Sponsors Link

Penyakit Ginjal Kistik Meduler: Gejala – Penyebab dan Diagnosis

Sponsors Link

Penyakit ginjal kistik meduler atau MCKD merupakan kondisi langka di mana kantong kecil berisi cairan yang disebut dengan kista terbentuk di tengah bagian organ ginjal. Jaringan parut juga akan terjadi di tubulus ginjal dan urin yang mengalir di tubulus dari ginjal dan melalui sistem kemih akan menyebabkan kerusakan tubulus tersebut. Agar bisa lebih paham tentang ciri ciri penyakit ginjal ini, ada baiknya anda mengetahui sedikit tentang ginjal anda dan mengetahui apa saja sebenarnya fungsi dari ginjal tersebut. Kerusakan yang disebabkan penyakit ginjal kistik meduler tersebut bisa menyebabkan ginjal memproduksi urin yang tidak cukup terkonsentrasi. Dengan kata lain, air seni akan terlalu berair dan tidak mengandung jumlah limbah yang tepat. Anda nantinya bisa buang air kecil lebih banyak dibandingkan dari biasanya yang disebut dengan poliuria sebab tubuh mencoba untuk membuang semua limbah tambahan. Ketika ginjal memproduksi urin terlalu banyak, maka air, natrium dan bahan kimia penting lainnya juga ikut terbuang. Seiring berjalannya waktu, penyakit ini juga bisa menyebabkan gagal ginjal kronis.

Jenis Jenis Penyakit Ginjal Kistik Meduler

Juvenile nephronophthisi atau NPH dan penyakit ginjal kistik meduler sangat berkaitan. Kedua kondisi tersebut terjadi karena jenis tanda tanda ginjal rusak yang sama dan juga menghasilkan gejala yang sama. Perbedaan utamanya terletak pada onset usia. NPH umumnya terjadi pada usia 10 hingga 20 tahun, sedangkan MCKD merupakan penyakit yang terjadi pada orang dewasa.

Selain itu, ada dua himpunan bagian dari MCKD yakni tipe 2 yang biasanya akan terjadi pada orang dewasa usia 30 sampai 35 tahun dan juga tipe 1 yang biasa terjadi pada orang dewasa antara usia 60 sampai 65 tahun.

Penyebab Penyakit Ginjal Kistik Meduler

NPF dan MCKD keduanya merupakan kondisi genetik dominan autosom yang berarti anda hanya perlu mendapatkan gen dari satu orang tua untuk mengembangkan kelainan tersebut. Apabila orang tua memiliki gen, maka seorang anak akan memiliki peluang sampai 50% untuk mendapatkan dan mengembangkan kondisi tersebut.

Selain onset usia, perbedaan utama lain antara NPH dan MCKD adalah disebabkan karena cacat genetik yang berbeda.

Gejala Penyakit Kistik Meduler

Gejala penyakit kistik meduler terlihat seperti gejala dari banyak kondisi lain sehingga agak sulit untuk membuat diagnosis. Beberapa gejala tersebut diantaranya adalah:

  • Buang air kecil berlebihan melebihi frekuensi buang air kecil normal.
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil pada malam hari atau nokturia.
  • Tekanan darah rendah.
  • Kelemahan.
  • Mengidam garam karena kehilangan natrium berlebih dari peningkatan buang air kecil.

Seiring dengan berjalannya waktu, gejala gagal ginjal kronik yang juga dikenal dengan penyakit ginjal stadium akhir juga bisa terjadi. Beberapa gejala gagal ginjal meliputi:

  • Memar atau berdarah.
  • Mudah lelah.
  • Sering tersendat.
  • Sakit kepala.
  • Perubahan kulit menjadi kuning atau coklat.
  • Gatal pada kulit.
  • Kram otot atau kedutan.
  • Mual.
  • Muntah darah.
  • Tinja berdarah.
  • Penurunan berat badan.
  • Kelemahan.
  • Kejang.
  • Perubahan kondisi mental seperti kebingungan atau perubahan kewaspadaan.
  • Koma.

Uji dan Diagnosis Penyakit Ginjal Kistik Meduler

Apabila anda memiliki gejala penyakit ginjal kistik meduler, maka dokter akan melakukan sejumlah tes berbeda untuk mengonfirmasi diagnosis. Tes darah dan tes urine penyakit ginjal menjadi sangat penting dilakukan untuk mengidentifikasi MCKD.

1. Hitung Darah Lengkap

Hitung darah lengkap dilakukan untuk melihat jumlah keseluruhan sel darah merah, sel darah putih dan juga trombosit. Tes ini dilakukan untuk melihat kemungkinan anemia dan juga tanda tanda infeksi.

2. Tes BUN

Tes nitrogen urea darah atau BUN dilakukan untuk mencari jumlah urea darah tinggi, produk pemecahan protein yang meningkat ketika fungsi ginjal tidak lagi berjalan dengan baik.

3. Pengumpulan Urin

Pengumpulan urin 24 jam akan membantu untuk mengkonfirmasi buang air kecil yang berlebihan, mendokumentasikan volume serta hilangnya elektrolit serta mengukur bersihan kreatinin. Pembersihan kreatinin akan mengungkapkan apakah ginjal masih berfungsi dengan baik atau tidak.

4. Tes Kreatinin Darah

Tes kreatinin darah dilakukan untuk memeriksa kadar kreatinin sebab ada hubungan kreatinin dan kesehatan ginjal. Kreatinin sendiri merupakan produk limbah kimia yang diproduksi oleh otot yang disaring keluar dari tubuh oleh ginjal. ini digunakan untuk membandingkan tingkat kreatinin darah dengan pembersihan kreatinin ginjal.

5. Tes Asam urat

Tes asam urat akan dilakukan untuk memeriksa kadar kreatinin. Kreatinin merupakan produk limbah kimia yang dibuat pada saat tubuh memecah zat makanan tertentu. Asam urat akan dikeluarkan dari tubuh lewat urin dan kadar asam urat umumnya akan tinggi pada orang yang menderita penyakti ginjal kistik meduler.

6. Urinalisis

Analisis urin akan dilakukan untuk menganalisis berat, warna, berat jenis dan juga kadar pH atau asam basa pada urin. Selain itu, sedimen urin akan diperika untuk melihat urine mengandung protein, darah protein dan juga konten sel. Tes ini akan membantu dokter untuk menegakkan diagnosis atau menyingkirkan kemungkinan gangguan lain.

Sponsors Link
>
, , ,