Sponsors Link

3 Jenis Penyakit Ginjal Karena Makan Banyak Protein

Sponsors Link

Hingga saat ini, perdebatan mengenai terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi protein yang berbahaya untuk ginjal dan bisa menyebabkan macam macam penyakit ginjal masih terjadi. Akan tetapi hal pasti yang terjadi adalah seseorang dengan riwayat penyakit ginjal, maka disarankan untuk mengurangi asupan protein harian mereka sebab kerja ginjal bisa semakin berat. Protein sendiri merupakan zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh dalam membangun jaringan dan sel pada tubuh. Beberapa kondisi tertentu yang dialami seseorang memang membutuhkan asupan protein lebih banyak. Namun untuk seseorang dengan penyakit ginjal, maka disarankan untuk mengurangi asupan protein. Ada beberapa masalah dan penyakit ginjal karena makan banyak protein yang bisa terjadi dan akan kami jelaskan dalam artikel berikut ini.

ads
  1. Batu Ginjal

Batu ginjal atau nefrolitiasis merupakan massa atau batu yang terdapat dalam urin. Batu ginjal sendiri terdiri dari beberapa jenis yakni:

  • Batu kalsium: Terbentuk dari kalsium oksalat seperti dalam makanan kacang kacangan, coklat dan jenis buah serta sayuran.
  • Batu struvite: Terbentuk karena infeksi yang sangat mudah membesar.
  • Batu asam urea: Terbentuk karena kurang asupan cairan dna mengkonsumsi banyak protein.
  • Batu cystine: Disebabkan karena keturunan.

Mengkonsumsi banyak protein bisa menyebabkan ciri ciri batu ginjal asam urea khususnya protein dari hewani seperti daging sapi, telur, daging ayam dan makanan laut yang mengakibatkan menurunnya kadar zat sitrat dalam tubuh yang sebetulnya bertugas untuk mencegah batu ginjal. Dalam sebuah penelitian dibuktikan jika seseorang yang makan banyak protein selama 6 minggu menyebabkan urin mereka bercampur dengan protein dan acluria yakni urin asam dimana kondisi tersebut membuat tubuh mengubah pH menjadi asam. jika ini terjadi berkepanjangan, maka batu ginjal bisa terbentuk. Dalam penelitian lain yakni pada pria yang mengkonsumsi makanan mengandung protein hewani terlalu banyak juga dibuktikan jika ada kaitan antara mengkonsumsi protein dengan batu ginjal.

  1. Gagal Ginjal Kronis

Gagal ginjal kronis bisa terjadi saat ginjal tidak berfungsi dengan baik dalam menyaring zat dari darah. Ini menyebabkan zat yang seharusnya terbuang bersama urin semakin menumpuk dan mengganggu fungsi tubuh lainnya. Gagal ginjal akut bisa memburuk dengan cepat dari mulai beberapa hari hingga beberapa jam dan makan terlalu banyak protein menjadi salah satu penyebabnya.

Hal ini terbukti dari percobaan dimana tikus yang mengkonsumsi banyak protein mengalami ciri ciri ginjal rusak dan kemudian mati yang dinamakan dengan iskemia. Iskemia pada ginjal merupakan kondisi pembuluh darah organ ginjal yang tersumbat sehingga ginjal tidak mendapatkan oksigen dan makanan cukup sehingga jaringan pada ginjal mati kemudian gagal ginjal terjadi. 

Sponsors Link

  1. Glomerulosclerosis

Glomerulosclerosis merupakan kerusakan bagian ginjal bernama glomerulus yang berfungsi untuk menyaring darah, membuang zat dan cairan sisa sebagai urin. Fungsi glomerulus akan menurun secara bertahap dengan bertambahnya usia dan bisa semakin parah jika seseorang mengalami gangguan ginjal serta banyak makan makanan tinggi protein.

Ketika seseorang makan protein dalam jumlah banyak, maka ginjal gagal dalam menyaring yang membuat urin bercampur dengan protein. Sehingga Glomerulosclerosis menjadi salah satu penyakit ginjal karena makan banyak protein yang sebaiknya harus diwaspadai.

Percobaan yang dilakukan pada tikus yang memiliki tanda tanda ginjal rusak lalu diberikan makanan tinggi protein selama beberapa waktu. Tikus tersebut kemudian mengalami penurunan fungsi ginjal semakin cepat yang hasilnya berbeda pada tikus dengan asupan protein dibatasi dimana pada tikus tersebut terlihat perbaikan fungsi ginjal yang terjadi secara bertahap. 

Sponsors Link

Apakah Makanan Berprotein Harus Dihindari?

Lalu, dengan cukup banyaknya ciri ciri penyakit ginjal karena makan banyak protein, apakah berarti kita harus menghindari makanan mengandung protein?. Jawabannya tentu saja tidak sebab protein tetap menjadi sumber zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh karena kegunaannya untuk membangun sekaligus memelihara sel tubuh.

Akan tetapi yang harus lebih diperhatikan adalah membatasi asupan protein tersebut khususnya protein hewani sebab sumber protein hewani juga mengandung lemak. Apabila protein hewani dikonsumsi terlalu berlebihan, maka bisa menyebabkan masalah kesehatan. Tidak hanya berdampak pada ginjal, namun penyakit degeneratif lain seperti jantung juga bisa terjadi.

Sponsors Link
>
, , ,