Sponsors Link

Penyakit Uremia : Penyebab, Gejala, Efek Samping, Pengobatan

Sponsors Link

Sistem kemih adalah salah satu sistem pengeluaran limbah dari tubuh agar tubuh selalu bersih dan dialiri darah yang sehat. Limbah dan zat sisa dari metabolisme akan disaring oleh ginjal dan diteruskan ke kandung kemih, baru kemudian akan dibuang sebagai urine atau air kencing. Itu berarti sistem kemih harus selalu lancar agar tubuh tidak menyimpan limbah berlebihan yang bisa mengacaukan sistem lain dalam tubuh. Namun kerap kali sistem kemih memiliki gangguan sehingga bisa menciptakan Macam Macam Penyakit Ginjal atau sindrom, salah satunya adalah penyakit uremia. Apa itu uremia dan bagaimana gejala serta cara mengobatinya? Simak penjelasan lebih lengkapnya sebagai berikut. 

ads

Penyebab

Penyakit uremia pada dasarnya merupakan salah satu kumpulan gejala atau yang biasa disebut sebagai sindrom. Sindrom uremia ini muncul sebagai akibat dari adanya penyakit pada ginjal kronis atau gagal ginjal yang sudah cukup parah. Uremia ditandai dengan kadar urea pada tubuh yang melebihi ambang normal, sehingga urea tersebut berpera menjadi racun di dalam tubuh.

Penyebab Penyakit Ginjal uremia ini adalah karena ketidakmampuan ginjal untuk bekerja maksimal, atau ketika ginjal mulai mengalami penurunan fungsi kerja, sehingga urea yang pada dasarnya adalah limbah, tidak bisa disaring dan dibuang sebagai urine atau air kencing. Akibatnya, zat urea tetap berada pada darah dan mengalir bersama darah ke seluruh tubuh. Zat tersebut akan mencemari metabolisme. Hal ini berbahaya bagi tubuh, bahkan uremia juga kerap kali sering dianggap sebagai pengancam nyawa.

Penyebab dari penyakit uremia bisa dibagi menjadi 3 jenis, antara lain prerenal, renal, dan postrenal.

  • Uremia prerenal – adalah kondisi uremia yang disebabkan oleh mekanisme ginjal yang gagal sebelum proses filtrasi terjadi. Misalnya karena adanha penurunan volume darah menuju ginjal karena pendarahan atau dehidrasi, atau adanya lonjakan kadar protein pada tubuh.
  • Uremia renal – adalah kondisi uremia yang disebabkan oleh gagal ginjal kronis atau akut, yang menyebabkan ginjal gagal bekerja atau mengalami penurunan fungsi kerja sehingga unsur urea akan tetap bertahan dalam darah dan tidak bisa difilter dengan baik oleh ginjal.
  • Uremia postrenal – adalah kondisi uremia yang terjadi di saluran urinari yang pada akhirnya membuat urine terhambat. Hambatan ini bisa berupa batu ginjal, peradangan, serta tumor.

Itulah 3 jenis uremia berdasarkan penyebabnya. Selain itu, penyebab uremia dari luar juga bisa dipengaruhi oleh beberapa jenis obat-obatan, yang bisa menciptakan Tanda Tanda Ginjal Rusak dan berpengaruh pada peningkatan urea di dalam darah. Misalnya obat-obagan jenis nefrotoksik, diuretikum (hidroklortiazid, asam etakrinat, furosemid, dan triamteren), obat antihipertensi (metildopa dan guanetidin), antibiotik (basitrasin, sefaloridin pada dosis besar, gentamisin, kanamisin, kloramfenikol, metisilin, neomisin, dan vankomisin), sulfonamide, propanolol, morfin, litium karbonat, atau salisilat.

Gejala

Sindrom atau penyakit uremia sebenarnya memang berkaitan erat dengan Gejala Awal Penyakit Ginjal. Maka akan sangat mudah mendeteksinya pada pasien yang memang memiliki riwayat sakit ginjal. Maka dari itu, penderita ginjal perlu waspada. Jika gejala di bawah ini terjadi kepada Anda, maka bisa jadi sindrom uremia sedang Anda derita. Dan itu juga berarti penyakit ginjal Anda bisa bertambah parah dari sebelumnya.

