Sponsors Link

18 Penyebab Cuci Darah yang Paling Sering Terjadi

Sponsors Link

Cuci darah adalah salah satu pengobatan yang masih sering dilakukan di dalam dunia medis untuk mengobati berbagai macam penyakit yang menjadi penyebab cuci darah. Namun demikian, biaya cuci darah pada umumnya sangat mahal dan juga memakan waktu yang tidak sedikit. Banyak pasien yang mengalami stress dan akhirnya putus asa untuk menjalani perawatan dengan cara cuci darah. Walaupun demikian, kita juga tidak dapat melpaskan diri dari cuci darah apabila kita mengalami keadaan-keadaan tertentu yang menyebabkan darah kita mengandung banyak racun dan membahayakan bagi tubuh kita sendiri.

ads

Apabila anda tidak ingin melakukan cuci darah, atau mengalami penyakit tertentu dan bingung bagaimana cara menyembuhkan penyakit tersebut, maka sebaiknya anda mengetahui penyebab anda harus melakukan cuci darah itu apa saja. Dengan demikian anda dapat mengetahui penyebab cuci darah sehingga dapat menghindari atau mungkin memilih untuk melakukan cuci darah apabila anda sudah mengalami beberapa keadaan di bawah ini.

Jangan lupa untuk selalu meminta saran dari dokter dan menjaga pola hidup sehat apabila anda tidak ingin mengalami penyakit di bawah ini yang dapat menyebabkan cuci darah.

Baca juga:

1. Keracunan ethanol

Methanol adalah salah satu senyawa kimia yang merupakan salah satu bahan aditif yang dapat menjadi salah satu sebab cuci darah. Methanol merupakan golongan dari etana, sebuah senyawa dengan unsur carbon dan hidrogen yang saling terikat satu sama lain. Senyawa ini banyak dipakai dalam produksi alkohol, obat pembunuh serangga atau insektisida, pembuatan spiritus, kebutuhan industri, bensin, dan lain sebagainya.

Menghirup atau menelan methanol dalam jumlah cukup banyak dapat membuat kita keracunan. Respons yang muncul apabila kita keracunan etanol adalah kejang-kejang sebagai tanda terganggunya fungsi tubuh secara keseluruhan. Akibat lain dapat meliputi mual, sakit kepala, pingsan, sampai pada kematian. Dengan melakukan pencucian darah anda dapat memurnikan darah anda dari unsur methanol, walaupun mungkin hal ini kurang ideal karena porses cuci darah memerlukan waktu yang cukup lama. Baca juga: Makanan Penyebab Sakit Ginjal

2. Gagal ginjal

Gagal ginjal adalah penyebab cuci darah yang paling sering ditemui. Gagal ginjal secara umum berarti kemunduran fungsi ginjal atau kerusakan ginjal sehingga ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dalam mengendalikan sisa limbah metabolisme tubuh yang seharusnya dikeluarkan dan disterilkan melalui pengeluaran urin, keringat, atau feses.

Sisa-sisa metabolisme tubu yang tidak dikeluarkan dari tubuh secepatnya dapat menjadi racun berbahaya di dalam tubuh apabila ginjal sudah tidak menjalankan fungsinya. Penumpukan sisa metabolisme yang berpotensi menjadi racun tersebut dapat menyebabkan darah terkontaminasi sehingga berpeluang merusak kesehatan organ tubuh lain. Untuk itu perlu dilakukan cuci darah agar darah tetap steril dan masa hidup orang tersebut lebih panjang. Baca juga : Pielonefritis

Sponsors Link

3. Penumpukan cairan di dalam paru-paru

Pengendapan atau penumpukan cairan di dalam paru-paru dapat menyebabkan peradangan di dalam paru-paru kita. Akibatnya paru-paru akan mengalami iritasi. Lambat laun, iritasi tersebut dapat menyebabkan kebocoran paru-paru apabila tidak segera diatasi dengan melakukan tindakan-tindakan medis tertentu oleh dokter yang ahli. Dalam jangka panjang, hal itu dapat menyebabkan paru-paru mengalami kebocoran dan pembesaran rongga-rongganya sehingga mempengaruhi asupan darah bersih pada tubuh. Akibatnya, harus dilakukan sterilisasi pada darah dengan salah satu caranya melakukan cuci darah sembari melakukan pengobatan pada paru-paru. Baca juga :  Ketosis

4. Uremia

Uremia adalah penyakit di mana kadar sampah dari sisa metabolisme yang dibuang dalam urin berada dalam level yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan fungsi ginjal dapat terganggu. Cuci darah dapat dilakukan untuk mengembalikan kejernihan darah sehingag funsi ginjal dapat kembali lagi secara alamiah. Baca juga : Kebiasaan yang Bisa Merusak Ginjal

ads

5. Diabetes

Penyakit diabetes, terutama yang sudah mencapai stadium akhir atau penyakit diabetes yang benar-benar parah dapat berpotensi besar untuk mengakibatkan harus dilakukannya cuci darah oleh doker kepada pasien. Hal itu disebabkan karena diabetes secara umum dapat menyebabkan berbagai keluhan kesehatan termasuk kesehatan ginjal. Kondisi darah juga dapat terkontaminasi dengan racun lain dari hasil pengobatan serta kadar gula yang tidak bisa ditolerir oleh tubuh. Oleh karena itu, harus dilakukan cuci darah sampai batas waktu yan sulit untuk ditentukan. Baca juga :  Albuminuria

6. Ketidakseimbangan elektrolit

Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh berarti berlebihannya zat-zat elektrolit yang secara bertahap dapat memunculkan penyakit seperti hiperkelemia dan gejala lainnya seperti mual-mual, kesemutan, badan lelah, otot lemas dan lain sebagainya. Salah satu elektrolit yang dapat menyebabkan kondisi ini adalah zat kalium.

