Sponsors Link

Penyebab Diabetes Insipidus dan Klasifikasinya yang Perlu Diketahui

Sponsors Link

Diabetes mungkin sudah sering kita dengar dan namanya sudah tidak asing di telinga. Saat ini, diabetes memang menjadi salah satu penyakit tidak menular yang patut diwaspadai. Diabetes sering dikaitkan dengan istilah kencing manis. Namun rupanya ada juga jenis diabetes yang cukup langka karena jarang terjadi pada masyarakat, yaitu diabetes insipidus. Penyakit ini bisa dibilang langka. Diabetes Insipidus ditandai dengan gejala yang sering merasa haus. Selain itu, penderita akan lebih sering juga membuang air kecil dalam jumlah yang tidak sedikit. Untuk kasus diabetes insipidus yang sudah cukup parah, penderitanya bahkan bisa mengeluarkan urine hingga 20 liter dalam satu hari. 

ads

Walau memiliki istilah diabetes, namun penyebab diabetes insipidus berbeda dengan penyebab diabetes melitus. Diabetes yang biasa kita kenal adalah diabetes melitus, yaitu tingginya kadar gula dalam darah. Kadar gula ini tidak selalu menyebabkan penderitanya kehausan atau buang air kecil berlebihan. Hanya saja, diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang yang perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan penyakit lainnya seperti Gagal Ginjal Kronis, atau bahkan berhubungan dengan penyakit kardiovaskular.

Penyebab diabetes insipidus pada dasarnya adalah gangguan hormon, yaitu hormon antidiuretik. Hormon antidiuretik itu sendiri adalah hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus (bagian otak yang juga berperan dalam mengatur suasana hati dan juga nafsu makan). Hormon antidiuretik yang dihasilkan tadi akan disimpan terlebih dahulu di kelenjar pitutari sampai waktu yang dibutuhkan. Saat kadar air di dalam tubuh menurun, maka kelenjar pitutari akan melepaskan hormon antidiuretik. Tujuannya adalah untuk menekan produksi urine di dalam ginjal.

Jika hormon antidiuretik tersebut terganggu, maka inilah penyebab diabetes insipidus tersebut. Karena tidak ada yang mengatur kadar air di dalam tubuh, sehingga tubuh akan terus menerus mengeluarkan cairan dalam bentuk urine. Dan cairan yang dibuang dalam bentuk urine tersebut akan terbuang dalam jumlah yang sangat banyak.

Diabetes inpisidus itu sendiri dibagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya, yang akan dijelaskan sebagai berikut.

Diabetes Insipidus Kranial

Jenis diabetes insipidus yang pertama adalah diabetes inpisidus kranial. Penyebab diabetes inpisidus kranial adalah ketika tubuh tidak bisa menghasilka hormon antidiuretik dalam jumlah banhak, sehingga tubuh tidak bisa mengurangi atau menekan cairan yang dikeluarkan dalam bentuk urine. Akibatnya Ciri Urine Sehat tidak akan tercipta dan penderitanya justru akan lebih sering buang air kecil dan dalam jumlah banyak. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kondisi ini terjadi antara lain sebagai berikut.

  • Kurang lebih 16 persen pasien diabetes insipidus kranial mengalami cedera atau luka pada bagian kepala yang parah sehingga bagian hipotalamus atau kelenjar pituitari mengalami kerusakan.
  • Kurang lebih 20 persen pasien diabetes insipidus kranial mengalami komplikasi karena pernah menjalani operasi otak yang kurang berhasil sehingga bagian kelenjar pituitari atau hipotalamus mengalami kerusakan.
  • Kurang lebih 25 persen pasien diabetes insipidus mengalami tumor pada otak sehingga bagian kelenjar pituitari atau hipotalamus tidak berfungsi dengan baik.
Sponsors Link

Itulah beberapa penyebab diabetes insipidus kranial yang umum terjadi. Selian itu, ada juga beberapa penyebab lain namun jarang terjadi, di antaranya sebagai berikut.

