Sponsors Link

8 Penyakit Penyebab Kencing Berdarah Berbahaya yang Harus Diwaspadai

Sponsors Link

8       Berbahaya yang Harus Diwaspadai

ads

Ketika seseorang mengalami kencing berdarah, maka sebaiknya tidak disepelekan karena ini menjadi gejala masalah pada saluran kencing, ginjal atau prostat yang bisa berbahaya. Hematuria atau biasa disebut dengan kencing berdarah merupakan kondisi pada saat urine mengandung sel darah merah sehingga merubah warna urine menjadi merah muda, merah atau bisa merah gelap agak kecoklatan. Urine yang dalam kondisi normal tidak akan mengandung sel darah merah sedikit pun. Meski sebagian penderita tidak merasakan sakit, akan tetapi bagi beberapa penderita lainnya akan merasakan saat buang air kecil terasa sakit. Warna urine memang bisa berubah ubah dan olahraga, makanan yang berwarna pekat dan kurang minum air putih menjadi beberapa penyebab urine berubah warna yang akan hilang dalam beberapa hari.

Selain itu, berubahnya warna urin juga bisa terjadi karena mengkonsumsi obat pencahar dan juga antibiotik seperti Rifampicin dan juga Nitrofurantion. Urine berdarah sering terjadi secara tiba tiba tanpa memperlihatkan tanda atau gejala yang bahkan darah dalam urine tidak bisa dilihat secara mata telanjang. Berikut ini, akan kami berikan beberapa penyakit penyebab kencing berdarah yang harus diwaspadai sebagai tambahan pengetahuan anda.

  1. Infeksi Kantung Kemih

Cistitis atau sisitis akut atau infeksi kantung kemih bisa membuat penderita merasa sakit ketika buang air kecil yang umumnya terjadi pada orang dewasa namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada bayi dan anak anak. Umumnya, jika penyakit ini terjadi pada bayi atau anak anak, maka bisa mengakibatkan demam, sakit ketika buang air kecil dan terkadang sakit perut area bawah.

  1. Infeksi Ginjal

Infeksi ginjal menjadi penyakit penyebab kencing berdarah selanjutnya yang dalam istilah medis disebut dengan pyelonephritis atau pielonefritis. Infeksi ginjal ini bisa menyebabkan demam dan menggigil pada penderita yang terkadang juga diikuti dengan sakit area punggung bagian bawah letak organ ginjal berada.

  1. Radang Saluran Kemih

Radang kandung kemih atau urethritis umumnya terjadi karena penyakit menular seksual seperti klamidia. Saluran kemih ini menjadi jalan keluar urine dari kantung kemih. Tidak hanya menyebabkan kencing berdarah, namun penyakit ini juga bisa mengubah bau urine jadi menyengat dan sakit ketika buang air kecil.

  1. Batu Ginjal

Ketika batu ginjal keluar karena terdorong urin, mungkin saja tidak ada gejala yang dirasakan sehingga tidak sadar jika batu ginjal tersebut sudah menyumbat jalur urine dan menyebabkan kencing berdarah yang tak kasat mata. Namun batu ginjal juga bisa menimbulkan rasa sakit di area perut bawah dan juga panggul.

  1. Glumerulonefritis

Glumerulonefritis atau pendarahan yang terjadi pada glomerulus juga bisa menyebabkan urine berwarna merah karena bercampur dengan darah. Glumerulus sendiri merupakan jaringan kapiler penyusun organ ginjal yang bertugas untuk penyaring pertama dalam proses pembuatan urine. Ketika pendarahan terjadi, maka urine yang dikeluarkan juga akan bercampur dengan darah.

  1. Kelainan Penyakit

Beberapa jenis kelainan darah seperti Alport Syndrome dan anemia sel sabit bisa menyerang membran penyaring pada kumpulan ujung saraf yang juga menjadi penyebab kencing bercampur dengan darah berbeda dengan warna urine sehat.

  1. Olahraga atau Kecelakaan

Olahraga yang dilakukan terlalu keras atau kecelakaan bisa menyebabkan organ ginjal mengalami cedera. Ketika ginjal terluka, maka darah bisa terbawa keluar bersama dengan urine. 

Sponsors Link

  1. Mengkonsumsi Obat Obatan

Beberapa obat seperti obat anti kanker penicilin dan cyclophosphamide juga bisa menjadi penyebab kencing berdarah. Darah pada urin juga bisa terjadi ketika seseorang mengkonsumsi obat aspirin atau heparin sehingga penggumpalan darah atau pengentalan darah terjadi kemudian menyebabkan kencing berdarah.

Kencing berdarah tidak selalu bisa terlihat dengan jelas oleh mata sehingga sel darah baru bisa terlihat melalui tes laboratorium seperti tes urine penyakit ginjal yang dinamakan dengan hematuria mikroskopik. Jika memang anda tidak mengkonsumsi makanan atau obat obatan yang bisa mengubah warna urine namun kencing berdarah tetap terjadi, maka jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter sebab ini menjadi tanda jika ada masalah dengan jaringan atau organ di sekitar saluran urin anda.

Sponsors Link
>
, , ,