Apabila zat kalium dalam tubuh yang berperan sebagai elektrolit melebihi 6,5 mEq/l, maka dapat disimpulkan bahwa anda akan segera mengalami ketidakseimbangan elektrolit. Pada kondisi lanjut, hal ini dapat memicu kerusakan jantung di mana seorang pasien akhirnya harus melakukan cuci darah untuk mengurangi kandungan elektrolit yang ada di dalamnya. Peristiwa ini sudah sering terjadi, oleh karena itu sebaiknya anda berhati-hati agar tidak mengonsumsi elektrolit seperti zat kalium dalam jumlah yang berlebihan.

7. Kanker

Kanker juga dapat menjadi salah satu penyebab mengapa anda harus melakukan cuci darah. Kanker stadium akhir, sangat jelas mempengaruhi kondisi kesehatan darah dan ginjal. Apalagi bila anda terkena kanker ginjal. Kondisi tersebut dapat membuat ginjal anda tidak dapat lagi melakukan penyaringan terhadap sisa makanan dengan normal. Akibatnya, terjadi penumpukan racun dalam jumlah yang tentunya semakin banyak karena tidak ada organ yang memfilter zat-zat tersebut. Oleh karena itu, cuci darah akan dilakukan untuk mengatasi masalah penumpukan zat racun diiringi dengan penanganan lainnya untuk mengatasi kanker yang dialami oleh pasien.

9. Virus HIV/AIDS

Virus HIV/AIDS adalah salah satu jenis virus yang paling mematikan yang kita kenal sementara ini. Virus ini dapat bertahan di dalam tubuh terutama di dalam darah, kelenjar, serta sel-sel tubuh kita. Virus ini sangat kuat dan cepat berkembang di dalam darah. Akibatnya, sangat sulit untuk dikeluarkan atau disterilkan secara maksimal.

Ginjal yang telah mengalami serangan virus HIV/AIDS dapat mengalami kerusakan yang menyebabkan cairan racun cepat mengalami penumpukan dalam darah dan mengotorinya. Apabila darah yang penuh racun tersebut tersebar ke seluruh tubuh, maka organ lain secara bertahap dapat mengalami peradangan atau mengalami kerusakan lain. Oleh karena itu, anda perlu melakukan cuci darah agar racun dapat dikeluarkan dari tubuh penderita yang mengalmi HIV/AIDS dan berimbas pada fungsi ginjal yang mereka miliki.

10. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi juga dapat mengakibatkan perlu dilakukannya cuci ginjal. Tekanan darah tinggi sangat berpengaruh pada kinerja ginjal. Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat mengganggu pereedaran darah serta pembuluh darah termasuk pada organ ginjal. Akibat yang dapat dirasakan karena tekanan darah tinggi ini antara lain pusing, rentan gagal jantung, beban kerja organ-organ menjadi semakin berat, sehingga metabolisme semakin sulit dilakukan. Untuk memulihkan kondisi di atas, diperlukan upaya untuk membersihkan darah anda, salah satunya dengan melakukan cuci darah.

Sponsors Link

Baca juga :

Selain 10 sebab di atas, berikut ini adalah beberapa keadaan lain yang dapat menyebabkan seseorang harus melakukan cuci darah:

  1. Hipertermia, yaitu peningkatan suhu tubuh akibat adanya infeksi sehingga terjadi kelainan pada saraf saraf serta aliran darah.
  2. Oliguria, yaitu penyakit di mana pengeluaran urin kurang dari 200 ml per 12 jam
  3. Anuria/oliguria ekstrim, yaitu penyakit di mana output urin kurang dari 50 ml per 12 jam
  4. Dysnatremia parah, yaitu kondisi di mana kadar natrium di dalam urin lebih dari 160 mEq/L
  5. Acidemia parah, yaitu keadaan di mana air kencing memiliki tingkat pH kurang dari 7,1
  6. Azotemia, yaitu keadaan di mana tingkat urea di dalam urin lebih besar dari 30 mg/dL
  7. Edema pada organ vital
  8. Overdosis obat dengan kandungan racun yang dapat dilakukan dialisis

Itulah beberapa penyebab cuci darah yang dapat mengakibatkan anda harus melakukan perawatan dengan cuci darah selama ginjal anda masih tidak berfungsi dengan sempurna. Terakhir, semoga ginjal anda selalu sehat, dan anda tidak perlu melakukan cuci darah selama hidup anda.

Sponsors Link
>
, , , , ,