Sponsors Link

Penyakit Ginjal Bawaan- Gejala – Penyebab – Diagnosis – Cara Mengobati

Sponsors Link

Selain berfungsi untuk membuang zat sisa dari tubuh lewat urin, ginjal juga memiliki fungsi untuk mengendalikan air dalam tubuh, mengatur tekanan darah dan juga kadar zat kimia lain dalam darah. Ginjal nantinya akan menghasilkan urin yang berasal dari zat sisa tubuh dan kemudian urin akan mengalir dari ginjal menuju tabung sempit bernama ureter dan akan dikumpulkan pada kandung kemih. Sesudah kandung kemih penuh, maka urin akan dikeluarkan lewat tabung kecil bernama uretra. Jika terjadi gangguan pada ginjal dan saluran kemih, maka nantinya bisa menyebabkan macam macam penyakit ginjal seperti penyakit ginjal bawaan yang akan kami jelaskan dalam artikel kali ini.

ads

Apakah Penyakit Ginjal Bawaan?

Penyakit ginjal bawaan merupakan jenis penyakit yang bisa dialami seseorang sejak dilahirkan. Penyakit yang juga dikenal dengan sebutan penyakit ginjal keturunan ini terjadi saat seseorang lebih rentan terhadap penyakit ini karena riwayat keluarga. Penyakit ginjal bawaan yang terjadi semenjak lahir ini tentunya lebih sering dialami oleh bayi dan juga anak dimana jika ciri ciri penyakit ginjal yang ditimbulkan tidak segera ditangani, maka bisa semakin memburuk hingga dewasa yang kemudian akan menyebabkan gagal ginjal kronis.

Penyebab Penyakit Ginjal Bawaan

Penyakit ginjal bawaan ini terbagi menjadi beberapa kategori yang disebabkan karena kelainan pada ginjal. Sedangkan untuk kategori lainnya terjadi karena cacat saluran genitoirinaria dan beberapa penyebab umum diantaranya adalah:

  1. Gangguan Bawaan Saluran Urin

Hidronefrosis merupakan pembengkakan yang terjadi pada ginjal karena urin menumpuk dan bisa terjadi pada salah satu atau bahkan kedua ginjal penyebab batu ginjal. Hidronefrosis bawaan ini bisa tidak atau diikuti dengan penyumbatan sistem ginjal khususnya saat kondisi tersebut menghalangi aliran urin dari ginjal menuju kandung kemih dan uretra.

Jika memang terjadi tanpa penyumbatan, maka kemungkinan penyebabnya adalah ginjal janin yang tidak bisa mengentalkan urin sehingga sebagian urin akan mengalir menuju ureter. Sedangkan jika terjadi dengan penyumbatan, maka kemungkinan penyebab utamanya adalah katup uretra posterior.

  1. Penyakit Kista

Kista ginjal polikistik dan ginjal multikistik merupakan penyebab selanjutnya dari penyakit ginjal bawaan. Kista akan mulai terbentuk pada ginjal saat bayi namun dalam beberapa kasus lain, kista bisa terjadi ketika sudah dewasa. Dalam kasus ini, kista akan bertambah banyak dan besar hingga akhirnya merusak fungsi ginjal.

Penyakit ginjal multikistik serupa dengan penyakit ginjal polikistik sebab keduanya bisa mengakibatkan tumbuhnya kista di ginjal. Letak perbedaannya adalah penyakit ginjal multikistik umumnya memiliki ukuran kista yang lebih besar dari kista polikistik serta hanya tumbuh pada satu ginjal yakni pada ginjal yang tidak bisa tumbuh dengan sempurna. 

Sponsors Link

  1. Terjadi Penyumbatan

Penyakit ginjal bawaan juga bisa terjadi pada katup uretra posterior. Jaringan berlebih yang tumbuh di uretra dan kemudian menghambat aliran urin dari ureter ke kandung kemih umumnya terjadi pada pria muda dan juga masa pertumbuhan ginjal awal.

Gejala Penyakit Ginjal Bawaan

Penyakit ginjal bawaan yang memiliki banyak kategori ini membuat jenis penyakit ginjal ini juga memiliki gejala yang tidak pasti dari masing masing penderita. Akan tetapi, tetap ada beberapa gejala umum yang terjadi karena penyakit ginjal bawaan seperti:

  • Demam seperti gejala awal penyakit ginjal
  • Darah bercampur dengan urin
  • Tekanan darah tinggi
  • Sensasi terbakar atau nyeri saat berkemih seperti ciri ciri batu ginjal
  • Sering buang air kecil
  • Sulit mengendalikan ingin buang air kecil pada anak yang cukup dewasa memakai toilet
  • mengompol.
    Sponsors Link

Pengobatan Penyakit Ginjal Bawaan

Ketika seorang bayi terkena penyakit ginjal bawaan karena riwayat keluarga, maka dokter biasanya akan melakukan ultrasound prenatal sebelum kelahiran. Pemeriksaan ultrasound dilakukan untuk memeriksa ginjal dan saluran kemih janin dan melihat kelainan yang terjadi selama masa pertumbuhan janin. Jika memang ada kelainan yang terdeteksi, maka dokter akan memberikan pengawasan. Sedangkan untuk sebagian besar pengobatan lainnya hanya bisa dilakukan sesudah bayi dilahirkan.

Beberapa pengobatan dan juga tes yang dilakukan sesudah bayi dilahirkan meliputi tes darah, mengawasi tekanan darah, pemeriksaan ultrasound tambahan, voiding cystourethrogram, pemindaian ginjal, tes urin dan juga pemberian beberapa jenis obat serta pengawasan dalam mengkonsumsi makanan yang menjadi pantangan penyembuhan penyakit ginjal.

Sponsors Link
>
, , ,