan tes kadar fosfat. Untuk melengkapi wawasan mengenai pruritas, Anda dapat membaca artikel kulit gatal karena gagal ginjal.

Sekian artikel mengenai penyebab pruritus pada gagal ginjal. Semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :