Sponsors Link

Informasi Seputar Penyakit Ginjal Stadium Akhir

Sponsors Link

Ginjal bertugas untuk menyaring limbah dan kelebihan air dari darah sebagai urin. Penyakit ginjal kronis bisa menyebabkan ginjal kehilangan fungsi seiring berjalannya waktu. Penyakit ginjal tahap akhir adalah tahap akhir dari penyakit ginjal kronis. Ini mengartikan jika ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik untuk menjalani hidup sehari hari. Penyakit ginjal stadium akhir juga disebut dengan ESRD. Ginjal manusia dengan fungsi ESRD di bawah 10% dari kemampuan normal, maka berarti hampir tidak berfungsi sama sekali. Berikut akan kami berikan penjelasan tentang penyakit ginjal stadium akhir selengkapnya.

Ciri ciri penyakit ginjal umumnya progresif. Panjang setiap tahap sangat bervariasi tergantung dari bagaimana penyakit ginjal diatasi khususnya pada hubungan dengan diet yang dijalankan dan apakah dokter merekomendasikan untuk dialisis. Penyakit ginjal kronis umumnya tidak mencapai tahap akhir sampai 10 sampai 20 tahun sesudah seseorang didiagnosis. ESRD merupakan tahap kelima dari perkembangan penyakit ginjal kronis yang diukur dengan laju filtrasi glomerulus seseorang atau GFR.

Stadium GFR [ml / min / 1,73 m2] Kesehatan Ginjal

  • Lebih kurang 90 fungsi ginjal secara normal namun tanda pertama dari penyakit ginjal muncul.
  • 60 hingga 89 berarti fungsi ginjal sedikit berkurang.
  • 15 sampai 29 berarti fungsi ginjal sangat berkurang.
  • Dibawah 15 ESRD yang juga disebut dengan gagal ginjal.

Penyebab Penyakit Ginjal Tahap Akhir

Ada banyak penyakit ginjal atau ginjal rusak yang menyerang nefron yakni unit penyaringan kecil pada ginjal. Ini menyebabkan penyaringan darah memburuk yang akhirnya mengarah pada penyakit ginjal tahap akhir dan paling sering disebabkan karena diabetes dan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Jika seseorang menderita diabetes, maka tubuh akan memecah glukosa atau gula dengan baik sehingga kadar glukosa dalam darah tetap tinggi. Mempunyai kadar glukosa yang tinggi dalam darah nantinya bisa merusak nefron. Apabila seseorang memiliki hipertensi, peningkatan tekanan pada pembuluh darah di ginjal akan menimbulkan kerusakan dan kerusakan tersebut akan mencegah pembuluh darah melakukan tugas penyaringan. Selain itu, ada beberapa penyebab penyakit ginjal tahap akhir lainnya, seperti:

  • Penyumbatan pada saluran kemih jangka panjang karena pembesaran prostat, batu ginjal atau jenis kanker tertentu.
  • Glomerulonefritis yakni radang filter pada ginjal yang dikenal dengan glomeruli.
  • Refluks vesikoureteral pada saat urin mengalir menuju ginjal.Kelainan bawaan.

Faktor Risiko Penyakit Ginjal Tahap Akhir

Ada beberapa orang yang memiliki faktor risiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal tahap akhir. Beberapa diantaranya adalah:

  • Menderita diabetes.
  • Hipertensi.
  • Memiliki kerabat dengan penyakit ginjal tahap akhir.
  • Sindrom alport.
  • Pielonefritis.
  • Nefritis interstitial.
  • Kondisi autoimun tertentu seperti lupus.

Gejala Penyakit Ginjal Tahap Akhir

Jika seseorang mengalami penyakit ginjal tahap akhir, maka akan ada beberapa gejala yang ditimbulkan, seperti:

  • Rasa tidak enak atau perasaan tidak enak.
  • Tidak bisa buang air kecil.
  • Penurunan frekuensi buang air kecil berbeda dengan frekuensi buang air kecil normal.
  • Sakit kepala.
  • Berat badan menurun tanpa alasan jelas.
  • Tidak nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Perubahan warna kulit.
  • Sakit tulang.
  • Kebingungan dan susah konsentrasi.
  • Sering mimisan.
  • Mudah memar.
  • Mati rasa pada tangan dan kaki.
  • Tidak terjadi siklus menstruasi.
  • Rasa haus berlebihan.
  • Bau mulut.
  • Sering tersendat.
  • Memiliki masalah tidur seperti apnea dan sindrom kaki gelisah.
  • Impotensi atau libido rendah.
  • Pembengkakan atau edema khusus pada pada tangan dan kaki.

Diagnosis Penyakit Ginjal Stadium Akhir

Dokter akan mendiagnosis penyakit ginjal stadium akhir dengan cara pemeriksaan fisik dan tes untuk memeriksa fungsi ginjal. Beberapa fungsi tes tersebut selain tes urin penyakit ginjal diantaranya adalah:

  • Urinalisis: Tes yang membantu dokter untuk memeriksa protein dan darah dalam urin. Zat ini akan menunjukkan jika ginjal tidak memproses limbah dengan baik.
  • Tes kreatinin serum: Tes ini membantu dokter untuk memeriksa apakah terjadi penumpukan kreatinin dalam darah. Kreatinin sendiri merupakan produk limbah yang harus disaring ginjal agar bisa dikeluarkan dari dalam tubuh.
  • Tes nitrogen urea darah: Tes ini bisa membantu dokter untuk memeriksa seberapa banyak nitrogen yang terkandung di dalam darah.
  • Estimasi laju filtrasi glomerulus [GFR]: Berguna untuk memungkinan dokter memperkirakan seberapa baik organ ginjal menyaring limbah.
Sponsors Link
>
, , ,