  • Kanker otak
  • Stroke sehingga menyebabkan kekurangan okaigen pada bagian otak.
  • Infeksi pada bagian otak (meningitis dan ensefalitis).
  • Sindrom Wolfarm
ads

Diabetes Insipidus Nefrogenik

Jenis lain dari diabetes insipidus adalah diabetes insipidus nefrogenik. Penyebab diabetes insipidus nefrogenik bukan pada kelainan otak atau hormon, melainkan karena Macam Macam Penyakit Ginjal atau kelainan pada organ ginjal. Yaitu ketika organ ginjal kurang sensitif terhadap kinerja hormon antidiuretik dan menyebabkan urine terus menerus diproduksi dalam jumlah banyak.

Pada kondisi normal, hormon antidiuretik akan mengirimkan sinyal atau rangsangan terhadap jaringan nefron di ginjal. Nefron itu sendiri adalah struktur yang tugasnya adalah untuk mengendalikan kadar air yang harus diserap tubuh dan yang harus dibuang dalam bentuk air kecil. Namun, kelainan pada penderita diabetes insipidus nefrogenik justru terjadi di sini, yaitu di mana proses pengiriman rangsangan ink yang terganggu. Kondisi ini lah yang menyebabkan seseorang selalu buang air kecil dan juga selalu merasa kehausan. Diabetes insipidus nefrogenik itu sendiri terbagi lagi menjadi dua macam, di antaranya dijelaskan sebagai berikut.

  • Diabetes insipidus nefrogenik kongenital

Diabetes insipidus nefrogenik jenis ini terjadi pada pasien yang memang terlahir dalam kondisi demikian, yaitu dimana ginjalnya memang memiliki masalah sejak lahir. Artinya kondisi ini diturunkan dari mutasi gen. Ada dua kondisi mutasi gen yang bjsa menyebabkan kondisi tersebut, di antaranya AQP2 dan AVPR2. Mutasi AQP2 terjadi sangat langka, yaitu dari perbandingan 1 dari 10 kasus. Kondisi ini bisa terjadi baik pada pria maupun pada wanita. Sedangkan mutasi AVPR2 hanya bisa diturunkan dari orang tua wanita (ibu) kepada anak lai-lakinya saja. Kondisi ini lebih banyak terjadi, yaitu terjadi pada 9 dari 10 kasus.

  • Acquired nephrogenic diabetes insipidus

Penderita diabetes insipidus jenis ini bukanlah penderita dari keturunan atau faktor genetika. Penderita diabetes insipidus jenis ini disebabkan oleh efek dari lithium. Lithium itu sendiri merupakan salah satu jenis obat yang sering digunakan untuk mengatasi gangguan bipolar. Namun penggunaan obat ini dalam jangka panjang ternyata mampu merusak sel-sel pada organ ginjal dan mulai menciptakan Tanda Tanda Ginjal Rusak. Akibatnya, sel-sel tersebut tidak akan lagi bisa merespon sinyal atau rangsangan yang dikirimkan oleh hormon antidiuretik. Gejala pun mulai terjadi.

Sponsors Link

Penderita diabetes nefrogenik sekitar 50 persennya adalah mereka yang mengonsumsi obat lithium dalam jangka panjang. Maka dari itu, hindari konsumsi obat sembarangan tanpa resep dokter. Dan jika obat jenis ini memang perlu dikonsumsi dalam jangka panjang, imbangilah dengan pemeriksaan rutin kondiai ginjal, minimal 3 bulan sekali. Tujuannya adalah untuk mencegah kerusakan ginjal tersebut selama konsumsi obat lithium dilakukan.

Selain lithium, penyebab lainnya dari diabetes insipidus jenis ini antara lain sebagai berikut.

  • Infeksi pada ginjal – bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal sehingga ginjal gagal menerima sinyal dari hormon.
  • Obstruksi saluran kemih – terhambatnya saluran kemih yang menghubungkan kandung kemih ke ginjal yang disebabkan beberapa hal, mislanya batu ginjal.
  • Hipokalemia – kekurangan unsur potassium dalam darah sehingga sel darah tidak bisa berfungsi dengan benar.
  • Hiperkalemia – kelebihan kalsium dalam tubuh sehingga bisa merusak organ ginjal.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai penyebab diabetes insipidus dan beberapa klasifikasinya berdasarkan penyebabnya. Semoga artikel ini bisa memberikan informasi yang bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,