Sponsors Link

Penyakit yang Harus Cuci Darah yang Perlu Diketahui

Sponsors Link

Macam Macam Cuci Darah atau dialisis merupakan istilah yang dikenal dengan metode membersihkan tubuh dari limbah-limbah atau zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh namun sulit untuk dikeluarkan secara alami oleh tubuh. Cuci darah memang identik dengan penyakit ginjal. Namun ternyata ada beberapa penyakit yang harus cuci darah lainnya. Berikut penjelasannya.

ads
  1. Gagal ginjal

Seperti yang dijelaskan di atas, gagal ginjal memang selalu identik dengan cuci darah atau Proses Hemodialisis. Cuci darah pada pasien gagal ginjal, baik akut maupun kronik, diperlukan untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak bisa berfungsi dengan baik. Ginjal yang tidak bisa berfungsi dengan baik tidak mampu membuang limbah seperti ginjal normal. Sehingga limbah-limbah pada tubuh perlu untuk segera dibuang agar penderita gagal ginjal bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Untuk Gagal Ginjal Kronis, program cuci darah akan diagendakan oleh dokter jika fungsi ginjalnya sudah mencapai stadium tertentu. Pada gagal ginjal kronis ini cuci darah perlu dilakukan seumur hidup karena kerusakan ginjal sudah permanen. Sedangkan pada gagal ginjal akut tidak perlu dilakukan cuci darah seumur hidup dan gagal ginjal akut bisa disembuhkan.

  1. Keracunan methanol

Selain penyakit ginjal seperti gagal ginjal, penyakit yang harus cuci darah lainnya adalah ketika seseorang mengalami keracunan methanol. Methanol merupakan salah satu bahan berbahaya yang bisa menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh bahkan bisa menyebabkan kematian. Keracunan methanol bisa terjadi jika seseorang mengonsumsi alkohol. Selain itu methanol juga ada di produk-produk yang tidak boleh dikonsumsi manusia, seperti bensin, racun serangga, dan bahan bakar lainnya.

Jika seseorang mengonsumsi methanol, maka akan muncul reaksi penolakan pada tubuhnya. Hal ini tentu dapat sangat berbahaya. Gejala yang muncul misalnya mual, kejang, sakit kepala, bahkan kematian. Sehingga untuk mencegah efek samping tersebut cuci darah atau dialisis diperlukan.

  1. Uremia

Uremia adalah kondisi dimana kadar ureum pada tubuh sangat tinggi. Ureum perlu untuk dibuang, salah satunya dengan cuci darah. Gejala uremia antara lain mual dan muntah, penurunan kesadaran, cegukan tidak henti, dan kejang-kejang.

  1. Elektrolit imbalance

Kondisi elektrolit imbalance adalah kondisi jika elektrolit pada tubuh tidak seimbang atau terganggu. Penyebab umum dari kondisi ini adalah kelebihan kalium. Kondisi ini bisa juga terjadi pada orang dengan gangguan ginjal. Jika tidak segera diatasi, maka gangguan ini bisa menyebabkan gangguan pada organ jantung.

Sponsors Link

  1. Overload

Jika tubuh memiliki banyak tumpukan cairan dan cairan tidak bisa dikeluarkan secara normal karena sesuatu hal, maka cairan akan menyebabkan berbagai gejala, seperti edema paru. Edema paru menyebabkan seseorang kesulitan untuk bernafas. Sehingga upaya untuk membantu mengurangi cairan dari tubuh perlu dilakukan dengan cuci darah.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai penyakit yang harus cuci darah serta beberapa kondisi yang mengharuskan cuci darah. Namun keputusan mengenai Kapan Cuci Darah Harus Dilakukan hanya bisa diketahui dari keputusan dokter setelah melewati berbagai pemeriksaan medis. Sehingga seseorang tidak bisa melakukan cuci darah jika tanpa rekomendasi dokter. Maka dari itu sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter.

Sponsors Link
>
, , ,