Sponsors Link

  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Kram pada kaki
  • Sulit berkonsentrasi
  • Pusing
  • Kelelahan ekstrim
  • Tekanan darah tidak normal
  • Sesak napas
  • Perubahan kondisi mental
ads

Efek Samping

Pada dasarnya, urea atau ureum bukanlah sebuah racun. Namun jika kadarnya terlalu tinggi di dalam tubuh, ureum akan membeku menjadi bekuan ureum. Kondisi ini akan menciptakan Gejala Ginjal Bermasalah yang tidak nyaman yaitu bau nafas karena telah tercampur menjadi amonia (NH3). Kadar ureum yang berlebihan di dalam tubuh memang akan terubah menjadi amonia oleh aktivitas sejumlah bakteri tertentu dalam tubuh. Senyawa amonia lah yang akan menjadi racun atau toksik pada tubuh. Efek sampingnya adalah pengaruhnya terhadap trombosit. Pada kasus ini, trombosit tidak akan mampu membentuk bekuan, sehingga proses pembekuan darah akan lebih sulit. Dan jika kasusnya sudah parah, penyakit uremia bisa menyebabkan pendarahan dari berbagai arah. Kondisi ini yang dinamakan trombopatia uremika.

Pengobatan

Pengobatan terhadap uremia bisa dilakukan dengan cuci darah atau dialisis. Dokter akan merekomendasikan cuci darah dengan tujuan untuk membuang limbah dan zat sisa metabolisme pada darah agar tidak lagi beredar bersama darah ke seluruh tubuh. Namun cuci darah tidak bisa menyembuhkan uremia, dan hanya bisa meredakan gejalanya saja. Cuci darah atau dialisis ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Hemodialisis

Cuci darah hemodialisis dilakukan dengan selang (dua) yang terpisah dari mesin penyaring. Pada proses cuci darah ini, darah akan mengalir menuju selang lalu menuju mesin penyaring. Kemudian, darah akan dikembalikan ke tubuh melalui selang yang lainnnya. Waktu cuci darah dengan cara ini akan memakan waktu kurang lebih 4 jam lamanya. Proses ini juga hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Efek samping cuci darah hemodialisis adalah gatal dan kram.

  • Peritoneal

Cuci darah peritoneal dilakukan dengan pemasangan selang kateter di ringga perut secara permanen. Proses ini tidak membutuhkan alat penyaring, dan bahkan bisa dilakukan di rumah. Hanya saja cuci darah tetap perlu dilakukan secara rutin. Waktu cuci darah ini juga hanya kurang lebih setengah hingga satu jam. Namun prosesnya perlu dilakukan 4 kali dalam sehari.

Pengobatan lain selain cuci darah yang bisa direkomendasikan kepada penderita uremia adalah dengan melakukan transplantasi ginjal, atau penggantian ginjal lama dengan ginjal baru. Hal ini memang perlu dilakukan mengingat kondisi ginjal memang sudah tidak sanggup lagi melakukan tugasnya dengan sangat baik. Hanya saja, prosedur dan biaya transplantasi ginjal tentu saja cukup rumit dan sangat mahal. Selain itu, pasti akan butuh waktu yang lama bagi pasien untuk mendapatkan donor ginjal yang cocok.

Sponsors Link

Pencegahan

Pencegahan terhadap uremia memang perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan kondisi uremia memang akan mengganggu fungsi tubuh secara keseluruhan. Maka dari itu, beberapa hal berikut bisa dilakukan untuk mencegahnya.

  • Tidak merokok
  • Mengendalikan tekanan darah
  • Mengendalikan kadar gula darah
  • Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Memenuhi kebutuhan cairan yang cukup
  • Tidak mengonsumsi  minuman beralkohol
  • Melakukan olahraga teratur
  • Mengonsumsi makanan rendah garam
  • Menjaga pola hidup yang sehat
  • Menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai penyakit uremia yang perlu diketahui. Jika Anda memang memiliki masalah dengan ginjal dan sistem berkemih, maka selalulah waspada dan jalani pola hidup sehat dengan baik agar kondisi ini bisa terhindar. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,