Sponsors Link

Penyakit Ginjal Karena Hiperkalemia – Gejala – Penyebab dan Pengobatan

Sponsors Link

Hiperkalemia merupakan kondisi disaat kadar kalium yang ada dalam darah jumlahnya terlalu tinggi melebihi 5 mEq/L darah atau jika dijelaskan secara singkat, hiperkalemia merupakan berlebihnya kalium yang ada dalam tubuh. Hiperkalemia ini tentunya berbanding terbalik dengan hipokalemia yakni kekurangan kalium yang merupakan salah satu jenis elektrolit penting untuk tubuh. Lalu, apa saja sebenarnya hubungan antara penyakit ginjal karena hiperkalemia?, berikut akan kami berikan ulasan selengkapnya untuk menambah pengetahuan anda seputar organ ginjal.

ads

Apakah Hiperkalemia

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, hiperkalemia bisa terjadi pada saat kadar kalium dalam darah terlalu berlebihan. Kalium sendiri merupakan kation atau ion yang memiliki muatan positif paling utama dan terpenting untuk tubuh manusia. Kalium dan juga beberapa komponen elektrolit lain seperti magnesium, kalsium dan juga natrium mempunyai peran penting dalam mengatur aliran listrik dalam tubuh untuk kontraksi otot, mengatur kontraksi otot rangka dan juga polos, mencegah osteoporosis, menjaga keseimbangan garam dan air, mengatur pH darah sekaligus mencegah terbentuknya batu ginjal.

Hiperkalemia ringan umumnya tidak akan menyebabkan gejala apapun sehingga sulit untuk terdeteksi. Akan tetapi untuk hiperkalemia berat dengan kalium yang sudah melebihi 5.5 mEq/L bisa menyebabkan masalah jika dibandingkan dengan hiperkalemia ringan.

Gejala Hiperkalemia

Hiperkalemia bisa terjadi secara asimtomatik yakni tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun, terkadang penderita kelebihan kalium juga menyebabkan beberapa gejala diantaranya:

Oleh karena kalium menjadi elektrolit vital untuk aktivitas listrik otot jantung, maka meningkatnya ion kalium ekstravaskuler bisa mengurangi rangsangan miokardium sekaligus menekan jaringan pacemaker jantung dan juga arus konduksi otot jantung. Konsentrasi kalium darah yang tinggi juga bisa mempengaruhi sistem konduksi listrik jantung dan jika konsentrasi tinggi tersebut masih saja berlanjut, maka irama jantung bisa berubah menjadi tidak normal dan jantung bisa sampai benar benar berhenti.

Penyebab Hiperkalemia

Hiperkalemia yang terjadi dalam tubuh bisa disebabkan karena berbagai faktor seperti mengkonsumsi jenis obat yang bisa menjadi penghalang proses pembuangan kalium dari ginjal seperti obat triamtrene, spironolakton dan juga ACE inhibitor yang bisa menyebabkan macam macam penyakit ginjal. Penyakit addison juga bisa membuat kelenjar adrenal tidak bisa memproduksi hormon yang diperlukan untuk membuang kalium lewat ginjal. Penyakit gagal ginjal juga bisa menyebabkan organ ginjal gagal untuk berfungsi dengan baik dan akhirnya hiperkalemia berat terjadi.

Sponsors Link

Untuk itulah, penderita fungsi ginjal buruk seperti ginjal rusak harus menghindari makanan yang tinggi akan kalium seperti alpukat, pisang, kentang dan juga beberapa jenis kacang kacangan. Kalium yang terlepas terlalu banyak dalam sel dan terjadi secara tiba tiba saat cedera bisa membuat jaringan otot hancur, pada saat luka bakar kronis dan juga overdosis kokain.

Pengobatan Hiperkalemia

Pengobatan hiperkalemia harus sesegera mungkin dilakukan saat jumlah kalium meningkat lebih dari 5.5 mEq/L darah untuk seseorang dengan fungsi ginjal buruk atau lebih dari 6 mEq/L untuk darah seseorang yang mempunyai fungsi ginjal normal. Sedangkan pengobatan hiperkalemia sendiri bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti:

  • Memakai resin pengikat kalium secara oral: Resin akan mengikat kalium tetapi tidak terserap sehingga resin akan kembali keluar bersama kalium lewat tinja.
  • Memakai obat diuretik oral: Untuk meningkatkan pembuangan kalium lewat urin namun fungsi organ ginjal harus dalam keadaan baik yakni tidak memperlihatkan ciri ciri penyakit ginjal dan dalam keadaan darurat bisa memakai infus kalsium, insulin dan juga glukosa.
    Sponsors Link

Kalsium bisa melindungi organ jantung dari efek hiperkalemia selama beberapa menit. Sedangkan glukosa dan insulin juga bisa menurunkan kadar kalium dalam darah dengan cara memindahkan kalium darah masuk ke sel. Jika semua cara diatas gagal untuk dilakukan sebagai cara mengatasi hiperkalemia atau kondisi gejala gagal ginjal kronik, maka pengobatan yang harus dilakukan adalah secara hemodialisa atau cuci darah.

Dari ulasan diatas bisa dilihat jika penyakit ginjal karena hiperkalemia bisa terjadi karena kadar kalium dalam darah yang terlalu berlebihan dimana nantinya bisa memicu masalah ginjal seperti batu ginjal dan gagal ginjal kronis. Untuk itu, batasi asupan makanan dan minuman yang mengandung kalsium tinggi agar tidak menumpuk dalam tubuh.

Sponsors Link
>
, ,